Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DITINJAU DARI PEMERIKSAAN RHEUMATOID FAKTOR PADA LANSIA USIA 50-70 TAHUN DI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Handayani, Cindy; Wahyunie, Sri; Prihandono, Dwi Setiyo; Hartono, Agus Rudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35623

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik, peningkatan risikonya sebagian besar disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Rheumatoid Arthritis (RA) sering terjadi pada usia 45-70 tahun karena pada usia tersebut cenderung terjadi perubahan pola makan dan pola hidup yang biasanya  akan menimbulkan gangguan kesehatan. Perubahan tersebut dapat terjadi karena usia 45 tahun merupakan usia milestone atau usia transisi dalam kehidupan seseorang. Dalam kondisi tersebut semua perubahan dapat terjadi dan terdapat satu hal yang tidak dapat dihindarkan yaitu transisi menuju penuaan. Kondisi ini menyerang wanita dua sampai tiga kali lebih banyak dari pada pria dan biasanya dimulai antara usia 25 dan 50 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita Rheumatoid Arthritis (RA) melalui pemeriksaan rheumatoid faktor (RF) pada lansia usia 50-70 tahun di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar rheumatoid faktor (RF) pada lansia. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan usia 50-70 tahun yang melakukan pemeriksaan rheumatoid faktor (RF) sebanyak 30 sampel di Laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data yang digunakan, yaitu univariate dengan mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan pemeriksaan Rheumatoid Faktor (RF) kualitatif terhadap 30 sampel di dapatkan 3 sampel yang menunjukkan reaksi positif (aglutinasi) yaitu sampel no 18,19 dan 20. Sebanyak 3 sampel positif dilanjutkan ke Rheumatoid Faktor semi-kuantitatif di dapatkan hasil pada sampel 1 hasil menunjukan kadar titer sebesar 256 ul/ml (3,3%), pada sampel 2 titer menunjukan kadar titer sebesar 64 ul/ml (3,3%), sampel 3 titer menunjukan kadar titer sebesar 128 ul/ml (3,3%).
Identifikasi Telur Cacing Tambang (Hookworm) Pada Kuku Pekerja Tambang Pasir Kecamatan Loa Janan Wahyuningtyas, Suci; Azahra, Sresta; Hartono, Agus Rudi
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 2 No 3 (2022): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, October 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.59 KB) | DOI: 10.21093/bjsme.v2i3.5973

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit yang dapat menyerang semua umur mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Prevalensi kecacingan bervariasi antara 2,5%-62%. Infeksi cacing tambang sering terjadi pada penduduk yang tinggal di daerah perkebunan, pertambangan dan sekitarnya dengan siklus penularannya memerlukan tanah berpasir yang gembur, tercampur humus, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Kuku yang panjang dapat menjadi tempat kotoran yang mengandung berbagai zat dan mikroorganisme, salah satunya cacing yang dapat terselip dan tertelan ketika makan. Mengetahui ada atau tidaknya telur cacing tambang (Hookworm) pada kuku para pekerja tambang pasir Kecamatan Loa Janan. Metode: Penelitian ini menggunakan teknik sampling total dari beberapa perusahaan tambang pasir yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan penelitian ini menggunakan metode sedimentasi. Dari penelitian ini didapatkan karakteristik responden ialah laki - laki dengan umur 27 - 56 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar responden sekolah dasar (SD) dengan lama masa kerja 1-5 tahun. Hasil penelitian tidak ditemukan telur cacing tambang pada kuku pekerja tambang Kecamatan Loa Janan. Personal hygiene pekerja tambang Kecamatan Loa Janan baik sehingga resiko terinfeksi cacing tambang juga rendah.
Perbedaan Kimia Urine Pada Ibu Hamil Trimester 3 dengan Menggunakan Metode Carik Celup dan Metode Otomatis Sari, Putri Sekar; Kesuma, Suryanata; Hartono, Agus Rudi
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 4 No 1 (2024): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, Februari 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v3i3.6868

Abstract

Pendahuluan: Urinalisa merupakan pemeriksaan laboratorium sederhana yang dapat dilakukan untuk skrining kesehatan secara umum Kehamilan merupakan sebuah proses terjadinya penyatuan antara spermatozoa dan ovum. Proses ini dimulai dari sel telur yang dibuahi oleh sperma, lalu diletakkan dalam lapisan rahim dan kemudian akan berkembang membentuk janin. Metode carik celup merupakan reagen strip yang interpretasinya dengan membandingkan pada skala rujukan yang ditempelkan pada bagian botol depan reagen strip. Metode otomatis merupakan alat yang digunakan untuk membantu proses pembacaan pada carik celup. Pembacaan hasil pada carik celup bisa dilakukan dengan menggunakan alat urine analyzer. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan hasil kimia urine pada ibu hamil menggunakan metode carik celup dan metode otomatis.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif komparatif. dengan teknik Total Sampling yang dilakukan pada 40 sampel urine ibu hamil trimester 3 yang dianalisa di Laboratorium Kimia Klinik Poltekkes Kemenkes Kaltim dengan uji statistik mann whitney. Diskusi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter leukosit nilai Asymp. Sig 0,076 (Asymp. Sig > 0,05), nitrit nilai Asymp. Sig 1,000 (Asymp. Sig > 0,05), urobilinogen nilai Asymp. Sig 1,000 (Asymp. Sig > 0,05), protein nilai Asymp. Sig 0,162 (Asymp. Sig > 0,05), pH nilai Asymp. Sig 0,725 (Asymp. Sig > 0,05), darah nilai Asymp. Sig 0,162 (Asymp. Sig > 0,05), BJ nilai Asymp. Sig 0,020 (Asymp. Sig > 0,05), keton nilai Asymp. Sig 1,000 (Asymp. Sig > 0,05), bilirubin nilai Asymp. Sig 1,000 (Asymp. Sig > 0,05), glukosa nilai Asymp. Sig 1,000 (Asymp. Sig > 0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan hasil antara pada metode carik celup dan metode otomatis pada sampel urine ibu hamil trimester 3. Kata Kunci: Urinalisa, kehamilan, metode carik celup, metode otomatis