Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 DAWUAN MAJALENGKA Arni Wianti
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan remaja putri tentang hygiene menstruasi cenderung belum adekuat, terlebih berhubungan dengan genetalia. Penanganan kebersihan diri yang tidak benar dan tidak higienis juga dapat mengakibatkan tumbuhnya mikroorganisme secara berlebihan dan akhirnya mengganggu fungsi alat reproduksi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang personal hygiene saat mesntruasi pada remaja putri kelas VII di SMPN 2 Dawuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian di SMPN 2 Dawuan Kabupaten Majalengka. Waktu Pelaksanaan pada April-Mei 2017. Jumlah sampel sebanyak 35 siswi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner tertutup, variabel penelitian ini adalah variabel tunggal dan analisis data menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri kelas VII di SMPN 2 Dawuan paling banyak terdapat pada kategori cukup sebanyak 18 responden (51,4%). Rekomendasi dari penelitian ini diantaranya bagi siswi SMPN 2 Dawuan agar meningkatkan wawasan tentang personal hygiene saat menstruasi dengan bertanya pada orang tua, guru, dan membaca di buku ataupun di internet, bagi SMPN 2 Dawuan agar menambah buku bacaan tentang personal hygiene saat mesntruasi dan kegiatan berkala tentang personal hygiene saat menstruasi. Kata Kunci  : Pengetahuan, Personal Hygiene, Menstruasi, Remaja.
ADOLESCENTS AND EARLY ADULTS WITH ACNE VULGARIS: A SCOPING REVIEW ON PSYCHOLOGICAL AND PSYCHOSOCIAL IMPACTS AND QUALITY OF LIFE Wianti, Arni; Heni, Heni; Setyowati, Rahayu; Nuraeni, Rina; Setyawati, Anita
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 6, No 3 (2023): Journal of Maternity Care Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v6i3.12267

Abstract

Introduction: Acne vulgaris (acne) is one of the main reasons adolescents and early adults visit dermatology clinics. Several studies have found serious non-physiological effects of acne on adolescents and early adults. Objective: This scoping review aims to provide a comprehensive overview of the existing literature on the impact of acne on psychological, psychosocial, and quality of life aspects among adolescents and early adults. Methods: The scoping review was enforced based on Arskey and O'Malley's framework. A structured article search was performed on three databases, namely CINAHL Plus with Full-Text, Scopus, and ScienceDirect. Search words were determined based on elements of population, concept, and context. Article selection and reporting were enforced following the PRISMA-ScR pathway and based on inclusion and exclusion criteria. Results: This study analyzed thirteen articles (ten primary research articles and three literature study articles) which revealed that adolescents and early adults with acne could experience psychological and psychosocial problems as well as decreased quality of life. Discussion: The emergence of psychological and psychosocial impacts of acne was related to one another and could be a predictor of a decrease in the quality of life among adolescents and early adults with acne. Health professionals need to understand the needs of adolescents and early adults regarding the physiological and psychological management of acne
Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Dengan Anemia Di Desa Heuleut Leuwimunding Kabupaten Majalengka Wahyuni, Sri; Setyowati, Rahayu; Wianti, Arni; Agustini, Aat; Hijriani, Hera
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.415

Abstract

Anemia berdampak buruk pada peningkatan kematian ibu dan bayi. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan perdarahan sebelum dan pada saat melahirkan, keguguran, kelahiran bayi prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah, Cara mengatasi kekurangan zat besi pada tubuh dengan cara mengkonsumsi 60-120 mg Fe per hari dan meningkatkan asupan makanan sumber Fe. Pemberian tablet Fe yang tidak rutin kurang cukup meningkatkan kadar hemoglobin. Salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung zat besi tinggi adalah kacang hijau. Biji kacang hijau yang telah direbus atau diolah dan kemudian dikonsumsi mempunyai daya cerna yang tinggi dan rendah daya flatulensi nya. Sebaliknya pada ibu hamil yang diberikan tambahan sari kacang hijau terdapat peningkatan kadar Hb. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil dan mengajarkan ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi sari kacang hijau. Metode yang digunakan adalah ersifat quasi eksperimen berupa one group pre test, post test design. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya Hb pada ibu hamil trimester III setelah rutin mengkonsumsi sari kacang hijau selama 2 minggu.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Mengenai Kesehatan Reproduksi Wianti, Arni; Anggraeni, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1148

