Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL TERHADAP PERSIAPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU MENOPAUSE GUNA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS: MUSCULOSKELETAL PHYSIOTHERAPY STRATEGIES FOR PREPARING HEALTH SERVICES FOR MENOPAUSAL WOMEN TO ACHIEVE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Quamila, Ashifa; Usman, Rezky Amaliah; Asnawi, Nanang; Triichwannurhaq, Thariq; Nur Ihsan, Azhar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2203

Abstract

Menopause adalah tahap alami dalam kehidupan wanita yang lebih tua, yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen, yang memengaruhi banyak aspek kesehatan. Kadar estrogen yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit kardiovaskular dan gangguan muskuloskeletal. Strategi fisioterapi muskuloskeletal, khususnya latihan olahraga, dapat meningkatkan kualitas hidup ibu menopause dengan mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilitas sendi, dan mencegah komplikasi terkait. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesehatan dan memberikan intervensi fisioterapi bagi ibu menopause untuk mendukung sustainable development goals poin ketiga dalam mencapai tujuan hidup sehat dan sukses. Metode yang digunakan termasuk pendidikan dan pelatihan dalam program latihan ketahanan untuk menangani peserta Posyandu Lansia Salam. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di antara para peserta dan peningkatan status fisik setelah berpartisipasi dalam program ini. Kesimpulannya, fisioterapi muskuloskeletal berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu menopause. Oleh karena itu, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak.
Hubungan Sikap Duduk Unergonomic Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah dan Perubahan Kurva Lumbal Pada Operator Alat Berat di PT. RCI Kalimantan Timur Usman, Rezky Amaliah; Quamila, Ashifa; Cahya, Wahyuni Dwi; Zulkiah Surur, Andi Ainun; Lubis, Zidni Imanurrohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32099

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah kondisi yang ditandai oleh rasa nyeri, kekakuan otot, atau ketegangan pada area antara tulang rusuk bagian bawah hingga lipatan otot gluteus. Postur kerja yang tidak ergonomis, seperti duduk membungkuk atau bekerja dalam waktu yang lama, dapat memicu keluhan muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah akibat tekanan berlebih. Prevalensi nyeri punggung bawah diperkirakan sekitar 15- 45% setiap tahun, dengan sekitar 90% kasus disebabkan oleh postur tubuh yang salah saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara sikap duduk yang tidak ergonomis dengan prevalensi nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor ergonomis yang berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal pada operator alat berat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study, menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS), Flexicurve, dan Kuesioner Sikap Duduk berdasarkan metode REBA serta faktor risiko ergonomis menurut UCLA-LOSH dan WHO. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman, ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,002 < 0,05). Hasil uji statistik Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,000 < 0,05).