Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pena Jangkar

IMPLEMENTASI APLIKASI BERBASIS BUDAYA LITERASI DIGITAL LAHAN BASAH DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SISTEM EKSKRESI Nismah, Nismah; Rosiana, Elisa; Desy, Hidayati; Nurwahyuni, Rizki
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.171

Abstract

Model problem based learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk bersentuhan langsung dengan fakta permasalahan di lingkungan mereka secara nyata. SMAN 8 Banjarmasin adalah salah satu SMA yang belum terbiasa menggunakan model problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pengaruh penerapan model  problem based learning terhadap hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin (2) hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan menggunakan model problem based learning. Subjek penelitian ini sebanyak 69 orang peserta didik yang dibagi ke dalam 2 kelas yaitu XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol menggunakan model direct intruction dan XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen menggunakan model problem based learning. Penelitian ini dilakukan dengan quasi experiment dengan desain penelitian the nonequivalent control group design. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penerapan model problem based learning materi konsep sistem ekskresi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif produk pada peserta didik  kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, (2) Hasil belajar yang meliputi kognitif proses dengan penerapan model problem based learning termasuk dalam dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (tanggung jawab) dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (santun) dalam kategori sangat baik, serta perilaku sosial (bekerjasama) dalam kategori sangat baik dan perilaku sosial (menyumbangkan pendapat) termasuk dalam kategori baik, dan hasil belajar psikomotorik termasuk dalam kategori baik Abstract The problem based learning model is a learning approach that encourages students to be in direct contact with real problems in their environment. SMAN 8 Banjarmasin is one of the high schools that is not used to using the problem based learning model. This study aims to describe (1) the effect of applying the problem-based learning model on learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin (2) learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin using the problem model based learning. The subjects of this study were 69 students who were divided into 2 classes, namely XI MIPA 3 as the control class using the direct instruction model and XI MIPA 2 as the experimental class using the problem based learning model. This research was conducted using a quasi-experimental design with the nonequivalent control group design. Data analysis techniques used Wilcoxon and descriptive tests. The results of this study indicate (1) the application of the problem based learning model of excretion system concept material has a significant effect on product cognitive learning outcomes in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin with an Asymp.Sig value. (2-tailed) < 0.05, namely 0.000, (2) Learning outcomes which include cognitive processes with the application of problem based learning models are included in the good category, affective learning outcomes of character behavior (responsibility) are in the good category, behavioral affective learning outcomes character (politeness) in the very good category, as well as social behavior (cooperating) in the very good category and social behavior (contributing opinions) included in the good category, and psychomotor learning outcomes included in the good category.
ANALISIS BAHASA LISAN DALAM PELAYANAN SURAT MENYURAT KAPAL DI KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN K.S.O.P (KELAS 1) BANJARMASIN M. Firdaus Suwestian; Desy, Hidayati; Rosaria Santi, Irnita
Pena Jangkar Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini sebagai Kaidah bahasa sebenarnya tidak semata berurusan dengan usaha menggambarkan lisan ke bentuk tulisan. Dalam konteks pembicaraan ini, baik kita katakan bahwa ejaan adalah sebuah ikhtiar merekam bahasa lisan sepersis mungkin ke bentuk tulisan dan kemudian menatanya sedemikian rupa demi mendapatkan kualitas komunikasi yang efektif, sehingga sangat berpengaruh pada pelayanan. Pelayanan pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai aktifitas seseorang, sekelompok atau organisasi baik langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan pada penelitian ini Mengetahui penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin, dan Mendeskripsikan penggunaan bahasa lisan dalam pelayanan surat menyurat kapal menyurat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan K.S.O.P (Kelas 1) Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati Moleong, (3:2000) Teknik pengumpulan data menurut Arikunto adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, di mana cara tersebut menunjukan pada suatu yang abstrak, tidak dapat di wujudkan dalam benda yang kasat mata, tetapi dapat dipertontonkan penggunaannya. Hasil pembahasan Pelayanan surat menyurat untuk calon penumpang sebagai salah satu kegiatan yang terfokuskan pada penggunaan bahas lisan saat mengurus berkas administrasi tersebut. Pada bahasa lisan sesuai faktor waktu maka bahasa lisan sangat baik dalam penggunaan Bahasa resmi dalam pelayanan surat menyurat, adapun bahasa resmi menyesuaikan waktu pada pelayanan sehingga di jam istirahat bisa saja menggunakan bahasa resmi lisan dan tidak lisan. Bahasa ,lisan yang digunakan pun sesuai pada dialog dari calon penumpang yang memerlukan syarat sebagai surat-menyurat tersebut.Pada ragam bahasa resmi pafa faktor waktu sebagai salah satu bahasa resmi saat bekerja, bukan hanya untuk pelayanan namun juga untuk menyakinkan bahwa bahasa resmi Indonesia sebagai salah satu Bahasa persatuan dengan banyaknya kegiatan saat dialog lisan dituturkan, salah satunya pada saat diskusi bidang rapat, penyuluhan, seta pelayanan bidang surat-menyurat di K.S.O.P Tersebut.
ANALISIS PELAKSANA MANAJEMEN GUDANG LOGISTIC PADA PT. ICON CONTAINER LIN CABANG BANJARMASIN kamsariaty; Juhrani, Juhrani; Desy, Hidayati
Pena Jangkar Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/jpj.v2i1.36

