Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGGUNAAN GAYA BAHASA HIPERBOLA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT TUTUR BAHASA MELAYU AMBON (Kajian Etnolinguistik) Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol5no1hlm845-854

Abstract

Hiperbola adalah sebuah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Dalam KBBI (2018) hiperbola didefenisikan sebagai ucapan (ungkapan, pernyataan) kiasan yang dibesar-besarkan (berlebih-lebihan), dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu. Gaya bahasa hiperbola ini seringkali digunakan oleh masyarakat tutur bahasa Melayu Ambon (selanjutnya disingkat BMA) ketika berkomunikasi dengan sesamanya, yang terletak pada penyimpangan-penyimpangan maksud untuk memperoleh efek yang luar biasa dari ucapannya. Kebiasaan orang Ambon ketika situasi santai untuk duduk ‘bastori’ dalam suatu kelompok cenderung meningkatkan pemakaian hiperbola dalam tuturan mereka, sehingga kadang istilah tukel ‘tukang bual’ setelah itu saling dilontarkan kepada satu sama lain. Hal ini menunjukkan kekhasan tuturan bahasa Melayu Ambon, yang menjadi ciri pembeda bahasa tersebut dengan varian bahasa Melayu lainnya di Indonesia Timur. Dengan demikian, penelitian ini akan mendeskripsikan bentuk-bentuk penonjolan kata yang mengandung hiperbola, fungsi pemakaian gaya bahasa hiperbola, serta nilai-nilai budaya yang melatarbelakangi pemakaian gaya bahasa hiperbola tersebut. Penelitian bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, dengan teknik observasi, wawancara, serta kuesioner dan pendokumentasian untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk-bentuk penonjolan kata yang mengandung hiperbola terdiri dari bentuk lingual kata, frasa, dan klausa yang berfungsi mendramatisasi suatu peristiawa guna menambah efek tertentu untuk yang mendengar atau lawan tutur, membanggakan diri, serta berkelakar. Nilai-nilai budaya yang melatarbelakangi pemakaian gaya bahasa hiperbola adalah berdasarkan faktor situasi dan suasana kebersamaan dalam masyarakat di sekitar tempat tinggal penutur BMA.
RAGAM GAUL PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK REMAJA USIA 10-19 TAHUN DI DESA POKA KECAMATAN TELUK AMBON Parwati, Rina; da Costa, Romilda Arivina; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2024): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol6no1hlm1077-1088

Abstract

Ragam gaul merupakan bahasa nonformal berasal dari bahasa rahasia yang diciptakan dikalangan masyarakat dalam bahasa lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk dan makna serta fungsi ragam gaul yang digunakan pada media sosial facebook remaja usia 10-19 tahun di Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah tuturan dalam status maupun komentar facebook. Sumber data yang digunakan ialah media sosial facebook. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang dilakukan dengan menyimak tuturan dalam media sosial facebook. Pelaksanaan teknik simak didukung dengan teknik sadap (baca), teknik simak libat cakap, dan teknik catat. Teknik yang lain yang digunakan ialah pendokumentasi yang dilakukan dengan mengambil tangkapan layar berupa status dan komentar dari media sosial facebook. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 bentuk ragam gaul yakni jargon, prokem argot dan colloquial. Bentuk ragam gaul dalam status dan komentar yang terjadi memanfaatkan pemendekan kata (akronim), vokal, kata dasar, ungkapan, reduplikasi, perubahan bunyi, penambahan suku kata, perubahan fonem dan pemendekan kata (penggalan). Makna dalam ragam gaul lebih mengarah pada maksud-maksud tertentu. Fungsi-fungsi sosial yang ditemukan dalam ragam gaul 1) ekspresi kedekatan, 2) keterkaitan hubungan, 3) ekspresi solidaritas, 4) mengalihkan topik, 5) rasa humor, 6) menyatakan kesenangan, 7) keakraban dan keintiman, 8) sarana kebencian, dan 9) membuat orang terkesan bingung.
PELATIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS BAGI GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KEPULAUAN ARU Somelok, Grace; Pesiwarissa, Leonora Farilyn; Hiariej, Chrissanty; Latupapua, Falantino Eryk
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 2 No 2 (2022): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss2pp78-84

