Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

INTERVENSI PERMAINAN MONOPOLI DAN DISKUSI GIZI SEIMBANG UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Fitriyanti, Rita; Sriprahastuti, Brian; Cicih, Lilis Heri Mis
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30772

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018  masalah gizi Anak Usia Sekolah di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu cara yang paling efektif dalam menyosialisasikan pengetahuan gizi melalui lembaga pendidikan.Tujuan : Mengetahui efektivitas permainan monopoli gizi dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang sekolah dasar di Kabupaten Bogor.Metode : Penelitian kuantitatif eksperimen dan kualitatif dengan jenis Quasi Eksperiment dipadukan diskusi dan observasi pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Penelitian dirancang dengan pre and post with control desain. Jumlah sampel masing masing sebanyak 64 orang pada kelompok kontrol SDN 01 dan intervensi SDN 02. Kelompok intervensi adalah siswa yang diberikan permainan monopoli dan diskusi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan  uji Wilcoxon.Hasil : Ada perbedaan yang signifikan peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada skor pre test dan post test kelompok intervensi p-value <0,001 sedangkan skor pre test dan post test kelompok kontrol p value 0,001 (<0,05). Perbandingan skor pengetahuan pada kelompok intervensi dan kontrol didapatkan skor pre test p value 0,638 (>0,05), post test 1 p value 0,582 (>0,05), dan p value post test 2 0,106 (>0,05) tidak ada perbedaan yang signifikan Skor Pre test, Post test 1, dan Post test 2 pada peningkatan Pengetahuan gizi seimbang. Berdasarkan perhitungan N-Gain hasil efektivitas sebesar 1,40 dapat disimpulkan kelompok intervensi dinyatakan lebih efektif daripada kelompok kontrol.  Berdasarkan hasil tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor Sikap Gizi seimbang dan sikap terhadap media pada kelompok intervensi dan kontrol.Simpulan : Media monopoli dapat digunakan sebagai alat pembelajaran dibidang pendidikan sebagai sarana edukasi pengetahuan gizi seimbang.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Meilia Depok Prikhatina, Ratih Agustin; Fitriyanti, Rita; Fitri Widianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2762

Abstract

Di seluruh dunia, saat ini Penyakit Ginjal Kronik (PGK) masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi, termasuk di Indonesia. Penyakit ginjal kronik adalah terjadinya malfungsi ginjal yang bersifat irreversible dan tidak dapat dikembalikan kondisinya seperti semula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Meilia Tahun 2024. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan unit hemodialisa di Rumah Sakit Meilia tahun 2024. Sampel yang digunakan adalah 83 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data karakteristik responden,kuesioner kepatuhan diet, kuesioner pengetahuan dan kuesioner dukungan keluarga. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 73 orang pasien (88%) patuh terhadap diet. Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,019), pekerjaan (p-value = 0,026), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001), dukungan keluarga (p-value = 0,000) dan lamanya menjalani hemodialisa (p-value = 0,000) dengan kepatuhan diet. Tidak terdapat hubungan yang signifikan usia dengan kepatuhan diet. Disarankan bagi pasien untuk meningkatkan pengetahuan, mematuhi diet dan keluarga diharapkan selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien hemodialisa.   Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronik (PGK), Kepatuhan Diet, Pasien Hemodialisa     Abstract   Chronic Kidney Disease (CKD) remains one of the leading causes of death worldwide, including in Indonesia. Chronic kidney disease is a condition in which kidney function deteriorates irreversibly and cannot return to its normal state. The purpose of this study was to determine the factors associated with dietary compliance among patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at Meilia Hospital in 2024. This study used a quantitative method with a cross-sectional research design. The population consisted of all outpatients in the hemodialysis unit at Meilia Hospital in 2024. A total of 83 respondents were included using a total sampling technique. Research instruments included a respondent characteristics questionnaire, a dietary compliance questionnaire, a knowledge questionnaire, and a family support questionnaire. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 73 patients (88%) were compliant with their diet. There were significant associations between dietary compliance and gender (p-value = 0.019), occupation (p-value = 0.026), level of knowledge (p-value = 0.001), family support (p-value = 0.000), and the length of time undergoing hemodialysis (p-value = 0.000). No significant association was found between age and dietary compliance. It is recommended that patients increase their knowledge and adhere to dietary guidelines, and that families consistently provide support and attention to hemodialysis patients.
Pengaruh Penambahan Kangkung dan Kacang Hijau Pada Nugget Lele Sebagai Sumber Protein dan Zat Besi Nurdini, Dahlia; Fitriyanti, Rita; Pustikasari, Atikah; Auliannisa, Damaranti; Pratiwi, Kartika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2777

