Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Penggunaan Fuse Link Pada Fuse Cut Out Sistem Proteksi Gardu Distribusi Di PT. PLN (Persero) ULP Makale Yusac Febrian Tanak; I Wayan Sutama; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sukadana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.397

Abstract

Sebagai penyedia utama energi listrik nasional, PT PLN (Persero) dituntut menjaga keandalan sistem distribusi, khususnya jaringan tegangan menengah 20 kV yang paling rentan terhadap gangguan. Di wilayah ULP Makale, tingginya frekuensi gangguan yang dipengaruhi kondisi jaringan dan lingkungan, menyebabkan pentingnya evaluasi sistem proteksi gardu distribusi, terutama pada penggunaan fuse link di Fuse Cut Out (FCO). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian rating fuse link terhadap karakteristik pembebanan transformator dan arus hubung singkat pada sistem. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara teknis, serta analisis kuantitatif berdasarkan perhitungan arus beban penuh transformator dan arus hubung singkat dari impedansi sumber, trafo, dan penyulang. Hasil perhitungan menunjukkan arus nominal trafo 200 kVA sebesar 5,77 A dengan rekomendasi rating fuse link ideal 10 A (≈150% arus nominal), sedangkan kondisi terpasang sebesar 8 A. Arus hubung singkat maksimum yang diperoleh pada sisi 20 kV mencapai 845,19 A (3 fasa). Temuan ini menunjukkan bahwa rating eksisting masih mampu memberikan proteksi, namun belum sepenuhnya optimal menurut pendekatan teoritis. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala terhadap rating fuse link berbasis data pembebanan aktual dan analisis arus hubung singkat agar sistem proteksi tetap selektif, andal, serta mampu meminimalkan durasi dan luasnya pemadaman.
Sosialisasi Pentingnya Hak Suara untuk Mengurangi Angka Golput pada Pemilihan Umum di SMA Negeri 7 Denpasar Nyoman Anggara Putera Krismadhita Saber; I Wayan Sutama
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni (in press)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.9215

Abstract

Elections are a very important democratic process in the system of government in our country. Through elections, people have the opportunity to elect their representatives who will represent their interests in government. Thus, elections become a very important means of determining the direction of government policy and ensuring that people's interests are well represented. In addition, elections are also a means to strengthen democracy and build people's trust in the system of government. Therefore, every citizen must understand the importance of elections and use their voting rights to elect their representatives. Wise voters are sure to exercise their voting rights in the 2024 election to be held on February 14, 2024. Abstention is an abbreviation for “white faction” or “breakaway faction”, which refers to the attitude or actions of a person who decides not to vote in a general election or other election. In other words, an abstention is when a person chooses not to vote or does not vote for an available candidate in the election. Therefore, voting rights are very important for elections, but many people appreciate the importance of voting rights in elections.
Analisia Susut Energi Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Kubu Setelah Beroperasinya Gardu Induk Kubu Studi Kasus Penyulang Kubu PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur I Gusti Made Yoga Wijaya; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64391

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada UP3 Bali Timur. Susut disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak saluran listrik yang terlalu jauh, panjang jaringan, ketidakseimbangan beban, sambungan (connector) konduktor yang panas dll. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan beberapa cara yaitu penyisipan gardu induk, penyeimbangan beban penyulang dimana perbaikan tersebut bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan susut/losses setelah dilakukan perbaikan dan besar saving (kWH) yang dapat disimpan PLN. Setelah dilkukan analisa maka diperoleh total penurunan susut sebesar 1.568 kW dan saving energi 11.269,60 kWh dimana panjang jaringan dan penyeimbangan beban trafo mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan susut dari 5,61% menjadi 1,20% pada simulasi dan 1,89% pada perhitungan manual.