Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GOVERNANCE OF LOCAL GOVERNMENT OF WEST KALIMANTAN AGAINST ILLEGAL LOGGING Siba, M. Angela Merici
Journal of Islamic World and Politics Vol 5, No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.407 KB) | DOI: 10.18196/jiwp.v5i1.7316

Abstract

Illegal logging is unauthorized logging and timber theft performed by the perpetrators wanting to manage forests for their individual needs. It has a negative impact on the habitat of forests and communities in West Kalimantan. The felled trees are used for the needs of the perpetrators and exported to timber buyer countries. High timber demands have triggered the actors to perform such a crime. It occurs because some actors carry out document forgery in managing forests. This research utilized the political system theory from David Easton and discovered that the local government of West Kalimantan has made illegal logging rules. However, illegal logging remains to exist because the governance from the local government has not been maximized in issuing not binding policies and lack socialization from the government to the community regarding illegal logging.
Implementation of cites (convention on international trade in endangered species of wild fauna and flora) in dealing with illegal timber trade in Indonesia Siba, M. Angela Merici; Mbiri , Adeodata L.C.B.
Journal of Law Science Vol. 7 No. 1 (2025): January: Law Science
Publisher : Institute Of computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jls.v7i1.5911

Abstract

This research examines the implementation of the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora in dealing with illegal timber trade in Indonesia. As a convention, CITES helps Indonesia deal with the illegal timber trade by making rules for timber traders. The problem of illegal logging and timber trade is a global crime. This action has damaged forests and even caused extinction for wildlife due to illegal logging for the benefit of certain groups. In this research, the author uses the literature study method by collecting information from reading which is then analyzed to get results. The purpose of this research is to find out the implementation of CITES in Indonesia in dealing with illegal timber trade that causes forest damage and loss. From the results of the study it can be found that Indonesia has ratified CITES and implemented it in the form of laws and Ministerial regulations. CITES is an international treaty that deals with plant and animal trade. Every country that ratifies CITES must be able to trade legally. By ratifying and making rules in Indonesia, timber trade can be carried out legally and pay attention to various aspects related to the environment. The implementation of CITES has an impact on forest protection, people can trade timber legally and protect animals in the forest.
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Bullying Di SMKN Bikomi Selatan Siba, M. Angela Merici; Ramadhan, Fitra; Ruron, Antonius Tuan Tana; Naben, Maria Fridolin; Christanti, Cindy Claudia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4908

Abstract

Bullying di sekolah menjadi permasalahan serius yang berdampak negatif pada aspek psikologis, sosial, dan akademik siswa. Sebagai upaya pencegahan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMKN Bikomi Selatan dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XI dan menggunakan metode sosialisasi berbasis media visual, diskusi kelompok, serta pembuatan poster edukasi anti-bullying. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman siswa bahwa bullying bukan hanya sekedar tindakan kekerasan fisik, seperti memukul dan menendang teman, melainkan bercanda berlebihan serta mengejek pun termasuk tindakan bullying yang menunjukkan peningkatan sebesar 76,2%. Selain itu, semua siswa juga memahami bahwa bullying dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang, yang mencerminkan peningkatan sebesar 47,6% serta tingkat kepuasan mencapai 94,57%. Output kegiatan meliputi peningkatan kesadaran siswa, pembuatan poster edukasi yang dipasang di mading sekolah, dan komitmen siswa untuk berperan aktif dalam mencegah bullying. Meskipun demikian, diperlukan upaya lanjutan berupa pelatihan rutin dan pembentukan tim anti-bullying untuk menjamin keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan dan dapat dijadikan model untuk pengabdian masyarakat di sekolah lain dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas dari bullying.