Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MAKSIMALISASI POTENSI WISATA LITERASI KOPI BUKIT VAN D’KOCK Pradana, Hafid Adim; Zahidi, M. Syaprin; Prakoso, Havidz Ageng; Suhermanto, Dedik Fitra
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v6i2.4832

Abstract

Desa Amadanom dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi di Kecamatan Dampit. Fakta ini tidak lepas dari banyaknya perkebunan kopi yang dimiliki warga sehingga profesi petani kopi di desa tersebut merupakan profesi yang sudah berlangsung secara turun temurun. Berangkat dari fakta di atas, dalam berbagai program pengabdian yang kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir, kami menekankan upaya penguatan petani kopi di desa ini. Berbeda dengan sebelumnya, pada KKN 2020 kami fokus untuk memaksimalkan potensi lain yang dimiliki Desa Amadanom. Salah satu potensi yang kami lihat memiliki prospek positif di desa ini adalah potensi wisata perbukitan yang memiliki pemandangan yang indah. Di antara bukit-bukit tersebut, yang paling menonjol adalah Bukit Van d'Kock. Berdasarkan identifikasi masalah dengan mitra, program pengabdian masyarakat kami bertujuan untuk membangun kesadaran bersama dan kesamaan pandangan antara perangkat desa dan masyarakat desa Amadanom tentang memaksimalkan potensi wisata perbukitan Van d'Kock berdasarkan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dari berbagai diskusi dan dua workshop yang kami selenggarakan, kami menemukan fakta bahwa pada dasarnya mayoritas warga Amadanom memiliki keinginan yang sama bahwa Desa Amadanom memiliki potensi wisata yang dapat dijual dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Berangkat dari semangat tersebut, kami sebagai tim pengabdian kemudian menyediakan booklet atau buku panduan singkat yang berisi tentang pengembangan potensi wisata desa. Kami berharap buku panduan yang kami buat ini dapat mempermudah aparat desa, karang taruna, dan masyarakat desa Amadanom dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di desa Amadanom khususnya yang berkaitan dengan Wisata Literasi Kopi Van d'Kock Hill. 
Pengaruh Kebijakan Belt and Road Initiative Tiongkok terhadap Stabilitas Sub-Kompleks Keamanan Asia Tenggara Mahendra, Yusril Ihza; Ramadhoan, Ruli Inayah; Suhermanto, Dedik Fitra
Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Publisher : Parahyangan Center for International Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jihi.v19i2.5788.156-174

Abstract

This research aims to analyze the impact of China’s Belt and Road Initiative policy on the stability of the Southeast Asia sub-regional security complex. As an analytical tool, we use the regional security complex theory which is focused on social construction variables. The results found that China used BRI as a desecuritization tool that affected the dynamics of social construction in the region. By leveraging economic and development cooperation, China seeks to eliminate threat perceptions (securitization) by forming a cooperative image towards Southeast Asian countries. The refinement in China's image can be seen from the changing pattern of alliances in the region, where countries that were previously close to the United States are now starting to show a tendency towards Beijing. In fact, Thailand and the Philippines which are Washington's closest allies in the region also show a similar trend. Moreover, we see that China's desecuritization efforts will affect ASEAN's collective ability to respond to the disputes in SCS. Previously, there were differences of opinion between member countries regarding the steps and mechanisms used to respond to China's maneuvers in SCS. Some countries show strong resistance, but some countries tend to be weak or even side with China. The existence of BRI has the potential to encourage the consolidation of attitudes among member countries. The consolidation refers to the weakening of ASEAN's attitude caused by the fading perception of securitization, and the increasingly cooperative member countries towards Beijing.   Keywords: Belt and Road Initiative; regional security complex; Southeast Asian sub-complex
GERAKAN MELAWAN HUKUM MONARKI DI THAILAND Yanottami, Nagari; Suhermanto, Dedik Fitra
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 19 No. 2 (2022): Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v19i2.3

Abstract

Suasana politik Bangkok, Thailand ramai diperbincangkan dan sedang menjadi pusat berbagai media internasional. Thailand menempatkan monarki sebagai sebuah kedudukan yang dapat dikatakan sangat diperlukan diantara kehidupan rakyat. Ketentuan hukum Lèse-Majesté dipergunakan bagi para rezim yang berkuasa untuk mengendalikan kebebasan berpendapat. Penindasan luas terhadap kebebasan berbicara secara online memberikan kesempatan untuk mengekang kritik terhadap oposisi, tetapi juga dapat merusak kredibilitas undang-undang monarki otoriter Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan melawan hukum monarki di Thailand yang dilakukan oleh Future Forward Party (FFP). Landasan konseptual yang digunakan ialah tentang gerakan sosial dengan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah. Hasil penelitian menjelaskan Future Forward Party (FFP) merupakan sebuah partai pro-demokrasi yang menentang hukum Lèse-Majesté di Thailand ini. Gerakan partai ini kemudian diikuti oleh gerangan mahasiswa dan masyarakat dalam demonstrasi besar besaran yang memiliki tujuan mengakhiri sebuah kekuasaan pemerintahan serta membatasi kekuasaan seorang raja. Makin banyaknya remaja mengikuti aksi ini menjadi hal yang paling menonjol dalam gerakan pro-demokrasi.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN EDUWISATA KOPI DESA BANGELAN, KABUPATEN MALANG Suhermanto, Dedik Fitra
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v12i1.9848

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan masyarakat Desa Bangelan dalam membentuk Eduwisata khususnya komoditas Kopi di Desa Bangelan. Secara umum Desa Bangelan memiliki sumberdaya buah Kopi yang selama ini belum tersentuh dan cenderung dianggap biasa saja. Padahal melihat animo masyarkat sekitar Desa Bangelan memiliki beberapa spot untuk menikmati kopi namun terbatas pada warung kopi sederhana. Selain itu, Desa Bangelan memiliki topografis yang mendukung khususnya keindahan alam. Berdasarkan pada topografis inilah, pengabdian ini dilakukan karena pertama Desa Bangelan belum memiliki landasar dasar pengetahuan tentang eduwisata. Kedua, Desa Bangelan belum memiliki struktur pengelola baik ditingkat Desa maupun komunitas local. Ketiga, Desa Bangelan memerlukan pendampingan dalam membentuk Eduwisata. Ketiga masalah tersebut ditemukan berdasarkan pada observasi dengan perangkat Desa dan kelompok Masyarakat yang peduli terhadap potensi Kopi di Desa Bangelan. Adapun metode palaksanaan pengabdian ini yaitu Sosialisasi Desa Wisata dan Workshop Pendampingan. Hasil kegiatan program pengabdian ini adalah kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya memahami potensi kopi local. Kemudian, Masyarakat dan perangkat Desa Bangelan mempunyai pemahaman yang sama tentang Eduwisata. Terakhir, Terbentuknya Struktur Eduwisata Kopi Desa Bangelan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut dapat dipahami bahwa keterlibatan akademisi dan masyarakat dalam merancang dan mengelola potensi Desa dibutuhkan dengan kolaborasi antar actor. Hal ini untuk mewujudkan kebaikan dan sinergitas Bersama dalam membangun ekonomi mikro