Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Vocabuary Menggunakan Lagu Nur Wahyuni; Mulya Yusnarti; Indah Afrianti; Eka Yulianti; Fadhillah; Ferdianto
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.143

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung mengambil langkah antisipasi dalam pencegahan penularan covid-19 dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang menyepakati bahwa proses pembelajaran khususnya di jenjang pendidikan tinggi pada semester gasal tahun akademik 2020/2021 di semua zona wajib di selenggarakan secara daring. Hal ini dilandasi perhatian utama Kementerian untuk Kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut maka perlu untuk mengembangkan suatu perangkat pembelajaran daring pada matakuliah vocabulary dengan mengunakan “Rawa Mbojo” untuk meningkatkan kosa kata pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Yapis Dompu, dengan mengunakan aplikasi google schooler dan nantinya perangkat pembelajaran ini akan dikembangkan dalam bentuk buku ajar yang di dalamnya terdapat konsep dasarnya yaitu “Rawa Mbojo”, dan untuk membuat aktivitas belajar daring dan proses diskusi lebih menyenangkan, mahasiswa akan diberikan tugas berupa soal-soal melalui salah satu “Rawa Mbojo” yang sudah dipilih oleh dosen, dari lagu tersebut dosen akan menghilangkan beberapa kata yang berada di baid lagu tersebut, misalnya kata benda, kata sifat, kata kerja dan sebagainya dan mahasiswa akan diminta mendengarkan lagu berulang-ulang lalu mengisi bagian yang sudah dihilangkan tadi. Sedangkan untuk soal tes akhir mahasiswa akan diberikan soal yang akan mahasiswa tersebut untuk bisa lebih mengeksplor KREATIVITAS dalam dirinya. Melalui pegembangan (R&D) peneliti mengunakan model pengembangan 4-D Thiangarajan, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran daring vocabulary menggunakan “Rawa Mbojo” untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa yang berkualitas baik berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan, perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan dalam penelitian ini yaitu RPS, Buku Ajar, Worksheet.Tahap Kesiapan Teknologi atau Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) adalah ukuran tingkat kesiapan teknologi yang diartikan sebagai indikator yang menunjukkan seberapa siapkah suatu teknologi agar dapat diterapkan. Teknologi yang diukur dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang berupa, RPS, Worksheet, Buku ajar ber-ISBN, dan soal tes kreativitas dengan kategori indikator TKT- nya adalah bidang Pendidikan vocabulary. Target TKT yang ditetapkan dalam penelitian ini berada pada level 1 dengan target capaian TKT pada level 3, tujuan, tahapan, metode, luaran yang ditargetkan, serta uraian TKT dalam penelitian yang diusulkan dijadikan sebagai bahan penilaian adalah laporan kemajuan (analisis pendahuluan telah dihasilkan) dan rancangan output telah disusun
KELAS KATA BAHASA SIGULAI KABUPATEN SIMEULUE PROVINSI ACEH Yulsafli, Yulsafli; Ferdianto
Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Sosiohumaniora Kodepena
Publisher : Kodepena Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jsk.v1i2.66

Abstract

The purpose of this study was to describe the class of words contained in the Sigulai language, Simeulue Regency, Aceh Province. This research method uses qualitative methods. This research is an attempt to understand the word class in Sigulai language, Simeulue Regency by using a descriptive model. The data analysis technique used a descriptive research model by analyzing word classes from the Sigulai language, and concluding the results of the analysis of word classes in the Sigulai language, Simeulue Regency. The results of this study are that there are 10 word classes in the Sigulai language, Simeulue Regency, Province, namely (1) nouns (nouns), (2) verbs (verbs), (3), adjectives (adjectives) (4), words pronouns (5), adverbs (6), numerals (7), conjunctions, (8) articles, (9) exclamations (interjections), (10) preposition (perposition). suggestions from this research are expected to be able to explaining word classes in the Sigulai language, Simeulue Regency, Aceh Province
Pengabdian Kolaboratif dalam Pengelolaan Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Masruroh, Nikmatul; Ferdianto; Nelly Septya Agus Salim; Nafiah Nur Andini
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Maret)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v2i3.372

Abstract

This service is a collaboration between students and lecturers of UIN KHAS Jember and BPKAD in creating an effective asset management model. This service aims to tabulate and reorganize the list of assets owned by the Jember Regency Government and aims to provide education to the public about regional assets.  This is due to the existence of many Jember Government assets, so a systematic asset management process is needed. This service uses a collaborative method of two institutions, namely UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember together with BPKAD to manage assets in the Jember Regency Government. This service produces a systematic asset management model starting from planning, authorization and evaluation processes. as well as public understanding of local government assets.
ANALISIS PENGGUNAAN DIGLOSIA DALAM BERKOMUNIKASI SEHARI-HARI MASYARAKAT DESA WAWONDURU: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Indah Afrianti; Nur Wahyuni; Nurul Wataniah; Ferdianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diglosia adalah fenomena bahasa dimana dua bahasa atau dua variasi bahasa digunakan secara bersamaan dalam satu masyarakat, tetapi dengan fungsi dan konteks yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan diglosia dalam berkomunikasi sehari-hari masyarakat desa wawonduru. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di desa wawonduru dengan subjek penelitianterdiri dari tokoh masyarakat, guru, tenaga pendidik, dan warga setempat yang dipilih secara purposive, dengan jumlah informan yang tidak terbatas dan lebih menekankan pada kedalaman informasi yang diperoleh. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik yaitu observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan langkah-langkah seperti kategorisasi data, analisis konteks sosial, dan penyusunan narasi deskriptif untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa dalam masyarakat. Berdasarkan analisis penggunaan diglosia di Desa Wawonduru, dapat disimpulkan bahwa fenomena diglosia terlihat jelas dalam pemisahan penggunaan bahasa tinggi (H) dan bahasa rendah (L). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa tinggi yang digunakan dalam situasi formal dan simbol status sosial, sementara bahasa daerah Bima berfungsi sebagai bahasa rendah yang dominan dalam percakapan sehari-hari, mempererat hubungan sosial dan mencerminkan identitas budaya. Pengaruh pendidikan dan perubahan sosial turut memengaruhi penggunaan bahasa, di mana generasi muda mulai mengadopsi bahasa Indonesia dalam konteks formal namun tetap mempertahankan bahasa daerah dalam interaksi informal dan keluarga