Abstract

Catfish has long been a popular fishery commodity among Indonesians (Santoso, S., Yanti, WS, & Manajemen, E. 2019). This research is an experimental study conducted in May 2024 at the nutrition laboratory of MH. Thamrin University and will be continued at the DKI Jakarta Regional Health Laboratory in September 2024. This study involved 25 undergraduate students of Nutrition at MH. Thamrin University, Jakarta, as panelists. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 different treatments and 2 replications. The data were processed using SPSS using the Analysis of Variance (ANOVA) test and will be continued to the Duncan's Multiple Range Test, if there is a significant difference in the ANOVA test. This study shows that the addition of kale and green beans affects the organoleptic quality of catfish nuggets, especially in the aspects of color, taste, and texture. However, there is no significant effect on aroma. The panelists' level of preference for color, taste, aroma, and texture also increased, although not significantly in the overall assessment. The best product was obtained in treatment P1 (10% kale and 20% mung beans). It is recommended that further research examine the product's shelf life, use fresh catfish without steaming, and apply an egg coating to prevent the breading from coming off easily. Keywords: Catfish, organoleptic, nuggets
Pengaruh Kualitas Tidur dan Kebiasaan Sarapan Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja di SMKN 20 Jakarta Agustin Prikhatina, Ratih; Fitriyanti, Rita; Purwanto Nugroho, Heru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2970

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif, terutama pada remaja putri. Jika tidak ditangani secara tepat, anemia dapat berakibat fatal dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualiatas tidur dan kebiasaan sarapan terhadap kejadian anemia pada remaja di SMKN 20 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Jenis penelitian ini memepelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu kadar hemoglobin pada Remaja Putri di SMKN 20 Jakarta tahun 2024 yang dilaksanakan pada bulan November- Desember 2024. Populasi penelitian ini adalah total siswa kelas XI sebanyak 282 orang dengan total sampel menjadi 124 remaja putri. Penelitian ini menemukan prevalensi anemia pada remaja putri SMK Negeri 20 Jakarta sebesar 30,1%, dengan kebiasaan sarapan kurang baik 26,9%, kualitas tidur buruk 87,1%, status gizi tidak normal 11,8%, dan ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 68,8%. Analisis Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan, kualitas tidur, status gizi, maupun kepatuhan TTD dengan kejadian anemia. Temuan ini menunjukkan anemia pada remaja dipengaruhi faktor lain, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel tambahan, memperbesar sampel, serta meningkatkan peran orang tua dan sekolah dalam edukasi gizi, pemantauan pola tidur, dan kepatuhan konsumsi TTD. Kata Kunci: Anemia, Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, Kepatuhan TTD, Kualistas Tidur Abstract Anemia is a health problem that has a negative impact, especially on adolescent girls. If not handled properly, anemia can be fatal in the long term. The purpose of this study is to determine the effect of sleep quality and breakfast habits on the incidence of anemia in adolescents at SMKN 20 Jakarta. This study uses a quantitative approach, with an observational analytical study with a longitudinal approach. This type of research studies the relationship between the independent variable and the dependent variable, namely hemoglobin levels in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta in 2024, which was conducted in November-December 2024. The population of this study was a total of 282 grade XI students with a total sample of 124 adolescent girls. This study found the prevalence of anemia in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta was 30.1%, with poor breakfast habits 26.9%, poor sleep quality 87.1%, abnormal nutritional status 11.8%, and non-compliance with Iron Supplement Tablet (TTD) consumption 68.8%. Chi-square analysis showed no significant association between breakfast habits, sleep quality, nutritional status, or iron tablet adherence with the incidence of anemia. These findings suggest that anemia in adolescents is influenced by other factors. Therefore, further research is recommended to include additional variables, enlarge the sample size, and enhance the role of parents and schools in nutrition education, monitoring sleep patterns, and iron tablet adherence. Keywords: Anemia, Breakfast Habits, Nutritional Status, Iron Tablet Adherence, Sleep Quality
Pengaruh Kualitas Tidur dan Kebiasaan Sarapan Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja di SMKN 20 Jakarta Agustin Prikhatina, Ratih; Fitriyanti, Rita; Purwanto Nugroho, Heru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2970

