Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Virgin Coconut Oil (VCO) Terbukti Efektif untuk Menurunkan Derajat Diapers Rash pada Bayi Evi Sofyan; Nyimas Heny Purwati; Anita Apriliawati; Prastowo Sidi Pramono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15308

Abstract

 Skin disorders that often occur in infants include atopic dermatitis, seborrhea, boils, miliariasis, allergies, and inflammation in the form of skin rashes known as diaper rash. One nursing intervention that can be done is the use of virgin coconut oil. This study aimed to test the effectiveness of virgin coconut oil to reduce the degree of diaper rash in infants. This study applied a pretest and posttest with control group design. The sample was selected using a purposive sampling technique so that 36 respondents were divided into the treatment group and the control group. Diaper rash was measured through observation using the New DDS, then the data obtained were analyzed using a paired samples t-test. The results of the analysis showed that the p value for the control group and the treatment group were each less than 0.05, but there was a greater decrease in the treatment group. Based on the results of the study, it was concluded that virgin coconut oil is effective in reducing the degree of diaper rash and can be an independent nursing intervention.Keywords: diapers rash; virgin coconut oil; infants ABSTRAK Gangguan kulit yang sering timbul pada bayi antara lain dermatitis atopik, seborrhea, bisul, miliariasis, alergi, dan peradangan berupa ruam kulit yang dikenal dengan diapers rash. Salah satu intervensi keperawatan yang bisa dilakukan yaitu penggunaan virgin coconut oil. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas virgin coconut oil untuk menurunkan derajat diapers rash pada bayi. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest and posttest with control group. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan 36 responden yang di bagi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Diaper rash diukur melalui observasi menggunakan New DDS, lalu data yang diperoleh dianalisis menggunakan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan masing-masing adalah kurang dari 0,05, namun terjadi penurunan lebih banyak pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa virgin coconut oil efektif untuk menurunkan derajat diapers rash dan bisa menjadi intervensi mandiri keperawatan.Kata kunci: diapers rash; virgin coconut oil; bayi
PELATIHAN KADER POSYANDU MENINGKATKAN PENGETAHUAN SKRINING PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA Dayana Noprida; Damayanti Palopa; Sarini Sarini; Tri Imroatun; Wahyuni Agustina; Sahariah Sahariah; Titin Sutini; Anita Apriliawati; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1352

Abstract

Pada masa periode emas, balita akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan cepat serta tidak dapat terulang kembali. Adanya penyimpangan pada tahap ini akan sulit diatasi bila sudah terlambat terjadi. Adanya skrining perkembangan pada balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Prekembangan (KPSP) menjadi fasilitasi untuk melakukan deteksi secara dini. Skrining KPSP dapat dilakukan oleh tenaga non kesehatan termasuk Kader. Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur memiliki jumlah kader yang banyak namun masih sedikit yang memiliki pengetahuan tentang skrining KPSP. Adanya pandemic Covid membuat pertemuan secara langsung tidak dapat dilakukan. Pelatihan off the job training dapat menjadi alternatif bagi kader Posyandu Balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader terhadap peningkatan pengetahuan skrining dengan instrumen KPSP pada kader Posyandu wilayah Pasar ReboDesain penelitian menggunakan Pre experiment one group pre-test-posttest without control. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandtu Wilayah Pasar Rebo Jakarta Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 70 kader. Penelitian menggunakan metode off the job training via zoom meeting. Analsis data menggunakan uji T Paired. Hasil penelitian didapatkan peningkatan pengetahuan rata-rata kader adalah 29,64±13,08. Uji statistic didapatkan  p value=0,000 yang berarti bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap peningkatan pengetahuan tentang skrining pertumbuhan dan perkembangan  balita dengan KPSP di Wilayah Pasar Rebo Jakarta. Pelatihan kader dengan metode off the job training dinilai efektif pada masa pandemic Covid 19 untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi perkembangan bayi menggunakan KPSP.
Halotherapy pada Anak dengan Penyakit Respirasi: A Scooping Review Kartika Alifah; Suci Dewi Utami; Yuke Liza Fitri Dhadila; Tazkiah Aulia; Anita Apriliawati; Nyimas Heny Purwati; Titin Sutini; Awaliah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4458