Abstract

Perkembangan pendidikan semakin menuntut pengetahuan dan kompetensi yang wajib dimiliki guru. Hal ini disebabkan oleh factor peran guru sebagai fasilitator atau penyalur ilmu pengetahuan. Guru dituntut memiliki kompetensi yang harus dikembangkan mencakup kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompeten sisosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Dengan demikian, guru harus punya kompetensi dengan cara merencanakan dan mengembangkan pembelajaran. Cara yang dapat dikembangkan adalah dengan membentuk strategi pembelajaran supaya dapat mengacu pada karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran. Cara seperti ini lebih mudah diaplikasikan melalui pembelajaran berbasisteks, karena teks dijadikan sebagai sarana penyalur kreativitas dan pengalaman. Namun, kenyataannya, tidaksemua guru mengembangkan pembelajaran berbasis teks, termasuk pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak semua guru dapat mengaplikasikan pengetahuan melalui pembelajaran berbasis teks dengan mudah. Guru kadang tidak mampu memilah dan memilih teks yang sesuai dengan kebutuhan siswa agar tujuan pembelajaran tercapai, padahal pertimbangan teks yang sesuai dapat diperoleh dari konteks sosial dan konteks budaya sebagai keberagaman wujud teks. Oleh karena itu, perlu pelatihan yang muatannya berupa strategi pembelajaran berbasis teksbagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, sebagai upaya pendampingan pengembangan kompetensi guru khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru.
Pelatihan Ekoleksikon Laut Pulau dalam Peningkatan Pengetahuan Ekologis bagi Guru dan Siswa Di SMAN 27 Maluku Tengah Hiariej, Chrissanty; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 2 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss2pp59-65

Abstract

Literacy development still needs to be considered in learning in accordance with the vision and mission of schools, universities, and the development of local wisdom. The strengthening of literacy developed in this service activity will be adjusted to the vision and mission of Pattimura University, which is based on the island sea. Therefore, the service developed was made the center of human resource development, science, technology, and art. In addition, it has a cultural character based on the island's sea. This is also important to support the value of the forming index, especially the cultural dimension. Therefore, the service team, which also acts as a resource person, will provide training in terms of language and literature with the target activities of teachers and students of SMA Negeri 27 Central Maluku. The service carried out aims to document the island's marine ecosystem in increasing ecological knowledge for teachers and students at SMA N 27 Central Maluku. The output of the activity is in the form of an article that will be sent to the Gaba-gaba Journal of Community Service, Department of Language and Arts Education, FKIP Unpatti, using the training method and arranged with planned stages. The result of the service is the implementation that produces an island sea ecolexicon in the Seith language, which has been discussed in the training.
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia dalam Perancangan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di SMAN 5 Ambon Latupapua, Falantino Eryk; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 4 No 1 (2024): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol4iss1pp34-42

Abstract

The purpose of this community service activity is to strengthen the professional competence of Indonesian language teachers at SMAN 5 Ambon in designing contextual learning based on local wisdom. Contextual learning that is integrated with local cultural values is considered to be able to increase the relevance of teaching materials and shape the character of students who love local culture. The target of this activity is Indonesian language teachers at SMAN 5 Ambon who are active in teaching and show commitment to developing innovative learning strategies. The method of activity implementation includes identification of partner needs through an initial survey, training through workshops, focus group discussions (FGDs), and direct assistance in the preparation of learning tools in the form of contextual lesson plans based on Maluku local wisdom. Activities were carried out offline with a participatory, collaborative, and reflective approach. The results of the activities showed a significant increase in teachers' understanding and skills in designing contextual learning. Based on the analysis of evaluation questionnaire data with a descriptive statistical approach, the average competency improvement score was 87.9%, which indicates a very good category. All participants also stated that this activity was very relevant and applicable to be applied in daily learning. In addition, the lesson plans show the integration of local cultural values explicitly and creatively. Based on the analyzed questionnaire results, it can be concluded that training based on contextual approaches and local culture is effective in improving teachers' pedagogical competencies. This competency strengthening also contributes to cultural preservation efforts through education and encourages the realization of a more meaningful and humanistic learning process in Indonesian language classes.
KULIAH UMUM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS DALAM PROGRAM BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI UNIVERSITAS PATTIMURA Somelok, Grace; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Gaba-Gaba : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan Seni Vol 1 No 2 (2021): Gaba-Gaba: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dalam Bidang Pendidikan Bahasa dan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/gabagabavol2iss1pp43-48

