Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Komunitas Anak Punk terhadap Komentar Publik Wifaqul Azmi
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12866

Abstract

Artikel penelitian ini berujuan untuk mencari tau berbagai maca komentar public dalam hal ini masyarakat terhadap adanya komunitas anak punk di Indonesia. Arti kata punk itu sedinri berasal dari kata “Public United Not Kingdom” yang berarti kesatuan suatu masyarakat di luar kerajaan (Inggris). Pada saat ini arti dari “punk” semakin berkemban, ada tiga definisi punk dalam Filosofi Punk, 1) punk sebagai tren anak muda dalam mode dan musik; 2) punk sebagai pemula yang memiliki keberanian untuk memberontak, memperjuangkan kebebasan dan melakukan perubahan; 3) punk sebagai bentuk perlawanan dan menciptakan musik, gaya hidup, komunitas dan budaya sendiri. Di antara faktor yang melatar belakangi remaja bergabung dengan komunitas punk yang ada di jalanan adalah: Faktor Keluarga, Faktor Kemiskinan, Faktor Lingkungan, dan Faktor Persahabatan. Dari banyaknya anak punk yang berada dijalanan tersebut menimbulkan banyak komentar ditengah kehidupan bermasyarakat berbagai macam komentar publik terhadap komunitas punk diantaranya, mulai dari orang-orang yang acuh, hingga orang-orang yang merasa sangat terganggu dengan keadaan mereka. Banyak orang yang menganggap komunitas merekalah yang sering memprovokasi dan membuat keributan di fasilitas umum, bahkan ada juga yang menganggap mereka sampah masyarakat. Dari banyaknya komentar yang negatif tersebut terdapat juga hal positif dari keberadaan komunitas punk, antara lain: 1) Adanya wadah untuk mengekspresikan diri; 2) Sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi dan semangat seni; dan 3) serta mempererat silaturrahmi dan mempererat persaudaraan. . Beberapa pendekatan terhadap pemecahan masalah yang bijak untuk menghadapi komunitas punk meliputi evaluasi menyeluruh dari teman sebaya, peran keluarga, peran lingkungan, dan melakukan konseling oleh organisasi atau lembaga sosial atau Pusat rehabilitasi.
PENANGANAN RELIGIUSITAS SANTRI YANG MENGALAMI GANGGUAN KECEMASAN MELALUI TERAPI SHALAT DAN RUQYAH: SEBUAH STUDI KASUS [HANDLING OF RELIGIOUS STUDENTS WITH ANXIETY DISORDERS THROUGH PRAYER AND RUQYAH THERAPY: A CASE STUDY] Wifaqul Azmi; C Casmini
Journal of Contemporary Islamic Counselling Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan Konseling Islam (PABKI) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/jcic.v2i1.144

Abstract

This study aims to link religiosity with anxiety disorders, and to use the spirituality of a santri to deal with his anxiety so that he can change irrational thoughts, feelings and negative behavior into something positive. This study uses the ruqyah counseling method and prayer therapy. Participants who have liver disease and anxiety disorders that cause participants to experience negative changes in themselves, turn into individuals who have positive behavior and more rational thinking. The research carried out includes qualitative research with the case study method (case studies). The focus of this research is on the Asy-Syakiroh Islamic Boarding School, and the participants who participate are permanent students who are in the Asy-Syakiroh Islamic Boarding School. The changes that occurred in the two participants were the result of prayer and ruqyah therapy that had been given in general, they could change irrational thoughts, negative heart content and negative behavior, turning into individuals who have positive behavior and more rational thinking. The process of change that occurred in the two participants was seen not only based on the participant's acknowledgment, but from the observations of researchers and therapists, also based on the therapist's evaluation during the therapy process until the follow-up period.