Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Diabetes Mellitus Caring Health Education in Wiyong Village 2023 Dian Hadinata; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Society Development Vol. 2 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsd.v2i2.3557

Abstract

The most important factor is the improvement of the welfare of the community, namely related to awareness of health, awareness will emerge, one of which is by providing counseling or health education as well as carrying out checks or health checks from health workers. This community service aims to conduct counseling related to Getting to Know Diabetes Mellitus. The counseling method used is lecture discussion and question and answer, with several stages, namely: Licensing, Socialization, Conducting counseling and checking glucose levels and evaluating counseling. PKM was held in Wiyong Village and was attended by 15 people. The result of this service is that knowledge has increased from before and after being given health education about knowing diabetes mellitus. In conclusion, there is an influence of health education about diabetes mellitus on the knowledge of people with diabetes mellitus. The development of community service programs in the field of improving the quality of health that is correlated with academic programs, government programs and stakeholders needs to be continuously improved. Also in the future the importance of community service activities in a sustainable and programmed manner
Terapi Kelompok Terapeutik untuk Mengkaji Tahapan Perkembangan Anak Usia Sekolah Wahyuni, Sri; Suharno, Suharno; Hijriani, Hera; Heni, Heni; Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 5 (2024): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i5.989

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak usia 6-12 tahun yang merupakan cikal bakal generasi masa depan bangsa, sehingga diperlukan ketahanan dan   kesehatan   mental   yang   optimal   supaya anak   produktif   sesuai   dengan fase perkembangannya. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan mengalami gangguan perkembangan  psikososial.  Saat  ini  masih  banyak  keluarga  di  komunitas  yang  belum memahami  mengenai  cara  menstimulasi  perkembangan anak  usia  sekolah pada  beberapa jenis  perkembangan  seperti motorik,  kognitif  dan bahasa,  emosi  dan  kepribadian, moral dan  spiritual,  serta  psikososial.  Tujuan  dari  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  untuk menstimulasi  anak  usia  sekolah sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya secara  optimal melalui pendekatan terapi  kelompok  terapeutik  (TKT) usia  anak  sekolah.  Kegiatan  pengabdian kepada  masyarakat  ini menggunakan  metode  pelaksanaan  terdiri  dari  tiga  tahap adalah tahap persiapan, pelaksaanaan tindakan  TKT yang  terdiri  dari  lima  (5)  sesi dan  evaluasi. Hasil    kegiatan    ini    menunjukkan mayoritas peserta terjadi peningkatan    tingkat perkembangan dengan  baik pada anak  usia  sekolah  setelah  dilakukan  TKT. Oleh  karena itu,  terapi  kelompok  terapeutik  direkomendasikan sebagai  promosi untuk  menstimulasi perkembangan secara optimal yang mempengaruhi pada kesehatan jiwa anak usiasekolah pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat terutama di sekolah.
Skrining Kesehatan Mental Usia Dewasa Awal Pada Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka Sebagai Tindakan Pencegahan Gangguan Mental Wahyuni, Sri; Suharno, Suharno; Wianti, Arni; Hijriani, Hera; Heni, Heni; Setyowati, Rahayu; Hadinata, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.373

Abstract

Isu kesehatan mental beberapa tahun belakangan ini cukup populer dibahas khususnya yang menimpa Generasi Z atau anak kelahiran tahun 1997-2012. Mirisnya, Gen-Z ini adalah generasi yang diprediksi akan menjadi calon pemimpin Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Permasalahan mental health ini pastinya harus segera diatasi karena mempunyai pengaruh besar pada  perkembangan kondisi sosial dan ekonomi baik di masyarakat sekitar dan negara ini pada umumnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini gangguan mental pada remaja dan dewasa awal.  Metode pelaksanaan yaitu melakukan suvey pendahuluan untuk melihat kondisi di kampus universitas YPIB Majalengka, melakukan skrinning kesehatan jiwa dan sosialisasi tentang pencegahan masalah kesehatan jiwa. Setelah melakukan skrinning responden diberikan Pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi kecemasan dan depresi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu responden berjumlah 50 dengan 66% mengalami gejala distres psikologis yang ringan, 16% mengalami gejala distres psikologis yang tinggi (perlu diwaspadai), dan sebanyak 18% yang tidak menunjukkan gejala distres psikologis. Dengan jumlah partisipan 80% adalah berjenis kelamin Perempuan dan 20% berjenis kelamin laki – laki dengan usia berada pada rentang usia dewasa awal. Kegiatan ini dapat menjadi suatu acuan bagi pihak Puskesmas dan kader kesehatan jiwa untuk berkolaborasi selanjutnya dalam melakukan promosi kesehatan khususnya masalah kesehatan jiwa pada semua rentang usia.
Pemberdayaan Kader PTM Melalui Edukasi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Hipertensi Pada Masyarakat Hadinata, Dian; Dewi, Lelin Parlina; Abdillah, Awaludin Jahid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.567

Abstract

Saat ini, penyakit degeneratif dan gangguan jantung, seperti hipertensi, menjadi salah satu perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat. Pada umumnya, hipertensi tidak menimbulkan gejala apa pun hingga akhirnya menyebabkan komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung, yang dapat berujung pada kematian. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen yang baik untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi serius. Pendidikan kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan  pengetahuan  pasien  tentang diet hipertensi  sebagai  bagian  dari  upaya pencegahan kekambuhan. Tujuan pengabdian ini adalah pemberian edukasi terkait pencegahan dan pengendalian hipertensi agar masyarakat terutama para kader Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Strategi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tahapan persiapan, Sosialisasi dan Pelaksanaan kegiatan. Hasil yang didapatkan yakni diikuti oleh 40 peserta, setelah diberikan kuesioner pre dan post test didapatkan peningkatan pengetahuan terkait hipertensi. Tindak lanjut hasil pengabdian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan merupakan peran para Kader dan Masyarakat untuk berkolaborasi dalam melakukan promosi Kesehatan khususnya untuk penyakit tidak menular.