Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relation Of Education, Age, And Parity To The Choice Of Family Planning Methods Maryuni Maryuni
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 7, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.322 KB) | DOI: 10.21927/jnki.2019.7(2).105-110

Abstract

Indonesia is the fourth largest contributor to the population in the world after China, India and the United States. The 2017 IHDS showed the total fertility rate (TFR) was 2.4 children per woman. One program to reduce population growth rates and TFR is through the Family Planning (KB) program. This study aims to determine the relationship of education, age and parity to the choice of contraceptive methods for long and short-terms in Tanjung Anom Village, Salaman Subdistrict, Magelang Regency, Central Java Province. This research is descriptive analytic with cross sectional method. The data collection was done in October 2015. The study sample was women of childbearing age who used contraception in both long and short terms, as many as 46 people. The research instrument used was a questionnaire. Data was analyzed by univariate and bivariate. The result of the study showed that there was no significant relationship among education, age and parity towards the choice of both long and non-long contraception methods. The selection of contraceptive method is not only influenced by education, age and parity, but also by Socio-Demographic factors, Socio-Psychological factors, and health services
Penyebab Langsung dan Penyebab Tidak Langsung Terjadinya Stunting pada Anak Balita Legina Anggraeni; Mella Yuria; Maryuni Maryuni; Irwanti Gustina
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.358

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi anak yang mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi tersebut antara lain dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berisiko mengalami penurunan kemampuan intelektual dan berisiko mengalami penyakit degeneratif dikemudian hari. Ada dua klasifikasi penyebab dari stunting yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara penyebab langsung dan penyebab tidak langsung kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampel yang digunakan sebesar 75 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pengukuran berat badan serta tinggi badan secara langsung kepada balita. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara penyebab langsung (berat badan lahir dengan p-value 0,001 dan tinggi badan ibu dengan p-value 0,022) dan penyebab tidak langsung (pola asuh dengan p-value 0,002, pendidikan ibu dengan p-value 0,03, pengetahuan dengan p-value 0,043) terhadap kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat lahir, tinggi badan ibu, pola asuh, pendidikan ibu dan pengetahuan terhadap kejadian stunting. Saran kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi pra nikah dan memperkuat pelayanan kepada ibu hamil untuk mencegah komplikasi yang dapat menimbulkan stunting pada anak yang dilahirkan. Kata kunci  : Stunting, balita, penyebab langsung, penyebab tidak langsung Abstract Stunting is a worrying child nutrition problem. The impact of these conditions, among others, can inhibit brain growth and development so that they are at risk of decreased intellectual ability and at risk developing degenerative diseases in the future. There are two classifications of stunting events: direct causes and indirect causes. This study aimed to find out the relationship between immediate causes and indirect causes with stunting events. The method used is quantitative with a cross-sectional design in Kramat Jati subdistrict, East Jakarta 75 respondents used the sample. Data collection techniques using questionnaires and measurements of weight and height directly to toddlers. The results obtained in this study there is a significant relationship between direct causes (birth weight with a p-value of 0.001 and length of mother's body with a p-value of 0.022) and indirect causes (parenting with a p-value of 0.002, maternal education with a p-value of 0.03, knowledge with a p-value of 0.043) to stunting events in toddlers. This study a concludes a relationship between weight birth, maternal height, parenting, maternal education and knowledge to stunting events. Advice health workers to provide premarital education and strengthen services to pregnant women to prevent complications that can cause stunting in children born. Keywords            :               Stunting, toddler, direct cause, indirect cause
Update Vaksinasi Covid-19: Ibu Hamil dan Menyusui Kenapa Harus Takut Vaksinasi Covid-19? Legina Anggraeni; Maryuni Maryuni
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v5i1.396

Abstract

Pandemi covid-19 menjadi sebuah ancaman kesehatan bagi kelompok rentan terutama pada ibu hamil dan menyusui. Program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok nyatanya masih memiliki tantangan tersendiri terutama penerimaan terhadap vaksin dan berita hoax yang tersebar dikalangan masyarakat. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan mengenai vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui adalah memberikan pengetahuan terbaru tentang vaksin covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui serta menepis berita negatif (mitos) seputaran vaksinasi. Metode yang digunakan dalam proses pemberian edukasi ini dilakukan secara virtual (daring) melalui zoom meeting dengan memaparkan materi menggunakan video dan presentasi power point. Total peserta yang mengikuti kegitan ini berjumlah 67 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapati peserta kegiatan ini didominasi oleh jenis kelamin perempuan sebesar 70,15% dan tipe pekerjaan lebih banyak adalah ibu rumah tangga sebesar 25,5%. Tingkat pengetahuan baik sebelum pemberian edukasi sebesar 16,4% sedangkan tingkat pengetahuan baik sesudah dilaksanakan kegiatan meningkat menjadi 62,7%.
Dampak Pencemaran terhadap Kualitas Air DAS Ciliwung Berdasarkan Data ONLIMO Neni Triana; Maryuni Maryuni; Uci Sulandari
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8151

Abstract

The Ciliwung River Basin is a strategic watershed with significant ecological, social, and economic functions, yet it is increasingly threatened by land use change, rapid urbanization, and water pollution, particularly in the Jakarta metropolitan area. This study aims to assess the water quality condition of the Ciliwung River based on real time monitoring data from the ONLIMO system and to examine spatial and temporal variations in water quality status along the middle and downstream segments. A descriptive quantitative approach was applied using secondary data obtained from three ONLIMO monitoring stations, namely Masjid Istiqlal, Pintu Air Manggarai, and Kelapa Dua Srengseng Sawah, during the period of 6–12 May 2025. The analyzed parameters included temperature, dissolved oxygen, Biochemical Oxygen Demand, nitrate, ammonia, and other relevant physicochemical indicators. The results indicate that the water quality of the Ciliwung River generally falls within lightly to moderately polluted categories, with higher pollution levels observed in the middle segment of the river. Critical parameters influencing pollution status include Biochemical Oxygen Demand, nitrate, ammonia, and consistently low dissolved oxygen levels. These findings demonstrate that pollution in the Ciliwung River is persistent and cumulative, highlighting the urgency of integrated watershed management, strengthening real time water quality monitoring, and enhancing cross sector collaboration to support effective pollution control and sustainable river restoration.