Putra, Aldo Yuliano Mas
Program Studi Ners, FIKES, Universitas Perintis Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

HUBUNGAN WAKTU TANGGAP PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN FRAKTUR TERBUKA DENGAN RESIKO TERJADINYA SYOK HIPOVOLEMIK DI IGD RSUD DR ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2015 Aldo Yuliano; Nova Erlina Sasra
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.347 KB)

Abstract

Open fracture is a fracture with a clearly visible translucent skin, which could be contaminated by the environment. Cause of death patient emergency serious condition that is 50% on the way to the hospital, 35% due to trauma and also 50% died at the time of the incident or a few minutes after the incident (Pusponegoro, 2008). Relief on emergency patients have a service standard time known as the response time (Response Time) is the time span necessary services ranging from determining triage nurse to complete the process of handling emergency patients (fractures). The purpose of this study was to determine whether or not there is a relationship proper response time handling the risk of shock. This study uses descriptive correlative. This research was conducted at IDG Hospital Dr Achmad Mochtar Bukittinggi in June-July 2015. The research sample totaled 26 ER nurses were selected using total sampling technique. Collecting data using observation sheet in accordance with the criteria respondent sample. The results showed the majority of nurses do not fracture treatment in patients timely namely 65.4%, while for the risk of shock that is 61.5%. Test results using a chi-square statistic values ​​obtained Fisher's Exact Test = 0.046 (<0.05) thus conclude that there is a relationship of response time nurse in the treatment of patients with open fractures risk of hypovolemic shock. Of the research are expected to lead in order to make observations to the members of his team about the time the action is used for taking action on an open fracture patients so as to minimize the risk of hypovolemic shock.
Kualitas Hidup Caregiver Skizofrenia: A Cross Sectional Study Aldo Yuliano Mas Putra; Yuli Permata Sari; Dia Resti Dewi Nanda Demur
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.072 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.423

Abstract

Penderita Skizofrenia di rumah membutuhkan bantuan dan pertolongan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Caregiver memiliki stressor yang lebih tinggi dalam merawat anggota keluarga dengan Skizofrenia. Banyak caregiver yang tidak mampu mengantisipasi masalah tersebut dan berdampak terhadap kondisi psikologis, kesehatan mental dan kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara beban dengan kualitas hidup pada caregiver klien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan mengunakan pendekatan cross sectional yang melibatkan 79 caregiver pada klien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zarit Burden Interview untuk beban caregiver dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup caregiver. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa caregiver memiliki beban ringan (39,2%) dan kualitas hidup caregiver rendah (60,8%). Uji statistik Chi-Square membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara dimensi beban; beban fisik (0,033), beban emosional (0,008), beban ekonomi (0,002), beban sosial (0,047) dan beban caregiver mempunyai hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup caregiver (X2=0,004). Disarankan bagi Puskesmas agar memiliki program untuk meningkatkan koping keluarga melalui strategi pemecahan masalah bersama anggota keluarga, memberikan dukungan spiritual dan sosial dalam merawat anggota keluarga dengan Skizofrenia.
Hospital Disaster Plan Dalam Perencanaan Kesiapsiagaan Bencana Mera Delima; Aldo Yuliano Mas Putra
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v8i1.600

Abstract

Kota Bukittinggi merupakan daerah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, dan baru – baru ini banjir juga menggenangi beberapa daerah di kota Bukittinggi, tampa terkecuali juga mengenai Rumah Sakit. Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan khususnya bagi kasus-kasus emergensi, lebih siap dalam menghadapi dampak bencana baik bencana di dalam atau di luar rumah sakit. Tujuan penelitian ini Untuk Menganalisis Kesiapan Manajemen Rumah Sakit Ibnusina Yarsi Bukittinggi Dalam Perencanaan Penyiagaan Bencana (Hospital Disaster Plan) Tahun 2020. Metode Penelitian ini menggunakan metode desain deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenalogi dengan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian dilakukan di rumah sakit Ibnusina Yarsi Bukittinggi bulan Februari sampai November 2020. Teknik penentuan informan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Analisis data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit Ibnusina Yarsi sudah memiliki struktur organisasi tim penanggulangan bencana dan tupoksi masing - masing, namun perlu adanya perbaharuan/update dari struktur tim, kesiapan sumber daya manusia sudah memiliki Tim kebencanaan dan tim Bantuan Kesehatan, namun sarana dan prasarana rumah sakit belum mencukupi untuk penanganan korban massal. Sedangkan sistem komunikasi rumah sakit sudah memiliki alat komunikasi untuk penyampaian informasi. Kesimpulan Tim penanggulangan bencana kurang siap menghadapi bencana karena struktur organisasi beserta tugas dan fungsinya belum optimal diperbaharui, masih kurangnya sarana dan prasarana dalam penanggulangan korban massal dan sudah memiliki alat komunikasi. Diharapkan rumah sakit mengupdate struktur organisasi, dan melengkapi sarana dan prasarana dalam penanggulangan bencana.
Terapi Dzikir terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Infark Miokard Akut Di Ruangan Cardiovasculer Care Unit Putra, Aldo Yuliano Mas; Melani, Melani; Suryati, Ida; Wartisa, Feny
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1058