Abstract

Latar Belakang: Penyakit pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak, dengan angka kejadian tinggi di tingkat global dan nasional. Implementasi kebijakan seperti Practical Approach to Lung Health (PAL) masih menghadapi kendala, terutama dalam hal fasilitas diagnostik dan akses terapi inhalasi. Haloterapi, sebagai pendekatan non-farmakologis, menunjukkan potensi membantu meredakan gejala dan memperbaiki fungsi paru pada anak dengan gangguan pernapasan. Tujuan: Tinjauan cakupan ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait penerapan halotherapy pada anak-anak dengan gangguan respirasi. Metode: Studi ini menggunakan kerangka kerja PCC (Population, Concept, Context) dengan populasi anak usia <18 tahun yang mengalami gangguan respirasi, konsep halotherapy, dan konteks pelayanan kesehatan (RS dan klinik) tanpa batasan geografis. Literatur dicari melalui database PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect menggunakan kombinasi kata kunci dan operator boolean. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Terdapat 9 artikel yang diinklusikan yang menunjukkan bahwa halotherapy menjanjikan dalam meningkatkan fungsi paru, mengurangi gejala, dan memperpendek masa rawat inap pada berbagai kondisi respirasi anak. Efektivitas paling konsisten ditemukan pada penggunaan saline hipertonik 3% pada pasien bronkiolitis. Kombinasi halotherapy dan senam pernapasan juga menunjukkan manfaat tambahan pada anak dengan asma. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, namun hasil antar studi masih bervariasi. Kesimpulan: Halotherapy dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang aman dan menjanjikan bagi anak-anak dengan gangguan respirasi ringan hingga sedang, serta menjadi bagian dari pendekatan multidisiplin dalam layanan kesehatan anak.
The Effectiveness of Quarter Prone Position on Status Hemodynamics and Sleep Duration of Premature Infants Mursiah Mursiah; Nyimas Heny Purwati; Anita Apriliawati; Awaliah Awaliah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3683

Abstract

Prematurely born babies often face a range of complex issues such as body temperature instability, cardiovascular problems, fluctuations in blood pressure and heart rate, and respiratory disorders. Improper positioning exacerbates these challenges by compromising their underdeveloped homeostatic mechanisms, leading to physiological instability. Purpose: This study aimed to investigate the impact of the quarter-prone position on the hemodynamic status and sleep duration of premature infants.Methods: A quantitative approach was employed using a quasi-experimental research design with a pre-post control group. The study was conducted at one of urban hospitals in Indonesia over a one-month period from February to July 2023. Thirty-two participants were divided into intervention and control groups. Data analysis using univariate and bivariate analysis Independent T-Test.&nbsp; Results: There are no statistically significant differences among the control and intervention groups (p-value &gt; 0.005). that there is significant statistical difference among two group at post-test at all variables (p-value : 0.00) Discussion&nbsp; The quarter-prone position, in conjunction with environmental factors like noise and lighting, influences the respiratory rate, heart rate, oxygen saturation, and sleep duration of premature infants. Nurses are encouraged to implement the quarter-prone position in caring for premature babies to enhance nursing quality and improve their overall quality of life. This approach is supported by its potential impact on the growth and developmental outcomes of premature infants in the long term.
Fluid perfusion monitoring in pediatric AML with tumor lysis syndrome and AKI Dewi Hayati; Siti Nuraeni; Caswandi Caswandi; Medya Aprilia Astuti; Titin Sutini; Anita Apriliawati
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 6 (2026): Volume 9 Number 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i6.4248

Abstract

Background: Acute Myeloid Leukemia (AML) in children may be accompanied by severe complications, including hyperleukocytosis, Tumor Lysis Syndrome (TLS), and Acute Kidney Injury (AKI), which increase the risk of impaired tissue perfusion, multiorgan dysfunction, and mortality. This combination of complications is rarely reported and requires intensive nursing monitoring to facilitate early detection of clinical deterioration. Purpose: This case report aims to describe the clinical course and nursing management using a Fluid Perfusion Monitoring Bundle and to formulate monitoring recommendations for similar pediatric onco-hematologic emergencies. Case Study: A 15-year-old boy was referred with hyperleukocytosis and suspected acute leukemia following progressive weakness, fever, decreased appetite, and weight loss. Laboratory findings revealed a leukocyte count of 118,000/µL, hemoglobin of 5.2 g/dL, platelet count of 87,000/µL, and 74% peripheral blasts, accompanied by hyperuricemia, electrolyte disturbances, and elevated urea and creatinine levels of 194 mg/dL and 4.84 mg/dL, respectively. Immunophenotyping confirmed AML. The patient was diagnosed with AML complicated by hyperleukocytosis, spontaneous TLS, stage 3 AKI, and suspected leukostasis, requiring intensive care in the Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Discussion: Impaired peripheral tissue perfusion was identified as the priority nursing problem due to hyperleukocytosis and leukostasis, further aggravated by severe anemia, TLS, and stage 3 AKI. The Fluid Perfusion Monitoring Bundle, comprising systematic monitoring of hemodynamic status, peripheral perfusion, oxygenation, fluid balance, urine output, renal function, and electrolytes, facilitated early detection of clinical deterioration and supported timely nursing and collaborative interventions. Conclusion: The Fluid Perfusion Monitoring Bundle supports structured monitoring and early detection of changes in tissue perfusion, fluid balance, and renal function in children with AML, TLS, and stage 3 AKI, thereby contributing to optimized nursing care and the prevention of clinical deterioration.