Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bhakti

Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar mengenai Silat Sabeni sebagai Usaha Pelestarian Budaya Betawi di Tanah Abang Nasution, Isman Pratama
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni pertunjukan silat sabeni Tanah Abang merupakan salah satu warisan budaya takbenda (intangible heritage) yang berada di DKI Jakarta. Sebagai warisan budaya takbenda, seni silat ini diteruskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya serta dapat menjadi salah satu pembentuk identitas budaya masyarakat pemiliknya. Namun, kenyataannya, sering kali seni silat kurang mendapat perhatian dan tempat di lingkungan masyarakatnya sendiri, termasuk di kalangan generasi muda dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan budaya silat, khususnya silat sabeni Tanah Abang kepada generasi muda terutama siswa sekolah dasar melalui suatu program pendampingan dan sosialisasi sebagai upaya pelestarian kampung Betawi di daerah Tanah Abang, Jakarta. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendampingan dan sosialisasi kepada generasi muda siswa sekolah dasar melalui beberapa program. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa memperoleh pengetahuan mengenai silat sabeni.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR MENGENAI WARISAN BUDAYA SEBAGAI USAHA PELESTARIAN BUDAYA KAMPUNG TUGU Nasution, Isman Pratama
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance the understanding of elementary school students in Kampung Tugu Portugis regarding the importance of Cultural Heritage and Intangible Cultural Heritage in their environment. Kampung Tugu is a historic area shaped by the cultural fusion of Portuguese Mardijkers and the Betawi community. Based on interviews with local sources, it was found that there is a lack of cultural heritage education among the younger generation, particularly at SDN Semper Barat 01. The program activities included educational sessions, site visits, the creation of pocketbooks, a performance of Tugu keroncong music, and the development of a wall magazine. Evaluation through pre-tests and post-tests showed a significant increase in students’ understanding after the program. This initiative is expected to foster a sense of ownership and pride among students toward their local cultural heritage, as well as to encourage active participation in its preservation. The results of this program also highlight the importance of collaboration between academics, schools, and the community in preserving cultural heritage through engaging and locally based educational approaches.