Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Masyarakat Tutur Siswa Beda Budaya di Sekolah Menengah Pertama Al Kautsar Bandar Lampung dalam Kajian Etnografi Komunikasi Kartika, Tina; Susrini, Pebriani Dwi; Besar, Ibrahim
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i1.3566

Abstract

Siswa SMP Al Kaustar 2019/2020 Bandar Lampung sebagai masyarakat tutur terdiri dari beragam etnik, etnik terbanyak adalah Lampung dan Jawa. Perbedaan etnik menjadikan siswa baru mengalami culture shock yang dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi siswa yang dilatarbelakangi etnik berbeda, yaitu Etnik Lampung dan Etnik Jawa.  Penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan karakteristik informan, yaitu:siswa perantau kelas 7, 8 dan 9, Siswa perantau mengalami gegar budaya, siswa memiliki cukup banyak waktu dan kesempatan untuk dimintai keterangan, dan siswa tidak mengalami gegar budaya sebagai informan pembanding.Sehingga  responden berjumlah 11 orang siswa dan satu guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi siswa di SMP Al Kautsar tentang penggunaan bahasa khas Kota Bandar Lampung sebagai bahasa pergaulan, hingga siswa mengalami culture shock.  Pola komunikasi merupakan penggabungan komponen komunikasi yang terdiri dari: genre, topik peristiwa komunikatif, tujuan dan fungsi peristiwa, setting, partisipan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma interpretasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi untuk para pihak sekolah untuk memberi materi pengenalan siswa baru tentang keberagaman budaya, kekhasan bahasa sebagai awal perilaku toleransi.
Perceptions of Injustice in Wives' Dual Roles and Divorce Petitions: A Communication Study in Modern Families Dwi Budiyani, Ni Komang; Kartika, Tina; Besar, Ibrahim
IJESS International Journal of Education and Social Science Vol. 6 No. 2 (2025): VOL 6 NO 2 OCTOBER 2025
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/ijess.v6i2.477

Abstract

Women who take on dual roles as both homemakers and breadwinners often face unequal burdens within the structure of modern families. While modernization has opened up space for women's participation in the public sector, traditional expectations regarding domestic responsibilities remain deeply rooted. This study aims to understand the perception of injustice in the dual roles of wives and its impact on decisions to file for divorce initiated by women. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with women who experience dual roles and face divorce, supported by a literature review. The findings reveal that perceived injustice arises when husbands do not share domestic responsibilities, even when their wives also work outside the home. This imbalance creates tension in the household, especially when coupled with poor communication, lack of empathy, and third-party influences such as extended family. However, the study also highlights that a commitment to sharing responsibilities, honest communication, and flexibility in role-taking can serve as key factors in maintaining family cohesion. The research emphasizes that in modern families, role distribution should be based on equality and mutual understanding, rather than traditional gender constructs. Therefore, it is crucial for couples to build healthy communication and shared commitment to ensure that dual roles do not become a source of conflict leading to divorce.
Menjelajahi Gaya Komunikasi Guru Sekolah Dasar dan Strategi Mereka dalam Mengatasi Hambatan Komunikasi di Kelas Bahasa Inggris Gardana, Aldika; Ashaf, Abdul Firman; Kartika, Tina; Aiyanti, Nina Yudha; Besar, Ibrahim
Limas PGMI Vol 6 No 2 (2025): Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/7v0m3782

Abstract

Teachers' communication styles are crucial in facilitating language acquisition among students. It is a fundamental component of the learning process that shapes students' overall success in acquiring a new language. This study aims at finding out communication styles the elementary school teachers utilize in English classes, and strategies the elementary school teachers use in overcoming communication barriers in English classes. This study employed a qualitative approach.  It used questionnaires and interviews to collect the data. To analyze the data gained from the questionnaires, the researcher used the rubric of the UFS Communication Style Questionnaire. The researcher used reflexive thematic analysis by Braun & Clarke to analyze the data gained through the interviews. The respondents in this research were all (five) English teachers at SDIT Izzuddin Palembang, South Sumatra. The findings show that 80% of English teachers are categorized as having considerate communication style in their English classes. Only 20% is categorized as having direct communication style in her English class, and no English teacher is categorized as having spirited and systematic communication styles. The strategies the teachers used for overcoming communication barriers are active clarification and repetition, speech and delivery modification, interactive confirmation and feedback, and engagement and motivational support.
DINAMIKA KOMUNIKASI PUBLIK: CANCEL CULTURE DAN FIGUR AGAMA DI MEDIA SOSIAL Alanudin, Rifki; Trenggono, Nanang; Besar, Ibrahim; Ashaf, Abdul Firman; Putra, Purwanto
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v16i2.22342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi dalam praktik cancel culture terhadap tokoh agama, dengan fokus pada bagaimana wacana publik terbentuk, disebarkan, dan dimaknai dalam konteks media sosial. Kasus viral Gus Miftah digunakan sebagai contoh untuk melihat bagaimana komentar, tagar, dan narasi publik menciptakan tekanan moral yang memengaruhi persepsi terhadap otoritas religius di ruang digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough serta teori mediatisasi agama dan konvergensi simbolik. Data dikumpulkan melalui observasi daring pada twitter/X, tikTok, instagram, dan portal berita, dengan 100 item digital sebagai sumber analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture bekerja melalui lima kategori wacana utama: kritik moral, seruan boikot, satire, delegitimasi simbolik, dan komentar netral. Bahasa yang digunakan publik mencerminkan afeksi kolektif yang membentuk solidaritas moral baru, sementara algoritma platform memperkuat wacana dominan melalui visibilitas dan viralitas. Temuan menegaskan adanya pergeseran legitimasi dari institusi religius menuju komunitas digital yang lebih partisipatif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama semakin bergantung pada logika media dan persepsi publik dalam menjaga kredibilitas. Studi ini berkontribusi pada bidang komunikasi dan kajian media digital, terutama pada pemahaman mengenai transformasi otoritas moral di era digital. Penelitian menyimpulkan bahwa cancel culture merupakan mekanisme kontrol sosial baru yang berpotensi memperkuat atau melemahkan posisi simbolik tokoh agama.