Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Community Behaviour on the Characteristics of Houses in Tanjung Pering Village Prima, Listen; Amalia, Fuji; Arief, Abdurrachman; Hady, Nabil; Asysya’bani, Fa’iz Fadhlurrahman; Putri, Nayla A.; Avan, Sabi’A. Z.
Jurnal Linears Vol 8, No 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17181

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai lokal, khususnya kegiatan ekonomi seperti produksi kerupuk (Kerupuk), memengaruhi karakteristik arsitektur rumah di Desa Tanjung Pering. Produksi kerupuk, yang merupakan mata pencaharian yang diwariskan dari generasi ke generasi, secara signifikan membentuk identitas budaya masyarakat dan desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak praktik ekonomi lokal terhadap desain arsitektur, dengan fokus pada fungsi, estetika, dan pemilihan bahan. Pendekatan fenomenologis kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan penduduk untuk memahami warisan budaya dan mata pencaharian turun-temurun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi dan kebiasaan lokal sangat memengaruhi karakteristik arsitektur di Desa Tanjung Pering. Pengaturan ruang, desain struktur, dan pemilihan bahan semuanya disesuaikan untuk mendukung kegiatan produksi kerupuk. Dapur sering ditempatkan di bawah atau di luar rumah untuk mempermudah produksi, sementara peralihan dari kayu tembesu ke beton mencerminkan keterbatasan ekonomi dan kelangkaan bahan. Penempatan strategis jendela di bagian depan rumah meningkatkan sirkulasi udara, yang sangat penting di iklim tropis daerah tersebut. Studi ini menunjukkan bagaimana praktik ekonomi dan nilai-nilai budaya bersatu membentuk identitas arsitektur desa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana warisan budaya dan kegiatan ekonomi memengaruhi arsitektur vernakular. Dengan mengkaji hubungan antara mata pencaharian lokal dan desain bangunan, penelitian ini menawarkan panduan berharga untuk mengembangkan praktik arsitektur yang sensitif terhadap budaya yang dapat melestarikan identitas lokal sekaligus menjawab kebutuhan kontemporer.ABSTRACT: This study investigates how local values, especially economic activities like cracker (Kerupuk) production, influence the architectural characteristics of houses in Tanjung Pering Village. Cracker production, a long-standing livelihood passed down through generations, significantly shapes the community’s cultural identity and building designs. This research aims to examine the impact of local economic practices on architectural design, focusing on functionality, aesthetics, and material selection. A qualitative phenomenological approach was employed, gathering data through interviews with residents to understand cultural heritage and hereditary livelihoods.The findings indicate that socio-economic conditions and local customs profoundly shape architectural characteristics in Tanjung Pering Village. Spatial organization, structural design, and material selection are all adapted to support cracker production activities. Kitchens are often placed below or outside houses to facilitate production, while the shift from tembesu wood to concrete illustrates economic constraints and material scarcity. The strategic placement of windows on the front facades improves air circulation, which is essential in the region’s tropical climate. The study highlights how economic practices and cultural values combine to define the architectural identity of the village.This research provides insights into how cultural heritage and economic activities influence vernacular architecture. By examining the relationship between local livelihoods and building design, the study offers valuable guidance for developing culturally sensitive architectural practices that preserve local identity while addressing contemporary needs.
The Influence of Community Behaviour on the Characteristics of Houses in Tanjung Pering Village Prima, Listen; Amalia, Fuji; Arief, Abdurrachman; Hady, Nabil; Asysya’bani, Fa’iz Fadhlurrahman; Putri, Nayla A.; Avan, Sabi’A. Z.
Jurnal Linears Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v8i1.17181