Abstract

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebagai jantung pergerakan barang di tuntut untuk selalu memberikan pelayanan yang efesien terhadap arus barang yang masuk dan keluar pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin. Pada umumnya tugas pokok pelabuhan adalah menyediakan fasilitas dan peralatan yang dapat melayani secara cepat, aman dan biayanya relatif murah. Dilakukan juga perhitungan tingkat pemakaian dan daya lalu gudang dan lapangan penumpukan. Sedangkan untuk menghitung lamanya waktu penumpukan barang di gudang dan lapangan penumpukan digunakan metode antrian yang didapatkan dari arus kedatangan barang dan lamanya barang disimpan. Hal ini sesuai tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan dalam pemberian pelayanan jasa gudang logslistic pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin dan mengetahui penyelesaian hambatan yang menjadi kendala terhadap pelayanan dalam pelayanan Jasa gudang logslistic pada PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif yang mana dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan). Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya. Pemahaman diperoleh melalui analisis berbagai keterkaitan dari partisipan dan melalui penguraian “pemaknaan partisipan” tentang situasi-situasi ataupun peristiwa-peristiwa. Adapun Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin, dengan objek pada pelaksanaan manajemen gudang logistic tersebut Hasil penelitian disimpulkan bahwa setiap barang yang ada digudang PT. Icon Container Line Cabang Banjarmasin harus ada laporan pertanggungjawaban. Laporan pertanggungjawaban ini meliputi laporan pembelian, penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan distribusi barang. Selama barang berada di dalam gudang maka barang tersebut harus diperiksa keberadaannya dan juga jumlahnya. Laporan dibuat setiap satu bulan sekali pada akhir bulan. Tujuannya untuk mengecek apakah ada kesesuaian antara yang tertulis dengan kondisi yang ada di gudang.
KEMAMPUAN LITERASI PARAGRAF DAN KAITANNYA DENGAN PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA PADA TARUNA TINGKAT 1 AKADEMI MARITIM NUSANTARA BANJARMASIN Juhrani, Juhrani; Desy, Hidayati; Syahbudin, Akhmad
Pena Jangkar Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/penajangkar.v2i2.50

Abstract

Kemampuan menulis merupakan sarana penting bagi individu untuk tetap diperhitungkan dalam pergaulan karena menulis merupakan komunikasi untuk menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan, dan perasaan kepada orang lain baik individu atau pun masyarakat baik pada lingkungan lokal, regional maupun global. Sesuai masalah pada penelitian Bagaimana kemampuan literasi paragraf taruna? Bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika pada soal cerita? Bagaimana keterkaitan kemampuan literasi paragraf dan kemampuan penyelesaian masalah matematika pada soal cerita? Menulis juga dapat menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dari gambaran grafik itu. Dengan demikian, setiap tulisan memiliki gagasan atau ide yang tertuang dalam tulisan harus logis, diekspresiakan secara jelas, dan ditata secara menarik. Karena menulis merupakan sebuah keterampilan, pemerolehan kemampuan menulis pun harus melalui praktik dan latihan secara terus-menerus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah taruna tingkat I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin. Sampel dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan kategori yang telah diberikan. Sampel penelitian ini terdiri dari 6 orang, dengan pembagian 2 orang dengan kategori kecemasan tinggi, 2 orang dengan kecemasan sedang, serta dan 2 orang dengan tingkat kecemasan rendah. Selain memperoleh data melalui angket, peneliti juga mengumpulkan data melalui observasi. Hasil pembahasan Berdasarkan data yang didapat dari intrumen kemampuan pemecahan masalah matematika, taruna dengan kemampuan literasi paragraf tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi juga. S-27 dan S-28 mempunyai kemampuan pemecahan matematika yang baik. Mereka bisa memahami soal dengan baik, sudah bisa menghubungkan denga dunia nyata, serta bisa menyelesaikan permasalahan dengan dengan permasalahan yang rumit. Namun untuk membuat generalasi permasalahan matematika tersebut masih belum bisa.Data kemampuan literasi paragraf kategori sedang yaitu untuk subjek S-12 dan S-19. Kemampuan mereka dalam memahami pemecahan masalah matematika cukup baik. Subjek cukup mampu melakukan prosedur penyelesaian permasalahan secara baik. Subjek bisa menggunakan rumus penyelesaian matematika dengan baik. Sehingga untuk permasalahan rutin pada pembelajaran matemattika subjek juga bisa menyelesaikan.