Haris Natanael Sutaryo
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Bagatelle: Penciptaan Musik Dalam Format Duet Biola Dan Gitar Haris Natanael Sutaryo; Alexander Dewanta Candra Yogatama
PROMUSIKA Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v1i1.3604

Abstract

Bagatelle berarti sebuah komposisi musik yang pendek untuk piano. Namun demikain, dalam perkembangannya komposisi bagatelle tidak terbatas hanya digubah untuk piano saja, melainkan juga sudah digubah untuk instrumen selain piano. Bentuknya  komposisinya adalah AB atau ABA. Pemakaian bentuk ABA biasanya untuk mewakili dua mood yang kontras antara yang ritmis A dengan yang B. Dengan kembalinya ke A karya ini bersifat melingkar, membuatnya balans dan simetris. Ide dalam penciptaan musik  bagatelle ini muncul  terinspirasi  dari ketertarikan penulis dalam menyaksikan Ujian kompentesi  di auditorium musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI  Yogyakarta. Salah satu repertoar yang dibawakan Bagatelle untuk piano op. 3, op. 119  karya Beethoven. Menurut  pengamatan penulis bentuk musik bagatelle dari segi komposisinya sangat menarik, terdapat kebebasan dalam  mengungkapan ide-ide kreatif dan imajinatif komponisnya.  Perancangan komposisi bagatelle ini intinya menuangkan ide penulis dalam memadukan dua karakter instrument musik Biola dan Gitar, dengan penekanan pada penggarapan ritme, melodi dan  harmoni sehingga menjadi sebuah integritas. Hasil karya ini nantinya selain sebagai apresiasi musik di multimedia, juga sebagai salah satu materi  mata kuliah komposisi 1 pada prodi penciptaan musik FSP ISI Yogyakarta.AbstractBagatelle: The Creation of Music in Violin and Guitar Duet Format. Bagatelle is a short musical composition for piano. However, nowadays Bagatelle wrote not only for piano but for other instruments. The musical form of Bagatelle, either binary or ternary form. In the binary form of Bagatelle usually represents two contrasting rhythmic features which called A and B. This composition is a rondo, and it makes balance and symmetry. The idea of this Bagatelle inspired by Beethoven’s Bagatelle for solo piano Op. 119, no. 3. Bagatelle is an interesting musical composition because there is a freedom to representing the creative idea and imagination form the composer. The essence of its musical composition is representing the composer’s idea about two different characters of musical instruments: Violin and Guitar with emphasized the integration in rhythm, melody, and harmony. This Bagatelle not only can be used as a music appreciation but also as a material for Composition subject in Prodi Penciptaan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.Keywords: Bagatelle; violin and guitar; multimedia
Penerapan Tangga Nada Pentatonis dalam Penciptaan Musik Gavotte untuk Kuartet Gitar Haris Natanael Sutaryo; Tri Wahyu Widodo; Mahardika Kusumo Simbolon
PROMUSIKA Vol 10, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v10i2.7955

