Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Pembinaan ibadah shalat di TPA An-Nubuwwah Desa Sidosari Natar Lampung Selatan Ningsih, Apria; Nugroho, Anggi Septia; Putra, Arizal Eka
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i1.18840

Abstract

This research aims to find out what prayer coaching strategies are carried out for children at the An-Nubuwwah Al-Qur'an Education Park (TPA). The method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. The research informant was one of the ustadz or supervisors at An-Nubuwwah TPA. Data analysis was carried out descriptively. The results of the research show that the prayer coaching carried out by the ustadz consists of several methods, namely: 1) learning activities are carried out with question and answer sessions, so that children are involved during the coaching. 2) show a disciplined attitude such as being solemn and calm, in order to be a good example for children. 3) carry out a demonstration of prayer practice in an interesting and exciting way. 4) provide motivation by appreciating the various efforts that children have made in learning to pray. And 5) carrying out evaluation sessions by correcting and providing additional assignments. In addition, this research identified various obstacles experienced when coaching prayer services, including environmental factors, limited time for coaching, and the lack of parents' role in providing motivation and support. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembinaan ibadah shalat yang dilakukan terhadap anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) An-Nubuwwah. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian adalah salah satu ustadz atau pembina di TPA An-Nubuwwah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan ibadah shalat yang dilakukan oleh ustadz terdiri dari beberapa metode yaitu: 1) aktivitas pembelajaran dilakukan dengan sesi tanya jawab, sehingga anak ikut terlibat selama pembinaan berlangsung. 2) menunjukkan sikap disiplin seperti khusyuk dan tenang, agar menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. 3) melakukan demonstrasi praktik shalat dengan cara yang menarik dan seru. 4) memberikan motivasi dengan mengapresiasi berbagai usaha yang telah dilakukan anak-anak dalam mempelajari shalat. Serta 5) melaksanakan sesi evaluasi dengan mengoreksi dan memberikan tugas tambahan. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi berbagai kendala yang dialami saat pembinaan ibadah shalat, termasuk faktor lingkungan, keterbatasan waktu pembinaan, serta kurangnya peran orang tua dalam memberikan motivasi dan dukungan.
Edukasi GEMAR AKTIF sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Elika, Amanda Catur; Al Ikhsani, Nabilla Ardi; Amalia, Vika; Ningsih, Apria; Subekti, Alifiah Keysa Ramadani; Matahari, Ratu
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): IJPM - April 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1084

Abstract

Rendahnya konsumsi buah dan sayur serta kurangnya aktivitas fisik di RT 06 Dusun Wonocatur, Banguntapan, Yogyakarta, menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus, sebagaimana teridentifikasi melalui diagnosis komunitas pada 44 kepala keluarga dengan prioritas masalah skor USG tertinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini penting untuk mendorong perilaku hidup sehat sebagai upaya promotif-preventif sesuai pedoman gizi seimbang Kemenkes RI. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan intervensi GEMAR AKTIF berupa penyuluhan edukasi menggunakan leaflet, pretest-posttest (21 soal pilihan ganda), senam sehat, dan makan buah bersama pada 16 Januari 2026, diikuti analisis Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat dengan skor posttest rata-rata 19,38 ± 1,02 dibanding pretest 16,50 ± 2,16 (p=0,001). Program ini efektif menurunkan risiko PTM melalui pendekatan terintegrasi, sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di komunitas.