Abstract

Masa remaja merupakan Fase yang tepat untuk memberikan Edukasi Kesehatan. Salah satu permasalahan remaja adalah perilaku seksual pranikah akibat ketidaktahuan terhadap kesehatan reproduksi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi. Pemberian edukasi ini dilakukan di MTs Yamuallim Panongan. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode Ceramah dan diskusi. Kuesioner pretest dan post test diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan. Hasil penyuluhan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan dan signifikan secara statistic ((p=0,000). Meningkatnya pengetahuan remaja menjadi awal yang positif untuk membentuk remaja yang lebih sejahtera secara fisik, mental maupun sosial
Perbedaan Efektivitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Kompres Hangat dalam Penurunan Nyeri Dysmenorhea Arni Wianti; Maulida Miftahul Karimah
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.361 KB) | DOI: 10.31539/jks.v2i1.342

Abstract

This study aims to determine the differences in the effectiveness of deep breathing relaxation techniques and warm compresses in decreasing dysmenorhea pain in nursing students level II and III in STIKes YPIB Majalengka. This study uses an experimental method with a non equivalent control group approach. The results of the study illustrate that in the deep breath group a probability value of ρ 0.002 <(0.05), while the warm compress group ρ 0.000 (0.05). Conclusion, there is a significant difference in the decrease in the intensity of dysmenorrhea pain when deep breathing relaxation therapy and warm compresses are significant. Keywords: Dysmenorhea, Warm Compresses, Deep Breath Relaxation
Karakteristik dan Budaya Keselamatan Pasien terhadap Insiden Keselamatan Pasien Arni Wianti; Asep Setiawan; Murtiningsih Murtiningsih; Budiman Budiman; Lilis Rohayani
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.936 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2587

Abstract

This study aims to determine the factors that influence patient safety culture on patient safety incidents in Cirebon City and Regency public hospitals which are seen from the characteristics of nurses and patient safety culture. The type of research used is non-experimental quantitative using a cross-sectional research design. The results showed that the characteristics of nurses that influenced patient safety incidents were education with an OR of 5,613 and gender with an OR of 4,478. In conclusion, education, gender, management support, cooperation between units as well as handsoff and transition are factors that influence patient safety incidents. Keywords: Patient Safety Culture, Patient Safety Incident, Nurse Characteristics
Meningkatkan Kesadaran Orang Tua Mencegah Terjadinya Stunting Pada Balita Heni, Heni; Wianti, Arni; Setyowati, Rahayu; Wahyuni, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1923

Abstract

Indonesia saat ini sedang mengalami masalah double-burden nutrition dimana masalah malnutrisi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan selama beberapa dekade belakangan. Stunting masih menjadi PR besar Pemerintah Republik IndonesiaMasalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan kondisi gizi yang sedang dihadapi di Indonesia. Stunting menjadi masalah yang signifikan karena berdampak pada peningkatan risiko terjadinya kesakitan, kematian, penurunan perkembangan otak. sejak  pemerintah   meluncurkan   program   Rencana   Aksi   Nasional Penanganan stunting  tingkat nasional pada tahun 2017, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program   tersebut   adalah   pemcegahan   stunting   yang   terjadi   di   masyarakat.   Karena sebagian   besar   masyarakat   belum   paham   dengan   benar   menganai   stunting,   dan beranggapan  bahwa  stunting  atau  kerdil  sebutan  yang  biasa  digunakan  di  masyarakat adalah  faktor  keturunan. Penyebab anak yang mengalami stunting yaitu akan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan baik segi fisik maupun kognitif yang optimal atau biasa disebut sebagai Intelligence Quotient (IQ) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata anak normal, sehingga perlu dilakukan pencegahan stunting. Dalam melakukan pencegahan stunting tersebut maka perlunya edukasi kepada masyarakat mengenai stunting oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan dengan metode Focus Group Disscusion (FGD) dengan 15 responden dengan tujuan agar meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai stunting hingga cara pencegahan stunting. Pengabdian ini mendapatkan hasil bahwa pengetahuan responden meningkat hal tersebut dapat dilihat dari pemahaman responden mengenai konsep stunting
Identification of Sanitation and Hygiene Risk Factors on the Incidence of Stunting in Indonesia: A Scoping Review Heni, Heni; Idaningsih, Ayu; Wianti, Arni; Setyawati, Anita
Multidiscience : Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : CV. Strata Persada Academia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59631/multidiscience.v2i1.302