Abstract

Pengertian Gavotte adalah tari Perancis  antara abad ke 16-18 dalam birama 2/4 atau 4/4. Termasuk sebagai salah satu bagian dalam suita. Memasuki abad 19 Gavotte  tidak lagi terbatas  pada musik untuk iringan tarian saja, tetapi sudah berdiri sendiri sebagai komposisi musik. Ide penciptaan musik Gavotee untuk kuartet gitar, terinspirasi dari keprihatinan dalam mengajar praktek gitar klasik baik disekolah musik yang formal maupun non formal. Penelitian ini mencari solusi yang terarah, untuk menciptakan model pembelajaran gitar klasik dasar, melalui sebuah penciptaan karya musik Gavotte dengan penerapan tangga nada pentatonik mayor (C-D-E-G-A) untuk kuartet gitar. Pengertian tangga nada pentatonik adalah jenis tangga nada yang memakai lima nada pokok , masing-masing dibedakan dari jarak antar nada.   Penciptaan karya musik  Gavotte ini dirancang untuk kuartet gitar (gitar 1, 2, 3, 4) bertujuan untuk penempatan pemain sesuai kemampuan  ketrampilannya. Gitar 1 untuk murid yang paling tinggi dengan skil tinggi, gitar 2 lebih rendah ketrampilannya begitu juga untuk gitar 3 dan 4. Penggarapan komposisi musik Gavotte lebih ditekankan pada pengolahan ritme, melodi, dan harmoni yang sederhana yang disesuaikan ketrampilan gitar dasar. Metode penciptaan musik terdiri dari tiga langkah yaitu proses tindakan kelas, eksplorasi, dan sosialisasi.  Penelitian dalam penciptaan karya musik ini digunakan sebagai model pembelajaran praktik gitar dan dapat menjembatani dalam membantu  penguasaan  membaca notasi balok, khususnya untuk mengajar kelas group yang terdiri dari 4-6 orang.AbstractApplication of the Pentatonic Scale in the Creation of Gavotte Music for the Guitar Quartet. Gavotte is a French dance between the 16th-18th centuries in rhythms of 2/4 or 4/4. It was included as one of the parts in the suita. Entering the 19th century, Gavotte was no longer limited to music for dance accompaniment but already stood alone as a musical composition. The idea of creating Gavotee music for guitar quartets was inspired by concerns about teaching classical guitar practice in formal and non-formal music schools. This research seeks a purposeful solution to make a basic classical guitar learning model by creating Gavotte's musical works with the application of major pentatonic scales (C-D-E-G-A) to guitar quartets. The notation of pentatonic scale is a type of scale that uses five principal tones, each distinguished by the distance between notes. The creation of Gavotte's musical work was designed for a quartet of guitars (guitars 1, 2, 3, 4) aimed at placing players according to their abilities. Guitar 1 is for the highest students with high skills; guitar 2 is lower in skill, as well as for guitars 3 and 4. Gavotte's musical compositions emphasize simple rhythm, melody, and harmonic processing tailored to basic guitar skills. The music creation method consists of three steps, namely, the process of class action, exploration, and socialization. Research in creating this musical work is used as a learning model for guitar practice. It can bridge in helping the mastery of reading block notation, especially for teaching group classes of 4-6 people.Keywords: music composition; Gavotte; guitar skill
"Memories": Sebuah Komposisi Musik Untuk Gitar Elektrik Dan Musik Kamar Annisa Intan Nabilah; Haris Natanael Sutaryo; I Gusti Wiryawan Budhiana
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui cara mengadaptasikan struktur Sonata ke dalam komposisi musik Gitar Elektrik dengan gaya musik Rock Progresif. Proses pembuatan komposisi musik "Memories” dilakukan dengan menentukan judul karya, observasi karya, perancangan konsep, dan mengobservasi tangga nada serta instrumen untuk menentukan tema pada setiap bagian struktur Sonata dalam format gitar solo, combo band dan string section yang akan digunakan dalam komposisi musik "Memories”. Hasil akhir dari karya ini adalah komposisi musik 1 movement dengan tema pada masing-masing bagian Eksposisi, Developmen, dan Rekapitulasi serta penggunaan ritmik untuk menunjukkan karakteristik dari gaya musik Rock Progresif. Harapannya karya ini dapat menginspirasi komposer muda yang tertarik dengan musik absolut yang merupakan musik bebas tanpa terikat oleh suatu cerita, tokoh atau peristiwa apapun.Kata kunci: Sonata, rock progresif, musik absolut, tema     This study intends to find out how to adapt the Sonata structure to the composition of Electric Guitar with Progressive Rock music style. The process of making the musical composition "Memories" is done by determining the title of the work, observing the work, designing the concept, and observing the scales and instruments to determine the theme for each part of the Sonata structure in the format of solo guitar, combo band and string section which will be used in the musical composition " Memories”. The end result of this work is a 1 movement musical composition with the theme in each section of Exposition, Development, and Recapitulation as well as the use of rhythmic to show the characteristics of the Progressive Rock music style. It is hoped that this work can inspire young composers who are interested in absolute music which is free music without being bound by any story, character or event.   Keywords: sonata, progressive rock, absolute music, theme
“The Glasses of a Child”: Komposisi Musik Berdasarkan Interpretasi Novel “Di Tanah Lada” Dalam Format Choir Putri, Aghib; Laksono, Kardi; Sutaryo, Haris Natanael
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10340

