Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Neo Societal

INTEGRASI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTI ETNIK Studi Pada Masyarakat Transmigrasi di Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Anggun Pratiwi; Jamaluddin Hos; Muhammad Arsyad
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 3 (2019): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.844 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i3.8554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses terjadinya integrasi sosial antar warga kelompok etnik di daerah permukiman transmigrasi Wonggeduku Kabupaten Konawe serta menemukan model integrasi sosial masyarakat multi etnik di daerah transmigrasi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan datanya yaitu dengan wawancara bersama informan sebanyak 16 orang yang ditentukan secara purposive sampling kemudian pengumpulan data lain yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses integrasi sosial Masyarakat multietnik di daerah transmigrasi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe terjadi melalui tahapan-tahapan berikut ini; Kerjasama, Integrasi sosial masyarakat multietnik merupakan perwujudan minat dan perhatian individu maupun kelompok untuk bekerja bersama dalam suatu kesepahaman, meskipun motifnya bisa saja merujuk pada kepentingan diri sendiri dan kepentingan umum. Koordinasi. Salah satu koordinasi pada masyarakat multietnik yaitu pengelompokan suku dalam bentuk kerukunan. Penyesuaian (asimilasi) Asimilasi yang terjadi pada masyarakat multietnik di daerah tranmigrasi Kecamatan Wonggeduku yaitu perkawinan campuran diantaranya perkawinan antara Jawa dengan Bugis, Tolaki dengan Jawa dan Bugis dengan Tolaki dengan demikian proses terjadinya peleburan budaya sehingga pihak-pihak yang tengah berasimilasi akan merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Model integrasi sosial masyarakat multietnik di daerah transmigrasi  Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe yaitu simetris atau seimbang, hal ini dikarenkan tidak ada kelompok etnik yang dimarjinalkan. Kelompok etnik yang ada di daerah transmigrasi memiliki kebebasan untuk terus berkembang dan tidak ada pula suku yang mendominasi walaupun ada suku yang jumlahnya mayoritas
STUDI DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL ANTAR KELOMPOK ETNIK DI DAERAH TRANSMIGRASI KECAMATAN WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE Alimuddin Alimuddin; Jamaluddin Hos; Muhammad Arsyad
Jurnal Neo Societal Vol 4, No 3 (2019): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.788 KB) | DOI: 10.52423/jns.v4i3.8555

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis dinamika interaksi sosial antarkelompok etnik di Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis secara kualitatif pula. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data wawancara dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi sosial antar kelompok etnik yang terdiri dari etnik Jawa, Bali, Sunda, Sumba, Bugis dan Tolaki di daerah transmigrasi bersifat dinamis. Kerjasama antar kelompok etnik dalam melaksanakan pekerjaan bertani dan berkebun serta toleransi dan saling silaturahmi antar warga yang ada di daerah transmigrasi. Interaksi dalam persaingan usaha untuk mencapai hasil usaha yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Interaksi dalam menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di dalam masyarakat antar kelompok etnik seperti sengketa lahan, kawin lari dan perkelahian antar remaja dan interaksi dalam mengakomodasi penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian serta mengakomodasi penyelesaian konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tercapai suatu keadaan yang damai dan kondusif di daerah transmigrasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI ADAPTASI KEPALA KELUARGA PEREMPUAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP DI MAWASANGKA BUTON TENGAH Hasruddin Hasruddin; Jamaluddin Hos; Darmin Tuwu
Jurnal Neo Societal Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.929 KB) | DOI: 10.52423/jns.v6i4.19452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi strategi adaptasi kepala keluarga perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari di Kelurahan Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling dengan mengambil informan sebanyak 15 orang, yang terdiri dari 1 orang sekretaris kecamatan dan 1 orang Lurah, dan 13 orang kepala keluarga perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi strategi adaptasi kepala keluarga perempuan teridiri dari faktor pendudukung dan faktor pengahmbat. Faktor pendukung meliputi bantuan pemerintah dan Peningkatan Ketarampilan Life Skills. Sedangkan faktor penghambat meliputi perasaan malas dan rendahnya etos kerja.