Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anemia Prevention Movement in Adolescents in the Implementation of the GRASS in the Stunting Reduction Program Lidia Hastuti; Ridha Mardiyani; Ayu Rizky; Nuruniyah; Wien Fitrian. R; Fitrian. R; Thosimah; Yuyun Nisaul K; Tilawati Aprina; Yenni Lukita; Dwi Khalisa
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i2.6357

Abstract

The prevalence of anemia in women of reproductive age (15-49) in the world in 2019 was around 29.9%, and the prevalence of anemia in non-pregnant women aged 15-49 years was 29.6%, which includes the adolescent age category. Anemia is a major health problem in adolescents, especially teenage girls; if not handled properly, it will continue into adulthood and will contribute greatly to maternal mortality, premature babies, and babies with low birth weight. This condition can trigger the risk of stunting in babies born. Aims: to increase adolescent knowledge about preventing anemia. Method: Peer-educator training for preventing anemia and Simultaneous movement to drink Fe tablets. Results: The activities carried out were Peer educators for the prevention of anemia in adolescents and the simultaneous movement of drinking Fe tablets, followed by female high school/vocational high school students who attend Muhammadiyah charity efforts in 14 districts/cities in West Kalimantan, also female students at 3 PTMA in West Kalimantan, the Aisyiyah Regional Leadership throughout West Kalimantan was attended by 180 participants. The activities were carried out in a Hybrid. Conclusion: The peer educator training activity and the simultaneous movement to drink Fe tablets were carried out with 180 participants (92.3%). The participants' attention until the end of the activity by filling in the activity attendance was 100%. The evaluated participants showed good knowledge with an average score of 97.3 ± SD 3.17 and a commitment statement as peer educators. They will be a source of information that will disseminate information to their other friends at school.
Sosialisasi Pendidikan Agama Islam dalam Antisipasi Bullying pada Siswa di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak Fathul khair; Sena Dwi Tamara; Sudarwati, Sudarwati; Yenni Lukita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4213

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama menjadi sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam sebagai upaya antisipasi bullying di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa, (2) penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam, (3) pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada siswa dan guru, serta (4) evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek dan menyakiti teman. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi mengenai nilai-nilai akhlak, dan guru mendapatkan tambahan strategi dalam pembinaan karakter. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan bebas dari perilaku bullying. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan belajar mengajar dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.