Abstract

“The Glasses of a Child” merupakan alih wahana dari sebuah novel yang berjudul “Di Tanah Lada” dalam format choir yang dibuat menjadi 3 movement. Penelitianbermaksud untuk menginterpretasikan suasana dan emosi dari novel yang diangkat ke dalam 3 movement dengan sudut pandang atau kacamata anak kecil. Hal tersebut berhubungan dengan perkembangan dan pola pikir anak-anak yang di angkat dari kasus suasana dan emosi pada novel ‘Di Tanah Lada’. Metode yang dilakukan penulis dalam membuat karya ini yaitu ide penciptaan, proses observasi, konsep dan perancangan, struktur dasar, pembuatan lirik dan pembuatan notasi. Penelitian ini menunjukan bahwa suasana dan emosi dari sudut pandang anak kecil mulai dari cara berpikir dan emosinyabisa di implementasikan menggunakan body percussion, lirik menggunakan bahasa anak kecil yang masih polos serta sederhana, dinamika, tempo, tonalitas, ritmis dan scat-singing atau teriakan.Kata kunci: The Glasses of a Child, Alih wahana, Choir, Movement, Interpretasi, Implementasi"The Glasses of a Child" is an adaptation of a novel titled 'Di Tanah Lada' into a choir format, comprising three movements. The researcher intends to interpret the moods and emotions of the novel through the perspective or lens of a young child. This is related to the development and thought patterns of children, derived from the context of the moods and emotions in the novel 'Di Tanah Lada'. The methods employed by the author in creating this piece include idea generation, observation process, conceptualization and design, basic structure, lyric writing, and notation creation. This study demonstrates that the moods and emotions, as seen through the eyes of a child, can be implemented using body percussion, lyrics in a childlike and simple language, dynamics, tempo, tonality, rhythm, and scat-singing or shouts.Keywords: The Glasses of a Child, Choir, Movement, Interpretation, Implemented
“GETSEMANI” KOMPOSISI BERDASARKAN KISAH YESUS SAAT BERDOA DI TAMAN GETSEMANI UNTUK ANSAMBEL CAMPUR Wibowo, Kezya Sugeng; Sutaryo, Haris Natanael; Budhiana, I Gusti Wiryawan
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10624

Abstract

Musik program naratif merupakan salah satu dari jenis musik. Seperti musik gereja yang saat ini terus berembang banyak menggunakan ektramusikal melalui kisah atau peristiwa dalam Alkitab. Namun jarang sekali terdapat komposisi musik program naratif untuk Gereja dengan menggunakan narasi dan vokal sebagai pemandu alur cerita dengan diiringi instrumen musik. Dengan deminikian penulis tergerak untuk membuat karya komposisi dengan narasi dan vokal dalam komposisi musik yang berjudul “Getsemani”. “Getsemani” merupakan sebuah komposisi program naratif untuk ansambel campur yang di dalamnya terdiri dari instrumen violin 1, violin 2, viola, cello, contrabass, dan solo vokal tenor. Komposisi ini dibuat untuk merepresentasikan suasana dalam kisah Yesus saat berdoa di taman Getsemani. Tujuan dari komposisi ini agar pendengar dapat mengambil makna atau pesan untuk dijadikan bahan perenungan. Metode yang dilakukan penulis pada saat proses penciptaan karya ini diantaranya; penentuan konsep, pengamatan beberapa studi pustaka, menentukan judul, instrumen, tangganada, penulisan narasi, dan penulisan notasi yang di dalamnya terdapat proses kreatif seperti menambah dinamika, menentukan melodi, dan harmoni. Penggambaran suasana yang dipresentasikan dalam karya ini terdapat dalam struktur dan bentuk pada 5 gerakan. Analisis yang telah penulis lakukan menarik kesimpulan bahwa dalam mempresentasikan sebuah karya, untuk mendapatkan penggambaran suasana dapat dilakukan dengan cara menggunakan tangganada, ritmik, melodi, dan dinamika.Kata kunci Getsemani Musik program naratif Implementasi Ansambel campur Struktur dan bentukABSTRACTNarrative program music is one of a kind music. Like Church music which is currently developing a lot of extra-musical uses through stories or events in the Bible. However, it is rare to find narrative program music compositions for the Church using narration and vocals as story guides accompanied by musical instruments. In this way, the author is moved to create a composition with narration and vocals in a musical composition entitled “Gethsemane”. “Gethsemani” is a narrative program composition for a mixed ensemble consisting of violin 1, violin 2, viola, cello, contrabass, and tenor solo vocals. This composition was created to represent the atmosphere in the story of Jesus while praying in the garden of Gethsemane. The purpose of this composition is so that listeners can take the meaning or message to be used as material for contemplation. The methods used by the author during the process of creating this work include; determining concepts, observing several literature studies, determining titles, instruments, scales, writing narratives, and writing notations in which there is a creative process such as adding dynamics, determining melodies, and harmonies. The description of the atmosphere presented in this work is contained in the structure and form of the 5 movements. The analysis that has been done by the author draws the conclusion that in presenting a work, to get a description of the atmosphere can be done by using scales, rhythmic, melodic, and dynamics.Keywords Getsemani Narrative program music Implementation Mixed Ansambel Structure and form
“600 Meter” Komposisi untuk Formasi Combo Band: Sebuah Inspirasi dari Mengendarai Mesin Motor 2 Stroke Nugraha, Vernanda Pratama Prasetya; Sutaryo, Haris Natanael; Susanto, Hadi
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10520