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif, terutama pada remaja putri. Jika tidak ditangani secara tepat, anemia dapat berakibat fatal dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualiatas tidur dan kebiasaan sarapan terhadap kejadian anemia pada remaja di SMKN 20 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Jenis penelitian ini memepelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu kadar hemoglobin pada Remaja Putri di SMKN 20 Jakarta tahun 2024 yang dilaksanakan pada bulan November- Desember 2024. Populasi penelitian ini adalah total siswa kelas XI sebanyak 282 orang dengan total sampel menjadi 124 remaja putri. Penelitian ini menemukan prevalensi anemia pada remaja putri SMK Negeri 20 Jakarta sebesar 30,1%, dengan kebiasaan sarapan kurang baik 26,9%, kualitas tidur buruk 87,1%, status gizi tidak normal 11,8%, dan ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 68,8%. Analisis Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan, kualitas tidur, status gizi, maupun kepatuhan TTD dengan kejadian anemia. Temuan ini menunjukkan anemia pada remaja dipengaruhi faktor lain, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel tambahan, memperbesar sampel, serta meningkatkan peran orang tua dan sekolah dalam edukasi gizi, pemantauan pola tidur, dan kepatuhan konsumsi TTD. Kata Kunci: Anemia, Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, Kepatuhan TTD, Kualistas Tidur Abstract Anemia is a health problem that has a negative impact, especially on adolescent girls. If not handled properly, anemia can be fatal in the long term. The purpose of this study is to determine the effect of sleep quality and breakfast habits on the incidence of anemia in adolescents at SMKN 20 Jakarta. This study uses a quantitative approach, with an observational analytical study with a longitudinal approach. This type of research studies the relationship between the independent variable and the dependent variable, namely hemoglobin levels in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta in 2024, which was conducted in November-December 2024. The population of this study was a total of 282 grade XI students with a total sample of 124 adolescent girls. This study found the prevalence of anemia in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta was 30.1%, with poor breakfast habits 26.9%, poor sleep quality 87.1%, abnormal nutritional status 11.8%, and non-compliance with Iron Supplement Tablet (TTD) consumption 68.8%. Chi-square analysis showed no significant association between breakfast habits, sleep quality, nutritional status, or iron tablet adherence with the incidence of anemia. These findings suggest that anemia in adolescents is influenced by other factors. Therefore, further research is recommended to include additional variables, enlarge the sample size, and enhance the role of parents and schools in nutrition education, monitoring sleep patterns, and iron tablet adherence. Keywords: Anemia, Breakfast Habits, Nutritional Status, Iron Tablet Adherence, Sleep Quality
Pengaruh Frekuensi Konsumsi Fast Food Terhadap Kejadian Obesitas pada Mahasiswa Gizi Universitas MH. Thamrin Fitriyanti, Rita; Prikhatina, Ratih; Shabrina, Zahra
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.1.20-25

Abstract

Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat obesitas orang dewasa di Indonesia meningkat menjadi 21,8% dari tahun 2013 yang hanya 14,8%. Remaja yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular pada masa dewasa dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi fast food terhadap kejadian obesitas pada mahasiswa gizi Universitas MH. Thamrin. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Universitas MH. Thamrin, waktu penelitian di bulan Maret 2024. Populasi penelitian 76 mahasiswa Program Studi Gizi dengan jumlah sampel 58 mahasiswa Program studi Gizi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Sumber dan jenis data pada penelitian ini data primer dan sekunder. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi fast food dan mengukur kejadian obesitas remaja menggunakan microtoise untuk tinggi badan dan timbangan untuk berat badan. Data kemudian dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 dengan uji statistic Chi-Square. Hasil univariat obesitas 65,5%, dan frekunesi fast food 93,1%. Sedangkan hasil bivariat didapatkan bahwa tidak ada pengaruh antara konsumsi fast food dengan obesitas dengan p-value 0,895. Saran yang diberikan yaitu melakukan edukasi pola makan sehat, penelitian lanjutan, serta pengawasan dan evaluasi kesehatan mahasiswa diperlukan.Kata Kunci: fast food, mahasiswa, obesitas  
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Meilia Depok Prikhatina, Ratih Agustin; Fitriyanti, Rita; Fitri Widianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2762

