Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sikap Duduk Unergonomic Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah dan Perubahan Kurva Lumbal Pada Operator Alat Berat di PT. RCI Kalimantan Timur Usman, Rezky Amaliah; Quamila, Ashifa; Cahya, Wahyuni Dwi; Zulkiah Surur, Andi Ainun; Lubis, Zidni Imanurrohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32099

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah kondisi yang ditandai oleh rasa nyeri, kekakuan otot, atau ketegangan pada area antara tulang rusuk bagian bawah hingga lipatan otot gluteus. Postur kerja yang tidak ergonomis, seperti duduk membungkuk atau bekerja dalam waktu yang lama, dapat memicu keluhan muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah akibat tekanan berlebih. Prevalensi nyeri punggung bawah diperkirakan sekitar 15- 45% setiap tahun, dengan sekitar 90% kasus disebabkan oleh postur tubuh yang salah saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara sikap duduk yang tidak ergonomis dengan prevalensi nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor ergonomis yang berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal pada operator alat berat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study, menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS), Flexicurve, dan Kuesioner Sikap Duduk berdasarkan metode REBA serta faktor risiko ergonomis menurut UCLA-LOSH dan WHO. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman, ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,002 < 0,05). Hasil uji statistik Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,000 < 0,05).
Latihan Bahu Untuk Pencegahan Cedera Bahu Pada Perenang: Tinjauan Sistematis Arsal, Ulfah Widyastuti; Sarifin, Sarifin; Arimbi, Arimbi; Zulkiah Surur, Andi Ainun; Luthfi M., Chaerul Fadly Mochtar
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.23120

Abstract

Swimmer’s shoulder adalah cedera musculoskeletal yang paling sering terjadi pada perenang. Tingginya insidensi cedera bahu pada populasi atlet menekankan pentingnya strategi pencegahan efektif. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh yang mencakup pencegahan cedera. Tujuan dari review ini adalah untuk mengidentifikasi, mengkritisi dan merangkum bukti-bukti hasil studi yang tersedia terkait program latihan pencegahan pada cedera bahu perenang. Sumber data diambil dari Proquest, Sciencedirect dan Google cendekia. Rentang data pencarian dari tahun 2020 sampai 2025. Kriteria inklusia yaitu mengevaluasi program latihan pencegahan cedera bahu pada perenang  desain studi randomized controlled trials (rcts), prospective cohort studies, dan cross sectional. Proses ekstraksi data mencakup identifikasi tujuan, metode, karakteristik sampel, jenis intervensi, instrumen pengukuran, dan temuan utama dari penelitian yang dianalisis. Sintesis data dilakukan melalui tinjauan sistematis. Dari penelusuran di berbagai database, ditemukan 62 studi, dan setelah seleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan, terpilih 6 studi yang relevan. Hasil review ditemukan perenang memiliki risiko cedera bahu yang cukup tinggi, dan latihan penguatan otot rotator cuff yang dikombinasi dengan penguatan otot core ditemukan sebagai pendekatan yang paling direkomendasikan dalam program pencegahan cedera bahu pada atlet renang