Abstract

Pada penelitian ini, penulis melakukan eksplorasi komposisi musik dengan pendekatan melalui aspke-aspek kehidupan yang sering dijumpai yaitu motor mesin 2 stroke. Penulis menyusun elemen musik dari inspirasi menjadi sebuah komposisi musik Thrash Metal sebagai proses penyampaian visualisasi. Kajian pada penelitian ini menggunakan beberapa sumber buku untuk mendukung penelitian ini. Penulis menggunakan metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Nuansa tegang diciptakan menggunakan teknik pemilihan harmoni menggunakan akor triad lalu menambahkan nada extension di beberapa akor, pattern ritme banyak menggunakan teknik traditional blast dan inverse skank bleast yang payung besarnya adalah teknik blast beat pada drum, dan menerapkan riff dengan ritme yang konstan pada gitar.Kata kunci: Visual, Nuansa, Adrenalin, 2 stroke ““600 METER”: Composition for Combo Band Formation: An Inspiration from Riding a 2 Stroke Motorcycle EngineIn this study, the author conducted an exploration of music composition by approaching through aspects of life that are often found, namely motorcycles that have 2-stroke engine specifications. Compiling musical elements from inspiration into a Thrash Metal music composition as a process of delivering visualization. The author uses descriptive qualitative research methods. The tense nuance are created using harmony selection techniques using triad chords and then adding extension tones in several chords, many rhythm patterns using traditional blast techniques and inverse skank bleast whose big umbrella is the blast beat technique on the drums, and applying riffs with a constant rhythm on the guitar.Keywords: Visuals, Feel, Adrenaline, 2 strokes
“Masa-masa” Komposisi Musik berdasarkan Autobiografi Dalam Format Ansambel Campuran Hananta, Arya Putra; Laksono, Kardi; Sutaryo, Haris Natanael
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10356

Abstract

“Masa-masa” adalah karya musik program naratif yang terinspirasi dari autobiografi. Beberapa pengalaman yang terkenang menjadi ide ekstramusikal dalam pembuatan karya musik ini. Komposisi musik ini dibuat melalui beberapa proses penciptaan yaitu perenungan autobiografi, observasi karya referensi dan instrumen, penetapan konsep, penggarapan detail, dan penulisan notasi. Karya musik ini dibuat dengan menggunakan format ansambel campuran yang terdiri dari double quartet strings, combo, dan beberapa instrumen tiup. Terdapat empat gerakan dalam karya musik ini yang memiliki latar suasana yang berbeda. Latar suasana dari keempat gerakan didukung dengan unsur musikal ambient dan leitmotif sebagai media untuk merepresentasikan pengalaman dari autobiografi.Kata kunci: Autobiografi, Musik Program Naratif, Leitmotif, Ambient“Masa-masa” is a narrative program music inspired by autobiography. Several memorable experiences are the extramusical ideas in this piece of music. This musical composition was created through several creative processes, such as contemplate of autobiography, observing several music works as the refrences and observing each of the instruments, concepts setting, detailing the musical elements, and notations writing. This piece of music is composed with the mixed ensemble formation consisting of a double string quartet, combo, and several wind instruments. There are four movements in this piece of music which have different backgrounds and story. The mood of the four movements is supported by the ambient as the one of the musical element and leitmotifs to represent the experiences of the autobiography.Keywords: Autobiography, Narrative Program Music, Leitmotif, Ambient