Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Pendekatan Komunikasi Interapersonal Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Wifaqul Azmi; Kamalatan Nihaya; Chrisanta Kezia Yemima
MASILE Vol 7 No 1 (2026): Masile Jurnal Studi Ilmu Keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/10.1234/vol3iss2pp230

Abstract

Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang meliputi serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik, proses ini didasarkan pada hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik yang mengintervensi proses pendidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Proses pendidikan yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dipengaruhi oleh banyak faktor pendukung salah satunya faktor komunikasi. Komunikasi yang baik dengan guru juga menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi lingkungan pendidikan membuat siswa merasa nyaman saat belajar. Komunikasi antar guru siswa atau komunikasi antar teman sekelas disebut komunikasi interpersonal. Artikel ini menggunakan metode kajian literatur. Kajian literatur merupakan sebuah penelitian kepustakaana dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Pengertian belajar adalah Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut aspek-aspek kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti: perubahan dalam pengertian, pemecahan suatu masalah, keterampilan, kecakapan, sikap ataupun kebiasaan. Pengertian motivasi adalahi berasal dari baha­sa latin yaitu movere yang dalam bahasa inggris berarti to move yang mempunyai arti kata kerja yang artinya menggerakan. Pengertian Komunikasi interpersonal merupakan jenis komunikasi apabila diamati dan dikomparasikan dengan jenis komunikasi lainnya. komunukasi interpersonal dilakukan dua arah dengan suasana informal dan terdapat unpan balik dari peserta komunikasi yang berada dalam jarak yang dekat serta pesan yang dikirim atau diterima bersifat spontan baik verbal maupun non verbal.Dari penelitian yang sudah dilakukan menghasilkan beberapa hal, bahwasanya terdapat banyak faktor dalam komunikasi interpersonal yang dapat berhubungan dengan motivasi belajar, diantaranya terdapat hubungan yang signifikan antara sikap saling terbuka dalam interaksi antar anggota keluarga, guru, siswa dan individu yang melakukan komunikasi.
Urgensi Pesantren Ditengah Pusaran Ideologi Transnasional(Agama Dan Ideologi) Wifaqul Azmi; Rifqi Rifqi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tmdz7t62

Abstract

Artikel ini membahas urgensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan ideologi transnasional yang berkembang di Indonesia. Ideologi transnasional, seperti gerakan radikal dan fundamentalis, telah menimbulkan berbagai persoalan sosial, politik, dan keagamaan yang berpotensi mengancam persatuan bangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, artikel ini menelaah literatur yang relevan mengenai konsep ideologi transnasional, faktor penyebab kemunculannya, serta peran pesantren dalam merespon fenomena tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai panca jiwa, seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Nilai-nilai tersebut menjadi benteng ideologis yang mampu menangkal paham radikal sekaligus memperkuat moderasi beragama. Dengan mengedepankan pendidikan akhlak, wawasan keislaman yang moderat, serta dukungan terhadap prinsip kebangsaan dan demokrasi, pesantren berkontribusi signifikan dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sekularisme: Analisis Konseptual, Genealogi Historis, dan Kritik dalam Perspektif Islam Wifaqul Azmi; Rifqi Rifqi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jg0t2s95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang apa itu sekularisme, sejarah lahirnya, serta pandangan Islam tentang sekularisme itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan libarary research. Pengumpulan data diperoleh dengan mengkaji studi-studi yang berkaitan dengan sekularisme. Selanjutnya hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif yang mendalam. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa sekularisme secara umum merupakan sebuah pemikiran yang menjelaskan tentang pemisahan antara agama dan Negara. Berasal dari Negara Barat yang terjadi karena dominasi gereja dan pertentangan antara doktrin gereja dan ilmu pengetahuan pada saat itu. Dalam dunia Islam perkembangan sekularisme berbeda-beda pendapat, Zulkifli dalam tulisanya, menjelaskan sekularisme masuk ke dunia muslim didorong oleh adanya modernisasi (westernisasi) dan tekanan konservatisme, Pendapat lain mengatakan sekularisme dalam dunia islam terjadi karena adanya stagnasi keilmuan di dunia Islam. Fazlur Rahman berpendapat bahwa masuknya masuknya sekularisme terjadi karena kegagalan syari’at dan institusi agama dalam mengembangkan dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang berubah. Disamping itu, Zulkifli menjelaskan bahwa tidak sepenuhnya sekularisme itu tidak relevan dengan tradisi islam, dikarenakan secara sosiologis umat muslim juga melalui perubahan sosial. Namun perlu diperhatikan bahwa makna sekularisme dan kedudukan agama di barat dengan umat Islam berbeda. Dengan demikian respon para sarjana Muslim tentang sekularisme ada yang menerima dan ada yang menolak kehadiran sekularisme tersebut teutama di Indonesia.