Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : IESM

Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Produksi Sabun Di PT. Best Wahyudi, Ilham; Utama, Denny Walady; Hasibuan, Yetti Meuthia; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.09-21

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi sabun membutuhkan kefektivitasan mesin dalam menjalankan produksi nya. Mesin produksi yang kurang dijaga pemeliharaan nya adalah salah satu penyebab utama tingginya downtime akibat kerusakan mesin cutting yang terjadi saat produksi berlangsung, dimana tiap bulannya tingkat kerusakan sebanyak 5 kali/bulan dengan waktu breakdown 540 menit/bulan. Tingginya downtime pada mesin merupakan masalah yang banyak dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses produksi pada perusahaan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai penyebab menurunnya efektivitas mesin cutting dengan menggunakan konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) berkisar antara 59% - 82% jauh diatas target yakni 95%. Penyebab terjadinya pemborosan yang paling dominan berdasarkan Six Big Losses adalah reduced speed losses. Dengan persentase sebesar 24% atau sebesar 58% terhadap persentase losses yang lain. Sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan nilai OEE agar menjadi kategori kelas dunia
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hira Dan Hazop Pada PT. AGM Sihombing, Audrey Iva Novia; Hasibuan, Yetti Meuthia; Utama, Denny Walady
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.6.1.2025.34-46

Abstract

Proses produksi pupuk NPK memiliki potensi risiko. Karyawan masih kurang menyadari pentingnya menggunakan alat pelindung diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bahaya yang mungkin terjadi, serta faktor-faktor yang menyebabkan bahaya tersebut terjadi. Selain itu, penelitian ini akan memberikan saran untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan: Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HIRA digunakan untuk menemukan bahaya yang mungkin terjadi dan memberikan penilaian risiko berdasarkan kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan risiko. Namun, metode HAZOP digunakan untuk mengevaluasi kesalahan, sumbernya, efek, dan solusi perbaikan yang disarankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 bahaya yang ditemukan, yang dibagi menjadi empat sumber bahaya: 15 bahaya untuk prosedur kerja, 11 bahaya untuk sikap kerja, 4 bahaya untuk tempat kerja, dan 2 bahaya untuk lingkungan kerja. Perbaikan administrasi dan teknis adalah bagian dari perbaikan kerja yang diusulkan. Menurut PP RI No. 50 Tahun 2012, upaya pengendalian risiko yang sudah dilakukan termasuk rekayasa teknik, pemasangan rambu K3, pemeliharaan peralatan dan instalasi, pelatihan, penyediaan APD, APAR, dan peralatan tanggap darurat.
Penerapan Metode AHP Dan TOPSIS Untuk Pemilihan Supplier Pada Industri Manufaktur Bahan Baku Sabun Hasibuan, Yetti Meuthia; Zaharuddin; Kurniawan, M. Ade
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh Medan merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi Soap Plant (pabrik sabun) dan melakukan seleksi awal dalam menentukan supplier bahan baku. Saat ini terdapat lima supplier yang bekerja sama dengan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan guna menentukan supplier terbaik dari 5 supplier utama berdasarkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk melakukan pemeringkatan alternatif supplier. Hasil penelitiandengan metode AHP dan TOPSIS samamenunjukkan bahwa PT. Sumber memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,6996 dan menempati peringkat pertama. Selanjutnya diikuti oleh PT. Seikishin (0,5742), PT. Duta Foam (0,5257), PT. Bustico (0,4022), dan PT. Tiga Saudara (0,2980). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode AHP dan TOPSIS mampu memberikan rekomendasi pemilihan supplier secara objektif, sistematis, dan terukur.
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang PT. Wicaksana Sentra Linkindo Menggunakan Metode Always Better Control (ABC) Maulana, Izzat Fadil; Hasibuan, Yetti Meuthia
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.47-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak gudang pada PT Wicaksana Sentra Linkindo menggunakan metode Always Better Control (ABC) guna meningkatkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah penataan produk yang belum sistematis sehingga menyebabkan tingginya jarak tempuh operator dalam proses penyimpanan dan pengambilan barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Data yang dianalisis meliputi jumlah permintaan produk, jarak tempuh storage dan retrieval, serta kondisi tata letak gudang eksisting. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan produk berdasarkan tingkat permintaan menjadi kelas A, B, dan C sesuai prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Baut 3/8 STUT – 7/16 X1½ termasuk kategori A dengan kontribusi permintaan sebesar 77,96%, sehingga ditempatkan pada area paling dekat dengan picking area. Produk kategori B terdiri atas Batu Gerinda dan Mechseal AGN 24 MM – AGL 40/380C, sedangkan tujuh produk lainnya masuk kategori C. Penerapan tata letak usulan berbasis klasifikasi ABC mampu meningkatkan efisiensi operasional gudang secara signifikan. Jarak rata-rata picking berkurang dari 9,2 meter menjadi 4,7 meter atau turun sebesar 48,9%, waktu retrieval produk kelas A menurun dari 25 detik menjadi 12 detik atau sebesar 52,0%, serta utilisasi ruang gudang meningkat dari 63% menjadi 89% atau sebesar 41,3%. Dengan demikian, metode ABC terbukti efektif dalam mengoptimalkan tata letak gudang dan meningkatkan produktivitas operasional PT Wicaksana Sentra Linkindo.