Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter Religius Peserta Didik Sekolah Dasar Dalam Perspektif Filsafat Idealisme Nurasyifa Liana; Desty Subroto; Renita Azzahra Nuryata; Nia Agustin; Sufika Hilyatul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v3i1.1069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter religius peserta didik sekolah dasar (SD) dalam perspektif filsafat idealisme. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter religius yang diintegrasikan dalam perspektif idealisme dapat membantu membentuk karakter yang baik pada siswa SD. Karakter religius yang kuat dapat memberikan dasar moral dan spiritual yang kuat bagi siswa, serta mendukung pengembangan bakat dan potensi mereka secara utuh.
Sosialisasi Budaya Gemar Menabung Sejak Dini di Sekolah Dasar Negeri Cibarusah Jaya 02 Dimas Farijal; Ananda Putri Raya; Ulfiyanti; Novia Yunistira; Nia Agustin; Shinta Devi; Sabrina Malakiano; Dela Dewi Permata; Etty Zuliawati Zed; Gina Nopiyanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xw9xr818

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku menabung siswa sekolah dasar melalui sosialisasi budaya gemar menabung. Program dilaksanakan di dua Sekolah Dasar Negeri di Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada 26 Juli–30 Agustus 2025, bertepatan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Partisipan terdiri dari 80 siswa kelas IV dan V yang telah mengikuti program menabung sekolah minimal selama tiga bulan terakhir, serta enam guru yang terlibat dalam pengelolaan program. Metode pelaksanaan menggabungkan ceramah interaktif, permainan edukatif, simulasi praktik menabung, dan lomba menabung antar-kelas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara dengan guru dan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai manfaat menabung (dari 37,5% menjadi 86,25%) dan kemampuan membedakan kebutuhan serta keinginan (dari 45% menjadi 90%). Jumlah siswa yang menabung secara rutin juga meningkat dari 55% menjadi 88,75%, dengan total tabungan terkumpul sebesar Rp 5.460.000,- selama lomba. Keberhasilan program dipengaruhi oleh metode pembelajaran interaktif, dukungan guru dan orang tua, serta adanya unsur kompetisi. Program ini direkomendasikan menjadi kegiatan rutin sekolah untuk membentuk kebiasaan finansial positif sejak dini.
BAHASA HORMAT ANAK KEPADA GURU SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF DI SEKOLAH Nia Agustin; Putri Malasari; Anisha Aryana Putri; Naila Annaja; Nauli Tama Sari
Jurnal Lazuardi Vol 8 No 4 (2025): Vol 8 No 4 (2025): JURNAL LAZUARDI EDISI XIX BULAN DESEMBER
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53441/jl.Vol8.Iss4.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa hormat anak kepada guru sebagai media pembentukan karakter positif di sekolah. Bahasa hormat merupakan bentuk komunikasi yang mencerminkan kesopanan, etika, dan penghargaan terhadap orang lain, sekaligus menjadi sarana internalisasi nilai moral bagi siswa. Penelitian dilakukan di SD Negeri 12 Rambah Samo dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai praktik bahasa hormat, persepsi siswa dan guru, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menggunakan bahasa sopan dan hormat dalam interaksi dengan guru, seperti menyapa, menggunakan kata penghubung yang tepat, menunggu giliran berbicara, dan menggunakan intonasi santun. Penggunaan bahasa hormat ini tidak hanya berfungsi sebagai etika verbal, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan karakter positif, termasuk disiplin, tanggung jawab, empati, dan kesabaran. Guru memiliki peran strategis sebagai teladan komunikasi sopan, sehingga siswa meniru perilaku tersebut dan nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa hormat anak kepada guru menjadi media efektif dalam pembentukan karakter positif di sekolah. Praktik ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, meningkatkan kualitas interaksi sosial, serta menanamkan nilai moral sejak dini. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah secara konsisten membiasakan bahasa hormat melalui pembiasaan, teladan guru, dan kegiatan pendidikan karakter yang kreatif agar pembentukan karakter siswa berlangsung secara optimal.