Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan strategi komprehensif yang dikembangkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita melalui penilaian terpadu, klasifikasi kasus, serta tata laksana awal yang tepat. Namun, penerapannya di tingkat komunitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas kader dan rendahnya pemahaman ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat di Desa Penapali melalui pelatihan kader, edukasi ibu balita, simulasi penilaian balita sakit, dan pendampingan posyandu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan tahapan persiapan, pelatihan, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 15 kader posyandu dan 30 ibu balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader, ditandai dengan peningkatan nilai pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 serta kemampuan penilaian balita sakit yang mencapai 90% ketepatan. Pengetahuan ibu balita juga meningkat dari 48% menjadi 82%, khususnya terkait pengenalan tanda bahaya dan perawatan awal di rumah. Pendampingan posyandu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, cakupan kunjungan balita, dan ketepatan rujukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat secara terstruktur mampu memperkuat kapasitas kader dan ibu balita serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di tingkat komunitas.