Abstract

Pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) merupakan suatu program yang multidimensional, yang tidak hanya berkaitan dengan program pendidikan dan pengajaran bahasa Indonesia, melainkan juga berkaitan erat dengan peningkatan kerja sama global, pemahaman antarbudaya, peningkatan kerja sama ekonomi, maupun mendorong dan memperkuat pariwisata berbasis budaya, bahasa dan sastra. Hingga saat ini, terdapat 420 lembaga yang menyediakan program BIPA yang tersebar di 29 negara. Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran akan menjadi sumber kesulitan tersendiri, tentu saja karena terdapat perbedaan signifikan antara praktik pengajaran bahasa Indonesia kepada orang asing, sebagai bahasa kedua. Kemudian, pengajar BIPA biasanya akan mengalami kesulitan mengenali potensi siswa, sekaligus merumuskan langkah-langkah yang bersifat metodologis untuk memecahkan persoalan. Dalam konteks seperti inilah, pembelajaran berbasis teks (Genre Based Approach) dapat menjadi salah satu alternatif penting dan layak untuk diajukan demi perluasan wawasan dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan format penyuluhan dalam bentuk kuliah umum kepada masyarakat umum yang berminat mengikuti, khususnya para pengajar dan pegiat BIPA, mahasiswa mata kuliah BIPA, serta para pemangku kepentingan dari institusi lain di Maluku. Narasumber kegiatan berasal dari tim pelaksana dan ahli lainnya yang dianggap sesuai dengan kebutuhan materi dan rekam jejak ahli. Kegiatan dilaksanakan secara virtual lewat aplikasi Zoom. Luaran kegiatan berupa rekaman video kegiatan, artikel berita di media daring malukuonline.com dan porosmaluku.com, serta artikel PKM pada jurnal nasional belum terakreditasi, yakni Jurnal Gaba-Gaba, yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Pattimura.
RETORIKA INTERPERSONAL DALAM RESPONS ADU MULUT ORANG AMBON MELALUI MEDIA SOSIAL (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK) Pesiwarissa, Leonora Farilyn; Hiariej, Chrissanty; Soffianto, Intan Rukmawati
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2021): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol3no1hlm437-446

Abstract

Suatu respons dengan menggunakan kata-kata biasanya merupakan wujud kebahasaan yang berupa tuturan verbal maupun nonverval. Makna yang terkandung pada respons pun menjadikan percakapan sejalan dengan konteks yang tersirat dan tersurat secara retorik. Hal itu menjadikan hampir semua percakapan dalam komunikasi memberikan kontribusi yang menjadikan adanya variasi percakapan. Variasi percakapan yang banyak ditampilkan berdasarkan fakta pada era 4.0 ini adalah sejumlah perilaku yang muncul lebih personal yang mengarah secara retorik. Retorika personal diperlihatkan melalui ungkapan, pernyataan emosi yang bertujuan menjelaskan keadaan batin penutur agar diketahui mitra tutur. Jika respons yang ditunjukkan mengarah pada hal yang sifatnya emosional, baik positif atau negatif dapat menjadikan tuturan dipahami secara berbeda berdasarkan latar belakang penutur. Oleh karena itu, tidak mudah memaknai suatu tuturan, apalagi mengenali maksud yang tersirat pada tuturan. Efek yang akan terjadi ketika ketidaksesuaian antara maksud penutur dengan orang lain mejadikan pertuturan terkendala, bahkan salah paham. Respons yang dihasilkan pun akan menyebabkan terjadi adu mulut atau saling berbalas tulisan dengan ungkapan-ungkapan tertentu. Umumnya respons yang mempunyai efek besar pada aktivitas penutur dinyatakan pada media sosial. Dalam hal ini dikhususkan pada media facebook. Hal ini disebabkan karena pengguna media sosial ini banyak dan dapat dibaca oleh sebagian besar keluarga, teman, patner kerja bahkan orang asing. Dengan demikian, fenomena ini dapat dijadikan sebagai suatu kajian penelitian bahasa yang mengarah pada kajian sosiopragmatik, yang bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi dan perilaku retorika interpersonal dalam respons adu mulut orang Ambon melalui media sosial. Metode penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk menganalisis data yang diperoleh. Tentu saja dengan menggunakan tahapan-tahapan penelitian kualitatif.
REDUPLIKASI MORFOLOGIS DALAM NOVEL BINTANG KARYA TERE LIYE Idris, Ariana; da Costa, Romilda Arivina; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 3 (2022): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol4no3hlm741-762

