Rizka Halida
Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, Depok

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ecopsy

Peranan identitas diri terhadap unethical behavior ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan Nadia Khairina; Rizka Halida
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.03.008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebutuhan rekognisi dan Sepertinya tidak ada hari tanpa pemberitaan terkait perilaku tidak etis yang dilakukan oleh politisi, selebriti, atlet profesional, atau pimpinan suatu perusahaan besar. Telah banyak intervensi yang digunakan untuk mengurangi munculnya perilaku tidak etis, Namun, pelanggaran-pelanggaran atau perilaku tidak etis masih terjadi dan bermacam-macam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran identitas diri dalam mempengaruhi penurunan intensitas perilaku tidak etis, (2) peran kehadiran orang lain yang diuntungkan dalam meningkatkan intensitas perilaku tidak etis, serta (3) pengaruh identitas diri terhadap intensitas diri ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan (penerima manfaat). Dengan desain penelitian 2 (identitas diri: priming & non-priming) x 2 (manipulasi pembayaran: individual & dyad). Partisipan berjumlah 200 orang (laki-laki: 58 orang). Penelitian menggunakan soal matematika sebanyak 20 soal. Unethical behavior akan dihitung berdasarkan klaim jumlah jawaban benar yang dituliskan oleh partisipan dari persoalan matematika yang mereka kerjakan. Hasil penelitian akan dianalisis dengan multiple regression. Hasilnya menunjukkan bahwa aktivasi identitas diri memiliki pengaruh dalam menurunkan intensitas perilaku tidak etis. Namun, aktivasi identitas diri menjadi meningkatkan intensitas perilaku tidak etis ketika adanya kehadiran orang lain yang diuntungkan.
Peran status sosial sebagai moderator pada pengaruh keanggotaan kelompok terhadap evaluasi kritik Risna Febriani; Rizka Halida; Amarina Ariyanto
Jurnal Ecopsy Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.918 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v6i2.6547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keanggotaan kelompok terhadap intergroup sensitivity effect (ISE) yang dimoderatori oleh status sosial sumber kritik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 (keanggotaan kelompok: ingroup vs outgroup) x 2 (status sosial: status sosial tinggi vs status sosial rendah) dengan between subjects design. Target kritik adalah mahasiswa Universitas Indonesia. Isi kritik berkaitan dengan kurangnya fasilitas yang terdapat di Universitas Indonesia. Sumber kritik ingroup adalah pimpinan eksekutif dan staf Universitas Indonesia, sementara sumber kritik outgroup adalah pimpinan eksekutif dan staf Universitas Gadjah Mada. Status sosial sebagai moderator divariasi berdasarkan jabatan di universitas. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 400 orang. Analisis data yang digunakan adalah two ways analysis of variance (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis, keanggotaan kelompok menjadi prediktor dalam perbedaan evaluasi kritik yang disampaikan ingroup dan outgroup. Status sosial sumber kritik juga diterbukti dapat meningkatkan evaluasi outgroup menjadi lebih positif.