Abstract

Di seluruh dunia, saat ini Penyakit Ginjal Kronik (PGK) masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi, termasuk di Indonesia. Penyakit ginjal kronik adalah terjadinya malfungsi ginjal yang bersifat irreversible dan tidak dapat dikembalikan kondisinya seperti semula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Meilia Tahun 2024. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan unit hemodialisa di Rumah Sakit Meilia tahun 2024. Sampel yang digunakan adalah 83 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data karakteristik responden,kuesioner kepatuhan diet, kuesioner pengetahuan dan kuesioner dukungan keluarga. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 73 orang pasien (88%) patuh terhadap diet. Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,019), pekerjaan (p-value = 0,026), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001), dukungan keluarga (p-value = 0,000) dan lamanya menjalani hemodialisa (p-value = 0,000) dengan kepatuhan diet. Tidak terdapat hubungan yang signifikan usia dengan kepatuhan diet. Disarankan bagi pasien untuk meningkatkan pengetahuan, mematuhi diet dan keluarga diharapkan selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien hemodialisa.   Kata Kunci: Penyakit Ginjal Kronik (PGK), Kepatuhan Diet, Pasien Hemodialisa     Abstract   Chronic Kidney Disease (CKD) remains one of the leading causes of death worldwide, including in Indonesia. Chronic kidney disease is a condition in which kidney function deteriorates irreversibly and cannot return to its normal state. The purpose of this study was to determine the factors associated with dietary compliance among patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at Meilia Hospital in 2024. This study used a quantitative method with a cross-sectional research design. The population consisted of all outpatients in the hemodialysis unit at Meilia Hospital in 2024. A total of 83 respondents were included using a total sampling technique. Research instruments included a respondent characteristics questionnaire, a dietary compliance questionnaire, a knowledge questionnaire, and a family support questionnaire. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 73 patients (88%) were compliant with their diet. There were significant associations between dietary compliance and gender (p-value = 0.019), occupation (p-value = 0.026), level of knowledge (p-value = 0.001), family support (p-value = 0.000), and the length of time undergoing hemodialysis (p-value = 0.000). No significant association was found between age and dietary compliance. It is recommended that patients increase their knowledge and adhere to dietary guidelines, and that families consistently provide support and attention to hemodialysis patients.
Pengaruh Penambahan Kangkung dan Kacang Hijau Pada Nugget Lele Sebagai Sumber Protein dan Zat Besi Nurdini, Dahlia; Fitriyanti, Rita; Pustikasari, Atikah; Auliannisa, Damaranti; Pratiwi, Kartika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2777

Abstract

Catfish has long been a popular fishery commodity among Indonesians (Santoso, S., Yanti, WS, & Manajemen, E. 2019). This research is an experimental study conducted in May 2024 at the nutrition laboratory of MH. Thamrin University and will be continued at the DKI Jakarta Regional Health Laboratory in September 2024. This study involved 25 undergraduate students of Nutrition at MH. Thamrin University, Jakarta, as panelists. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 different treatments and 2 replications. The data were processed using SPSS using the Analysis of Variance (ANOVA) test and will be continued to the Duncan's Multiple Range Test, if there is a significant difference in the ANOVA test. This study shows that the addition of kale and green beans affects the organoleptic quality of catfish nuggets, especially in the aspects of color, taste, and texture. However, there is no significant effect on aroma. The panelists' level of preference for color, taste, aroma, and texture also increased, although not significantly in the overall assessment. The best product was obtained in treatment P1 (10% kale and 20% mung beans). It is recommended that further research examine the product's shelf life, use fresh catfish without steaming, and apply an egg coating to prevent the breading from coming off easily. Keywords: Catfish, organoleptic, nuggets