Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kombinasi Muscle Extension Strength Exercise dengan Kinesiotapping Terhadap Penurunan Nyeri dan Meningkatkan ROM serta Aktifitas Fungsional Lumbal Pada Pasien Hernia Nucleus Pulposus Quamila, Ashifa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v4i2.22291

Abstract

Hernia nucleus pulposus adalah suatu kondisi yang dimana terjadi penonjolan pada annulus fibrosus ke dalam lumen kanalis vertebralis sehingga nucleus pulposus robek karena cakram intervertebralis degeneratif. Kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping adalah metode lama yang dikembangkan untuk pemberian treatment kemudian diaplikasikan pada pasien hernia nucleus pulposus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping dalam menurunkan nyeri, meningkatkan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada hernia nucleus pulposus di Laboratorium Program Studi S-1 Fisioterapi STIKES Telogorejo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien lansia di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang sebanyak 40 orang terbagi dalam 2 kelompok, dimana kelompok kontrol (n=20) mendapatkan intervensi kinesiotapping sedangkan kelompok perlakuan (n=20) mendapatkan intervensi kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yang berjumlah sebanyak 10 kali treatment. Hasil persentase menunjukkan pada kelompok perlakuan sebesar 12,05% dan pada kelompok kontrol sebesar 4,28%. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan dan efektivitas kombinasi muscle extension strength exercise dengan kinesiotapping terhadap penurunan nyeri kemudian peningkatan ROM serta aktifitas fungsional lumbal pada pasien hernia nucleus pulposus.
EFEKTIVITAS VISCERAL MANIPULATION DAN KEGEL EXERCISE DALAM MENGATASI GANGGUAN INKONTINENSIA URINE: SEBUAH STUDI SCOPING REVIEW Simbolon, Melisa Cindy; Quamila, Ashifa; Eka Jayanti, Neti; Achmad, Arisandy
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v4i1.7074

Abstract

Latar Belakang: Inkontinensia urine (IU) adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa mengontrol buang air kecil, menyebabkan kebocoran urine. Hal ini disebabkan oleh kelemahan pada muscle sfingter dan peningkatan kontraksi muscle detrusor. Visceral manipulation meningkatkan mobilitas organ seperti bladder untuk memperbaiki fungsinya dan mengurangi pembatasan atau adhesi yang mempengaruhi sistem urine. Kegel exercise membantu meningkatkan kontrol dan kekuatan muscle sfingter melalui rangsangan kimiawi, neuromuskuler, dan muskuler sehingga dapat meningkatkan kontrol dan kekuatan pada pelvic floor muscle. Metode: Pencarian 10 data yang digunakan dalam penelitian literature scoping review dilakukan pada 10 Februari – 21 Juni 2024. Sumber data sekunder yang didapatkan berupa artikel jurnal bereputasi internasional dengan menggunakan tiga database dengan kriteria kualitas tinggi dan sedang, yaitu ScienceDirect, PUBMED, Physiotherapy Evidence Database (PEDro) yang dipublikasikan dua belas tahun terakhir. Hasil: Dari 10 penelitian, rata-rata berjumlah 589 perempuan dan 140 laki-laki, dengan inkontinensia urine jenis stres yang berjumlah 252 kasus. Terdapat, enam jurnal menggunakan kuesioner ICIQ-SF, KHQ, dan IIQ untuk menilai gejala dan dampak terhadap kualitas hidup. Dan terdapat dua jurnal yang membahas kegel exercise menggunakan skala oxford untuk mengukur kekuatan pelvic floor muscle, sedangkan dua jurnal yang membahas visceral manipulation menggunakan elektromiografi untuk mengukur aktivitas dan kekuatan pelvic floor muscle. Simpulan: Pemberian visceral manipulation dapat mengangkat bladder yang terkena tekanan melalui manipulasi, sehingga mengurangi kebocoran urine. Namun, dua jurnal tentang visceral manipulation (osteopathic manipulation) memerlukan penelitian lebih lanjut dengan durasi intervensi yang lebih panjang dan ukuran sampel yang lebih besar. Sementara itu, tujuh jurnal kegel exercise terbukti efektif mengurangi kebocoran urine dengan memperkuat pelvic floor muscle melalui kontraksi dan relaksasi.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Ergonomic Kerja Menuju Healty Working Usman, Rezky Amaliah; Quamila, Ashifa; Dom, Monica
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i3.879