Abstract

Penelitian ini dimulai dari pendahuluan yang membahas tentang fenomenan bahasa, pengertian reduplikasi morfologi, Tentang masalah pembentukan kata ulang, yang dikaji dari sisi bentuk, fungsi dan makna reduplikasi morfologi. Menentukan proses bentuk reduplikasi morfologi itu terjadi, dan cara memilah bentuk reduplikasi morfologi berdasarkan pengulangan utuh, pengulangan sebagian, pengulangan dengan perubahan bunyi. Serta pembentukan kata ulang dengan dasar yang berafiks. Menentukan fungsi reduplikasi morfologi dengan memperhatikan kedudukan pada kelas katanya. Dan mendeskripsikan makna reduplikasi morfologi yang bersifat gramatikal. Mendeskripsikan pengertian novel dan pemilihan novel Bintang karya Tere Liye. Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah bentuk, fungsi dan makna reduplikasi morfologis yang terdapat dalam teks novel berjudul Bintang karya Tere Liye. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna reduplikasi morfologis yang terdapat dalam teks novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik baca catat. Hasil penelitian ini berupa pengelompokan dan pengkodean bentuk data reduplikasi morfologis dari sumber novel Bintang karya Tere Liye. Pengkajian proses pembentukan kata ulangnya berupa pengulangan pada akar dan pengulangan dalam bentuk dasar berafiks. Serta fungsi reduplikasi morfologis yang ditinjau dari kedudukan kelas katanya, dan makna gramatikal pada bentuk reduplikasi morfologisnya.
Preservation of the Selwasa Language in Batu Putih Village Fenanlabir, Ursula Margarita; da costa, Romilda Arivina; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2023): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol4no1hlm6-9

Abstract

The preservation of the Selwasa language in Batu Putih Village, Wermaktian District, Tanimbar Islands Regency. This study seeks to elucidate the social phenomena of language maintenance in Batu Putih Village, Wermaktian District, Tanimbar Islands Regency. This research employs a qualitative methodology centred on language maintenance, assessed through language usage in the domains of family, neighbours, employment, religion, customs, and education. The methods employed for data collection included observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research findings indicate that in Batu Putih Village, the predominant usage of the Selwasa language is evident in the domains of family and customs, with additional support from the domain of neighbours. Ambon Malay exhibits the lowest prevalence relative to the Selwasa language across the three domains. According to the speakers' ages, GL speakers constitute the biggest percentage, followed by GT, with GM having the lowest percentage. Conversely, farmers exhibit the largest percentage of Selwasa language usage compared to other professions. Consequently, it can be asserted that the Selwasa language remains well-preserved in Batu Putih Village.
Forms of Illocutionary Speech Acts on Deddy Corbuzier’s Podcast Rettob, Fifi; Lelapary, Heppy Leunard; Pesiwarissa, Leonora Farilyn
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2024): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol5no1hlm15-22

Abstract

This research aims to describe the form of illocutionary speech acts in the Deddy Corbuzier Podcast. The problem studied is the form of illocutionary speech acts in the Deddy Corbuzier Podcast. This type of research is descriptive qualitative. The data in this research are the words of Deddy Corbuzier's Podcast in the episode "I'm Crying, Behind Their Laughter It Turns Out Everything Is Sold to Survive - The Life Fate of Kadir and Doyok". This verbal data is then transcribed into written data for analysis. The data source in this research is the YouTube video on the Deddy Corbuzier Podcast. Data collection techniques in this research are: recording technique, listening technique, and note-taking technique. After collecting data, the data analysis techniques used are data reduction, data presentation, drawing conclusions. The research results show four forms of illocutionary speech acts in the Deddy Corbuzier Podcast. First, assertive speech acts are used to explain something as it is, directive speech acts are used speech acts that produce many effects or influence through the listener's actions, expressive speech acts are speech acts that involve feelings and attitudes.