Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Penggunaan Fuse Link Pada Fuse Cut Out Sistem Proteksi Gardu Distribusi Di PT. PLN (Persero) ULP Makale Yusac Febrian Tanak; I Wayan Sutama; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sukadana
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.397

Abstract

Sebagai penyedia utama energi listrik nasional, PT PLN (Persero) dituntut menjaga keandalan sistem distribusi, khususnya jaringan tegangan menengah 20 kV yang paling rentan terhadap gangguan. Di wilayah ULP Makale, tingginya frekuensi gangguan yang dipengaruhi kondisi jaringan dan lingkungan, menyebabkan pentingnya evaluasi sistem proteksi gardu distribusi, terutama pada penggunaan fuse link di Fuse Cut Out (FCO). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian rating fuse link terhadap karakteristik pembebanan transformator dan arus hubung singkat pada sistem. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara teknis, serta analisis kuantitatif berdasarkan perhitungan arus beban penuh transformator dan arus hubung singkat dari impedansi sumber, trafo, dan penyulang. Hasil perhitungan menunjukkan arus nominal trafo 200 kVA sebesar 5,77 A dengan rekomendasi rating fuse link ideal 10 A (≈150% arus nominal), sedangkan kondisi terpasang sebesar 8 A. Arus hubung singkat maksimum yang diperoleh pada sisi 20 kV mencapai 845,19 A (3 fasa). Temuan ini menunjukkan bahwa rating eksisting masih mampu memberikan proteksi, namun belum sepenuhnya optimal menurut pendekatan teoritis. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala terhadap rating fuse link berbasis data pembebanan aktual dan analisis arus hubung singkat agar sistem proteksi tetap selektif, andal, serta mampu meminimalkan durasi dan luasnya pemadaman.
Sosialisasi Pentingnya Hak Suara untuk Mengurangi Angka Golput pada Pemilihan Umum di SMA Negeri 7 Denpasar Nyoman Anggara Putera Krismadhita Saber; I Wayan Sutama
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.9215

Abstract

Elections are a very important democratic process in the system of government in our country. Through elections, people have the opportunity to elect their representatives who will represent their interests in government. Thus, elections become a very important means of determining the direction of government policy and ensuring that people's interests are well represented. In addition, elections are also a means to strengthen democracy and build people's trust in the system of government. Therefore, every citizen must understand the importance of elections and use their voting rights to elect their representatives. Wise voters are sure to exercise their voting rights in the 2024 election to be held on February 14, 2024. Abstention is an abbreviation for “white faction” or “breakaway faction”, which refers to the attitude or actions of a person who decides not to vote in a general election or other election. In other words, an abstention is when a person chooses not to vote or does not vote for an available candidate in the election. Therefore, voting rights are very important for elections, but many people appreciate the importance of voting rights in elections.
Analisia Susut Energi Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Kubu Setelah Beroperasinya Gardu Induk Kubu Studi Kasus Penyulang Kubu PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur I Gusti Made Yoga Wijaya; I Wayan Sukadana; I Wayan Sutama; I Wayan Suriana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64391

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada UP3 Bali Timur. Susut disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak saluran listrik yang terlalu jauh, panjang jaringan, ketidakseimbangan beban, sambungan (connector) konduktor yang panas dll. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan beberapa cara yaitu penyisipan gardu induk, penyeimbangan beban penyulang dimana perbaikan tersebut bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan susut/losses setelah dilakukan perbaikan dan besar saving (kWH) yang dapat disimpan PLN. Setelah dilkukan analisa maka diperoleh total penurunan susut sebesar 1.568 kW dan saving energi 11.269,60 kWh dimana panjang jaringan dan penyeimbangan beban trafo mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan susut dari 5,61% menjadi 1,20% pada simulasi dan 1,89% pada perhitungan manual.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PLTDG DI PT. PLN INDONESIA POWER UNIT PEMARON I Wayan Sugara Yasa; I Wayan Sutama; I Wayan Dikse Pancana
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 15, NO.1, MARET 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v15i1.1-10

Abstract

Penelitian ini fokus dalam mengkaji pemilihan bahan bakar yang tepat agar mendapatkan bahan bakar yang efisien dan ekonomis untuk jenis pembangkit listrik tenaga diesel gas (PLTDG) yang bisa menggunakan dua bahan bakar yang berbeda secara bergantian yaitu bahan bakar LNG (Liquified Natural Gas) dan HSD (High Speed Diesel). Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dengan metode studi literatur, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan persentase pembebanan pada pembangkit memiliki pengaruh terhadap efisiensi thermal dimana semakin tinggi persentase pembebanan maka semakin menurun nilai efisiensi thermal. Bahan bakar jenis LNG memiliki efisiensi yang lebih baik karena dengan nilai rata-rata persentase pembebanan yang jauh lebih tinggi dari HSD namun memiliki nilai efisiensi thermal yang hampir sama. Begitu juga dengan biaya produksi energi listrik per kWh bahan bakar LNG memiliki biaya produksi yang lebih ekonomis dari bahan bakar HSD. Penelitian ini menyarankan pada pembangkit berjenis thermal agar menggunakan bahan bakar LNG sebagai bahan bakar utama.
Development Of Smart Energy Monitoring Internet of Things System Based on App Inventor for Electric Energy Efficiency I Wayan Dikse Pancane; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sutama
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2006

Abstract

Electricity Demand for electrical energy in the food industry, including restaurants, continues to increase alongside the use of high-powered production equipment. This study aims to develop an Internet of Things (IoT)-based electrical load monitoring and control system using App Inventor at the Bakmi GM Denpasar production unit. The system consists of two components: a server (App Inventor) and a client (a microcontroller device based on a current sensor). Methods used include hardware design for power consumption data acquisition and development of a user interface for real-time monitoring and control. Test results show that the system can detect and manage electrical loads with 96.8% accuracy and reduce energy consumption by 18.5%, compared to before the system was implemented. These results demonstrate that integrating IoT technology into industrial electricity systems can significantly improve energy efficiency, reduce energy waste, and support environmental sustainability.
Evaluasi Kinerja Peralatan 20 kV di Gardu Induk Pemaron terhadap Dampak Penambahan Pembangkit 110 MW Ari Saputra Gunarta; I Wayan Sukadana; I Nyoman Gede Adrama; I Wayan Sutama
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i8.32962

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi listrik di Sistem Bali yang terus berkembang mendorong perlunya penambahan kapasitas pembangkit guna menjaga keandalan pasokan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja peralatan distribusi 20 kV di Gardu Induk Pemaron akibat integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa berkapasitas 110 MW. Evaluasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui simulasi aliran daya dan arus hubung singkat pada tiga skenario operasi, yaitu pembangkitan 60 MW, 110 MW, serta 110 MW pada kondisi salah satu transformator daya tidak beroperasi (kontingensi N-1). Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi normal dengan kedua transformator beroperasi, pembebanan transformator daya, Circuit Breaker (CB), dan Current Transformer (CT) masih berada dalam batas kemampuan peralatan. Namun, arus hubung singkat mengalami peningkatan dari 19,20 kA menjadi 23,66 kA pada skenario 110 MW, dan mencapai 33,21 kA pada kondisi kontingensi. Selain itu, nilai arus gangguan tersebut telah melampaui kemampuan pemutusan Load Break Switch (LBS) yang terpasang sebesar 16 kA. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengoperasian PLTD 110 MW masih layak dilakukan pada kondisi normal, sedangkan pada kondisi kontingensi diperlukan pembatasan operasi dan peningkatan spesifikasi LBS untuk menjaga keandalan serta keamanan sistem distribusi tenaga listrik.