Abstract

Stunting is a critical public health challenge in Indonesia, where over 30% of children under five are affected. This scoping review aims to identify sanitation and hygiene (WASH) risk factors associated with stunting prevalence in Indonesia over the past decade. Using the Joanna Briggs Institute methodology and PRISMA-ScR guidelines, relevant studies were systematically identified, analyzed, and synthesized. Findings reveal a strong link between stunting and inadequate WASH conditions, including limited access to clean water, poor sanitation infrastructure, and inconsistent hygiene practices like handwashing with soap. Key challenges include the prevalence of open defecation, improper waste management, and reliance on unimproved water sources, particularly in low-income households. These conditions contribute to chronic diarrhea and environmental contamination, exacerbating stunting risks. Women are pivotal in mitigating these risks through improved hygiene, nutrition, and parenting practices. To combat stunting effectively, targeted interventions should focus on expanding access to clean water, enhancing sanitation infrastructure, and fostering behavioral changes in hygiene practices. Community-based programs and policies emphasizing women’s education and empowerment, alongside integrated WASH initiatives, are crucial for sustainable reductions in stunting prevalence and promoting child health in Indonesia.
Evaluation of Handover Quality Using Fishbone Diagram Approach in Internal Disease Room of Cirebon City Hospital: Qualitative Study Ayu, Windri Dewi; Wianti, Arni; Jaelani, Ahmad
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan (October 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v11i2.768

Abstract

Handover in nursing refers to the systematic transfer of patient information, responsibility, and accountability from one nurse to another, which usually occurs during shift changes, but in its implementation, often experiences weaknesses that can lead to a suboptimal handover process and can disrupt the continuity of care and hinder collaborative efforts that are important in promoting patient safety. This study aims to identify the causes of the suboptimal quality of the implementation of handover between nurse shifts with the SBAR method in the internal medicine room of a hospital in Cirebon City using a qualitative method with a situation analysis approach using fishbone analysis, which has components of man, money, method, material and machine. The results of the fishbone analysis obtained five causes of the suboptimal handover process, namely nurses' knowledge of handover with SBAR is still lacking, the components in the SBAR format are not optimal in documentation, there is no definitive evaluation team, there is no monitoring instrument and the handover evaluation is not optimally monitored periodically. Therefore, the author recommends solving the problem, namely providing education or training on handover using the SBAR method for nurses, compiling instruments or checklist forms that are easier for nurses to use in handover between shifts, re-socializing the handover SOP to nurses, compiling a monitoring schedule by the head of the room or team head, forming an evaluation team and compiling a periodic evaluation schedule.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Tentang Bahaya Child Grooming Melalui Edukasi Kesehatan Hijriani, Hera Hijriani; Agustini, Aat; Wianti, Arni; Kurniawan, Wawan; Alfiyah, Riva Nazah
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/zd7vxz64

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak (child grooming) terus meningkat setiap tahunnya,sehingga anak-anak perlu memiliki pengetahuan tentang kekerasan seksual pada usia dini.Dengan pengetahuan yang memadai, anak diharapkan dapat melindungi diri dari kekerasanseksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadappengetahuan tentang bahaya child grooming pada anak Sekolah Dasar. Penelitian inimerupakan studi pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan22 siswa Sekolah Dasar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan . Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan awal anak tentang bahaya childgrooming sebesar 9,73, dengan skor minimum 7 dan maksimum 12, yang masuk dalamkategori kurang baik. Setelah edukasi, terdapat peningkatan rata-rata skor pengetahuanmenjadi 12,0, dengan skor minimum meningkat menjadi 8 dan maksimum menjadi 14,yang berada dalam kategori baik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaanyang signifikan dalam peningkatan pengetahuan tentang child grooming setelah edukasi,dengan nilai p-value 0,001 < α 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian edukasikesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai bahaya childgrooming, sehingga anak dapat melindungi diri dan melakukan pencegahan kekerasanseksual sejak dini. Sekolah memiliki peran aktif dalam memberikan edukasi tentang childgrooming untuk mencegah kekerasan seksual pada anak