Abstract

Masalah kesehatan kerja, khususnya gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis, masih sering ditemukan pada masyarakat pekerja di Kelurahan Air Hitam, Samarinda. Minimnya pengetahuan mengenai sikap dan posisi kerja yang benar menyebabkan menurunnya kualitas kerja dan peningkatan risiko cedera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ergonomi kerja melalui edukasi berbasis siaran radio. Metode yang digunakan adalah talk show interaktif di Radio ITKES WHS (91,7 FM) dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi peserta dengan 10 pertanyaan yang masuk, di mana 70% berhasil dijawab selama siaran berlangsung. Edukasi ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta mengenai postur kerja yang sehat dan pentingnya stretching sebagai upaya preventif. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku kerja yang lebih sehat dan dapat dijadikan model edukasi ergonomi berbasis media massa di masa mendatang
STRATEGI FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL TERHADAP PERSIAPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU MENOPAUSE GUNA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS: MUSCULOSKELETAL PHYSIOTHERAPY STRATEGIES FOR PREPARING HEALTH SERVICES FOR MENOPAUSAL WOMEN TO ACHIEVE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Quamila, Ashifa; Usman, Rezky Amaliah; Asnawi, Nanang; Triichwannurhaq, Thariq; Nur Ihsan, Azhar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2203

Abstract

Menopause adalah tahap alami dalam kehidupan wanita yang lebih tua, yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen, yang memengaruhi banyak aspek kesehatan. Kadar estrogen yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit kardiovaskular dan gangguan muskuloskeletal. Strategi fisioterapi muskuloskeletal, khususnya latihan olahraga, dapat meningkatkan kualitas hidup ibu menopause dengan mengurangi rasa sakit, meningkatkan mobilitas sendi, dan mencegah komplikasi terkait. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesehatan dan memberikan intervensi fisioterapi bagi ibu menopause untuk mendukung sustainable development goals poin ketiga dalam mencapai tujuan hidup sehat dan sukses. Metode yang digunakan termasuk pendidikan dan pelatihan dalam program latihan ketahanan untuk menangani peserta Posyandu Lansia Salam. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di antara para peserta dan peningkatan status fisik setelah berpartisipasi dalam program ini. Kesimpulannya, fisioterapi muskuloskeletal berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu menopause. Oleh karena itu, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak.
Hubungan Sikap Duduk Unergonomic Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah dan Perubahan Kurva Lumbal Pada Operator Alat Berat di PT. RCI Kalimantan Timur Usman, Rezky Amaliah; Quamila, Ashifa; Cahya, Wahyuni Dwi; Zulkiah Surur, Andi Ainun; Lubis, Zidni Imanurrohmah
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32099

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah kondisi yang ditandai oleh rasa nyeri, kekakuan otot, atau ketegangan pada area antara tulang rusuk bagian bawah hingga lipatan otot gluteus. Postur kerja yang tidak ergonomis, seperti duduk membungkuk atau bekerja dalam waktu yang lama, dapat memicu keluhan muskuloskeletal, termasuk nyeri punggung bawah akibat tekanan berlebih. Prevalensi nyeri punggung bawah diperkirakan sekitar 15- 45% setiap tahun, dengan sekitar 90% kasus disebabkan oleh postur tubuh yang salah saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara sikap duduk yang tidak ergonomis dengan prevalensi nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor ergonomis yang berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah dan perubahan kurva lumbal pada operator alat berat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study, menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS), Flexicurve, dan Kuesioner Sikap Duduk berdasarkan metode REBA serta faktor risiko ergonomis menurut UCLA-LOSH dan WHO. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman, ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,002 < 0,05). Hasil uji statistik Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0,776 > 0,05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk unergonomic dengan perubahan kurva lumbal (p=0,000 < 0,05).
Analysis of Contributing Factors Influencing Carpal Tunnel Syndrome Incidence Among Dental Practitioners Cahya, Wahyuni Dwi; Listiyawati; Khusnah, Yatun Nur; Quamila, Ashifa; Achmad, Arisandy; Sulfandi
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : One of the most common Musculoskeletal Disorders (MSD) in dentists is Carpal Tunnel Syndrome (CTS). The work of dentists with repetitive flexion and extension movements of the radiocarpal articulation can increase the risk of CTS. Patients with CTS most often experience numbness, tingling, and pain along the distribution of the median nerve, which can interfere with work. Objective : This study aims to determine the factors that influence the occurrence of carpal tunnel syndrome in dentists. Research Methods/ Implementation Methods : This study is an analytical observational study with a cross-sectional design. It included 144 dentists in Samarinda City as samples. Results : The results of the study showed that 46 (31.9%) dentists experienced CTS complaints, and 98 (68.1%) dentists did not experience CTS complaints. The bivariate analysis showed that factors related to the risk of CTS (p <0.05) were Age, Nutritional Status, Repetitive Movements, Length of Work, and Length of Service. At the same time, factors unrelated to the risk of CTS were Gender. However, in the results of the logistic regression analysis, there were only three risk factors for CTS, namely Repetitive Movement Factor (p = 0.011; OR = 4.44), Length of Work (p = 0.017; OR = 3.137), and Length of Service (p = 0.048; OR = 8.465). Conclusion/Lesson Learned : Risk factors associated with CTS are Repetitive Movement, Length of Work, and Length of Service. Risk factors not associated with CTS are Age and Nutritional Status.