Hubungan antara kepemimpinan visioner dan Bantuan Sosial (Bansos) terletak pada bagaimana pemimpin melihat Bansos sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan jangka panjang, yaitu kemandirian ekonomi masyarakat, bukan sekadar bantuan jangka pendek. Selain itu, sesuai dengan Visi 2024-2025 (Pemerintahan Prabowo-Gibran): Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas program bansos seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), PKH, BPNT, dan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan fokus pada keberlanjutan dan penyaluran yang tepat sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Nagori Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan kabupaten Simalungun, dengan Nara sumber : Nana Soraya,SE ( Selaku Kasi Kessos ) . Dari kegiatan ini bisa diambil kesimpulan bahwa bansos yang dikelola dengan kepemimpinan visioner tidak menciptakan "mental bansos", melainkan menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi. Kepemimpinan visioner memastikan bansos menjadi bagian dari struktur perlindungan sosial yang kokoh dan berkelanjutan.