Abstract

Pravelensi penyakit jantung coroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan 883.447 orang, sedangkan bedasarkan diagnosis dokter dokter/ gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Quasy Exsperimen One Grup Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini ada 10 responden, pengambilan sampel dengan teknik Accidental Sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji paired T test. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,000, artinya ada perbedaan rata-rata skala nyeri setelah terapi dzikir pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan Wd Payakumbuh. Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk petugas instansi kesehatan dan dapat dipraktekan pada pasien Infark miokard akut terkait dengan masalah penelitian ini, sehingga dapat menambah dan meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya pada pasien jantung dalam upaya penurunan nyeri, dan untuk pasien agar dapat melalukannya secara mandiri atau didamping keluarga.
Self-Efficacy Perawat dan Pelaksanaan Triage: Faktor Penentunya di Instalasi Gawat Darurat Yuliano Mas Putra, Aldo; Gusti, Yenita; Mustika Sari, Lisa
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/pqckv905

Abstract

Pelayanan gawat darurat memiliki lingkup penanganan pasien dalam kondisi penyakit atau cedera serius dan tidak terduga, sehingga harus mengacu pada konsep triage dimana pasien akan dilayani berdasarkan tingkat kegawat daruratannya. Oleh sebab itu self-efficacy perawat sangat menentukan kepercayaan diri perawat terhadap kemampuan yang dimiliki sehingga keyakinan ini yang akan menentukan kualitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi self efficacy perawat dalam melaksanakan triage. Desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan di IGD RSUD Prof. dr. M. Ali Hanafiah SM, pada bulan Januari 2023. Populasi adalah  seluruh perawat di IGD RSUD Prof. dr. M. Ali Hanafiah SM yang berjumlah 33 orang. Data di kumpulkan dengan menggunakan kuesioner self efficacy dan diolah serta dianalisa menggunakan uji chi-square. Analisa univariat didapatkan  84,8 % responden memiliki pendidikan Diploma III Keperawatan, (81,8 %) Responden memiliki masa kerja > 5 tahun, (60,4 %) mampu melaksanakan triage di IGD  dan 51.5 % memiliki efficacy rendah. Hasil bivariat didapatkan ada hubungan kemampuan dengan self efficacy perawat (p = 0,046 dan OR = 6,190), dan tidak ada hubungan pendidikan (p = 1,000) dan masa kerja (p = 0,398) dengan self efficacy perawat. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan self efficacy perawat adalah kemampuan. Disarankan pada pihak rumah sakit agar dapat memfasilitasi perawat untuk mengikuti pelatihan sehubungan dengan pelayanan di IGD dan juga meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, untuk lebih meningkatkan kemampuan dan self efficacy mereka dalam melakukan triage.
Terapi Dzikir terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Infark Miokard Akut Di Ruangan Cardiovasculer Care Unit Putra, Aldo Yuliano Mas; Melani, Melani; Suryati, Ida; Wartisa, Feny
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1058

Abstract

Pravelensi penyakit jantung coroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan 883.447 orang, sedangkan bedasarkan diagnosis dokter dokter/ gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Quasy Exsperimen One Grup Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini ada 10 responden, pengambilan sampel dengan teknik Accidental Sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji paired T test. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,000, artinya ada perbedaan rata-rata skala nyeri setelah terapi dzikir pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan Wd Payakumbuh. Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk petugas instansi kesehatan dan dapat dipraktekan pada pasien Infark miokard akut terkait dengan masalah penelitian ini, sehingga dapat menambah dan meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya pada pasien jantung dalam upaya penurunan nyeri, dan untuk pasien agar dapat melalukannya secara mandiri atau didamping keluarga.
Dislipidemia sebagai Faktor Risiko Dominan Stroke pada Penderita Hipertensi Setiawan, Anggun; Putra, Aldo Yuliano Mas; Sari, Lisa Mustika
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/gdfeps98

Abstract

Stroke di Sumatera Barat mengalami kenaikan sebanyak 3,4% dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, yaitu dari 7,5% di tahun 2023 menjadi 10,9% tahun 2025. Stroke merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, khususnya pada penderita hipertensi. Berbagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia diduga berperan terhadap kejadian stroke. Tujuan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penderita hipertensi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Lintau Buo sebanyak 59 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Correlation Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan merokok (p = 0.004), riwayat diabetes (p = 0.01), obesitas (p = 0.017) dan dislipidemia (p = 0.002) dengan kejadian Stroke pada penderita Hipertensi. Adapun hasil analisis bahwa semua faktor memiliki arah hubungan yang positif sedangkan kekuatan hubungan yang paling signifikan secara berurutan didahului oleh Faktor Dislipidemia, selanjutnya Riwayat Merokok, Riwayat Diabetes dan terakhir Obesitas. Faktor risiko memiliki hubungan signifikan dengan arah yang positif dengan kejadian stroke dan berdasarkan analisis kekuatan hubungan maka yang paling besar memiliki pengaruh adalah dislipidemia. Sehingga upaya deteksi dini dislipidemia sangat diperlukan untuk menurunkan kejadian stroke pada penderita hipertensi.