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai lokal, khususnya kegiatan ekonomi seperti produksi kerupuk (Kerupuk), memengaruhi karakteristik arsitektur rumah di Desa Tanjung Pering. Produksi kerupuk, yang merupakan mata pencaharian yang diwariskan dari generasi ke generasi, secara signifikan membentuk identitas budaya masyarakat dan desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak praktik ekonomi lokal terhadap desain arsitektur, dengan fokus pada fungsi, estetika, dan pemilihan bahan. Pendekatan fenomenologis kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan penduduk untuk memahami warisan budaya dan mata pencaharian turun-temurun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi dan kebiasaan lokal sangat memengaruhi karakteristik arsitektur di Desa Tanjung Pering. Pengaturan ruang, desain struktur, dan pemilihan bahan semuanya disesuaikan untuk mendukung kegiatan produksi kerupuk. Dapur sering ditempatkan di bawah atau di luar rumah untuk mempermudah produksi, sementara peralihan dari kayu tembesu ke beton mencerminkan keterbatasan ekonomi dan kelangkaan bahan. Penempatan strategis jendela di bagian depan rumah meningkatkan sirkulasi udara, yang sangat penting di iklim tropis daerah tersebut. Studi ini menunjukkan bagaimana praktik ekonomi dan nilai-nilai budaya bersatu membentuk identitas arsitektur desa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana warisan budaya dan kegiatan ekonomi memengaruhi arsitektur vernakular. Dengan mengkaji hubungan antara mata pencaharian lokal dan desain bangunan, penelitian ini menawarkan panduan berharga untuk mengembangkan praktik arsitektur yang sensitif terhadap budaya yang dapat melestarikan identitas lokal sekaligus menjawab kebutuhan kontemporer.ABSTRACT: This study investigates how local values, especially economic activities like cracker (Kerupuk) production, influence the architectural characteristics of houses in Tanjung Pering Village. Cracker production, a long-standing livelihood passed down through generations, significantly shapes the community’s cultural identity and building designs. This research aims to examine the impact of local economic practices on architectural design, focusing on functionality, aesthetics, and material selection. A qualitative phenomenological approach was employed, gathering data through interviews with residents to understand cultural heritage and hereditary livelihoods.The findings indicate that socio-economic conditions and local customs profoundly shape architectural characteristics in Tanjung Pering Village. Spatial organization, structural design, and material selection are all adapted to support cracker production activities. Kitchens are often placed below or outside houses to facilitate production, while the shift from tembesu wood to concrete illustrates economic constraints and material scarcity. The strategic placement of windows on the front facades improves air circulation, which is essential in the region’s tropical climate. The study highlights how economic practices and cultural values combine to define the architectural identity of the village.This research provides insights into how cultural heritage and economic activities influence vernacular architecture. By examining the relationship between local livelihoods and building design, the study offers valuable guidance for developing culturally sensitive architectural practices that preserve local identity while addressing contemporary needs.
Pendampingan Perencanaan dan Perancangan Kantor Dan Fasilitas Desa Muara Penimbung Ogan Ilir Prima, Listen; Syarlianti, Dessy; Lussetyowati, Tutur; Oktarini, Maya Fitri; Amalia, Fuji; Komariah, Sri Lilianti; Drastiani, Rizka; Ulfa, Almira
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22874

Abstract

Desa Muara Penimbung, Kabupaten Ogan Ilir, menghadapi keterbatasan kualitas dan kapasitas fasilitas pelayanan publik, khususnya kantor desa dan ruang komunal, yang berdampak pada efektivitas pelayanan serta partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dalam perencanaan dan perancangan kantor desa beserta fasilitas pendukung melalui pendekatan partisipatif. Bahan kegiatan meliputi data kondisi eksisting desa, kebutuhan ruang pelayanan, serta aspirasi perangkat desa dan masyarakat. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, observasi fisik lingkungan, wawancara, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan penyusunan konsep dan pra-rancangan arsitektural. Hasil kegiatan menunjukkan teridentifikasinya kebutuhan ruang yang lebih terstruktur, efisien, dan inklusif, serta tersusunnya dokumen pra-rancangan kantor desa dan fasilitas pendukung yang kontekstual terhadap kondisi lokal. Proses partisipatif mendorong keterlibatan aktif mitra, meningkatkan pemahaman perangkat desa mengenai prinsip dasar perencanaan ruang publik, dan memperkuat rasa memiliki terhadap hasil rancangan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan perencanaan dan perancangan berbasis partisipasi efektif dalam meningkatkan kualitas perencanaan fasilitas desa serta kapasitas mitra lokal. Disarankan agar hasil pra-rancangan ini ditindaklanjuti pada tahap perencanaan teknis dan penganggaran desa, serta pendekatan serupa direplikasi pada desa lain dengan karakteristik sejenis.