Setiyaningrum, Iva Puspaneli
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH YOGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI PANTI WREDA DEWANATA SLARANG CILACAP TAHUN 2020 Setiyaningrum, Iva Puspaneli; Hendra Kusuma, Arif
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 14 No. 1 (2021): Vol. 14 No. 1 (2020): Vol. 14, No. 1 Edisi Maret 2021
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.319 KB) | DOI: 10.36760/jka.v14i1.252

Abstract

Pendahuluan; Hipertensi keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari sama dengan 90 mmHg (Defriman & Hasanah, 2014). Prevalensi hipertensi lansia di Indonesia rata-rata 57,6%. Yoga meningkatkan endorphin tubuh mengurangi tekanan darah tinggi (Sindhu, 2011). Panti Wreda ”Dewanata’ Cilacap lansia hipertensi sekitar 27 orang dari 100 lansia.Tujuan: menganalisa pengaruh yoga terhadap penurunan tekanan darah.Metode: Desain pre-experimental rancangan Pre test-Post test. Teknik pengambilan purposive sampling pada 7 responden. Hasil: Tidak ada pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi
PATOFISIOLOGI STUNTING : LITERATURE REVIEW Setiyaningrum, Iva Puspaneli; Alfiani, Titi; Rochana, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.40010

Abstract

Stunting merupakan suatu penyakit atau dapat berupa gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini akibat kekurangan gizi ibu dan anak, infeksi berulang, dan simulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting pada anak merupakan hambatan terbesar bagi pembangunan manusia karena stunting merupakan masalah multidimensi yang mempunyai konsekuensi jangka panjang. Pada tahun 2012, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa secara global 162 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Berdasarkan hasil SSGI, prevalensi stunting di Indonesia mengalami penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menurunkan angka stunting membuahkan hasil yang positif. Namun angka tersebut masih jauh dari target negara pada tahun 2024 sebesar 14% (Kementerian Kesehatan, 2023). Tingginya prevalensi stunting dapat menjadi salah satu faktor rendahnya kualitas sumber daya manusia di suatu negara. Stunting dapat menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif, rendahnya produktivitas anak, dan dapat meningkatkan risiko penyakit yang mengakibatkan kerugian jangka panjang bagi perekonomian negara. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui penjelasan mulai dari penyebab hingga dampak yang ditimbulkan oleh stunting. Metode tinjauan literatur dari lebih dari 20 jurnal penelitian tentang stunting. Dampaknya terdapat berbagai kondisi yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting dan apabila tidak ditangani secara serius akan menimbulkan berbagai kondisi serius yang mengancam kesehatan anak, sehingga diperlukan perhatian dan penatalaksanaan seluruh elemen secara komprehensif.
Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Pengetahuan dan Ansietas Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga yang Mengalami Tuberkulose Setiyaningrum, Iva Puspaneli; Alfian, Tita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.056 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10218

Abstract

ABSTRACT Family psychoeducation can increase knowlwdge and reduce the level of anxiety in families in caring for family members who have Tuberculosis. In 2017, it was found thah 10 million people had tuberculosis and 1.6 million dies. Indonesia is one of the countries thah has the largest burden of Tuberculosis. The family is the closest element thah is able to contribute to the helaing of Tuberculosis patiens. Due to the inadequate knowledge of the family regarding the handling of TB conditions, it does not rule out the possibility thet the  level of family anxiety in dealing with TB problems will be higher thah families who have sufficient knowledge about TB treatment. So one of the therapies that can be done is to reduce the level of anxiety while increasing family knowledge with family psychoeducation. To determine differences in knowledge and levels of family anxiety in caring for family members with tuberculosis before and after psychoeducation. Research with a quantitative approach, quas-experimental design pre and post test without group control. The total sampling of 6 people is a family who is the patients’s main care giver. The results of the T-test obtained p-values of 0.00 and 0.00 (p<0.5), indicating that there were difference in increasing knowledge and increasing family anxiety in caring for family members who had tuberculosis at the Adipala 1 Health Center, Kab. Cilacap. There are diffences in psychoeducation in increasing knowledge and decreasing family anxiety in caring for family members with tuberculosis. Keywords: Psychoeducation, Knowledge, Anxiety, Family Experiencing Tuberculosis  ABSTRAK Psikoedukasi Keluarga dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat ansietas pada keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami Tuberkulose.  Tahun 2017 diketahui 10 juta orang mengalami Tuberkulose dan 1,6 juta meninggal. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban tuberkulosis yang terbesar. Keluarga merupakan unsur terdekat yang mampu memberikan kontribusi pada penyembuhan pasien Tuberkulose. Karena dengan adanya pengetahuan yang tidak memadai dari keluarga terhadap penanganan kondisi Tuberkulose tidak menutup kemungkinan tingkat ansietas keluarga dalam menghadapi persoalan Tuberkulose menjadi lebih tinggi dibandingkan keluarga yang memiliki cukup pengetahuan tetang perawatan Tuberkulose. Maka salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat ansietas sekaligus meningkatkan pengetahuan keluarga dengan Psikoedukasi keluarga . Mengetahui perbedaan pengetahuan dan tingkat ansietas keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan Tuberkulose sebelum dan sesudah psikoedukasi. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif, desain quasi  experiment pre  and  pos  test  without  control  grup.  Total sampling   sebanyak 6  orang merupakan  keluarga  yang  merupakan  care  giver  utama  pasien. Hasil uji-T diperoleh p-value 0,00 dan 0,00 (p< 0,05), menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan dan  penurunan ansietas keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami Tuberkulose di Puskesmas Adipala 1 Kab. Cilacap. Ada perbedaan Psikoedukasi Pada Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Ansietas Keluarga Dalam Merawat Anggota keluarga Dengan Tuberkulose. Kata Kunci: Psikoedukasi, Pengetahuan, Ansietas, Keluarga Mengalami Tuberkulose