Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Sekularisme: Analisis Konseptual, Genealogi Historis, dan Kritik dalam Perspektif Islam Azmi, Wifaqul; Rifqi, Rifqi
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jg0t2s95

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang apa itu sekularisme, sejarah lahirnya, serta pandangan Islam tentang sekularisme itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan libarary research. Pengumpulan data diperoleh dengan mengkaji studi-studi yang berkaitan dengan sekularisme. Selanjutnya hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif yang mendalam. Hasil pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan bahwa sekularisme secara umum merupakan sebuah pemikiran yang menjelaskan tentang pemisahan antara agama dan Negara. Berasal dari Negara Barat yang terjadi karena dominasi gereja dan pertentangan antara doktrin gereja dan ilmu pengetahuan pada saat itu. Dalam dunia Islam perkembangan sekularisme berbeda-beda pendapat, Zulkifli dalam tulisanya, menjelaskan sekularisme masuk ke dunia muslim didorong oleh adanya modernisasi (westernisasi) dan tekanan konservatisme, Pendapat lain mengatakan sekularisme dalam dunia islam terjadi karena adanya stagnasi keilmuan di dunia Islam. Fazlur Rahman berpendapat bahwa masuknya masuknya sekularisme terjadi karena kegagalan syari’at dan institusi agama dalam mengembangkan dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang berubah. Disamping itu, Zulkifli menjelaskan bahwa tidak sepenuhnya sekularisme itu tidak relevan dengan tradisi islam, dikarenakan secara sosiologis umat muslim juga melalui perubahan sosial. Namun perlu diperhatikan bahwa makna sekularisme dan kedudukan agama di barat dengan umat Islam berbeda. Dengan demikian respon para sarjana Muslim tentang sekularisme ada yang menerima dan ada yang menolak kehadiran sekularisme tersebut teutama di Indonesia.