Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Variasi Latihan Power Otot Tungkai dengan Menggunakan Metode Latihan Plyometric Budiwibowo, Arif; Sulistyoini, Sulistyoini; Yunus, M
Performance Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.062 KB)

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk variasi latihan power otot tungkai dengan menggunakan metode latihan plyometric dan akan dikemas dalam bentuk buku panduan.
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Budiwibowo, Arif; Munandar, Arif
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3853

Abstract

Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang pada Anak Usia 48 Sampai 72 Bulan di TK Seroja Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Budiwibowo, Arif; Munandar, Arif; Muslimah, Muslimah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3853

Abstract

Periode usia 48–72 bulan merupakan bagian dari masa pra-sekolah yang termasuk dalam fase kritis perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Pada fase ini, kemampuan motorik kasar dan halus, bahasa, kognitif, sosial dan emosional berkembang dengan sangat cepat dan kompleks. Urgensi Pengabdian Kepada Masyarakat Dari sisi layanan kesehatan, pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum sepenuhnya terintegrasi dengan lingkungan pendidikan anak usia dini. Padahal, taman kanak-kanak merupakan tempat strategis untuk menjangkau anak secara rutin dan melakukan pemantauan perkembangan secara sistematis. Tanpa adanya pendampingan dan penguatan kapasitas guru serta orang tua, peluang emas untuk melakukan intervensi dini sering terlewatkan. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia 48–72 bulan di TK Seroja Desa Denatahun Tahun 2026 melalui pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan melibatkan anak, guru TK, orang tua, serta tenaga kesehatan menggunakan keusioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil skrining menunjukkan bahwa 12 anak (80%) berada pada kategori perkembangan sesuai usia, sementara 3 anak (20%) teridentifikasi memiliki risiko keterlambatan pada salah satu aspek perkembangan, terutama pada aspek bahasa dan motorik halus. Temuan ini menjadi dasar dalam pelaksanaan intervensi dini. Kesimpulan Hasil deteksi dini menggunakan instrumen skrining perkembangan menunjukkan masih adanya anak dengan kategori perkembangan meragukan, khususnya pada aspek bahasa dan motorik halus.
Peran Pengetahuan Perawat terhadap Penerapan Patient Safety Pasca Operasi: Studi Cross-Sectional Jannah, Nurul; Budiwibowo, Arif; Anugrah, Anas Kiki; Mukhlis, Mukhlis; Nelyanti, Dian Apri; Sintia, Mei
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v7i2.731

Abstract

Approximately 28.3% of patient safety incidents in Indonesia are committed by nurses. Patient safety incidents (PSIs) increased significantly from 289 incidents in 2015 to 668 incidents in 2016, reaching 1,647 incidents in 2017. This increase highlights the urgency of improving patient safety practices, especially in the post-operative phase, which is a critical period for patients who are vulnerable to infection, medication errors, and procedural negligence. Nurses' knowledge of patient safety is crucial in preventing such undesirable events. Objective: This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and the implementation of postoperative patient safety in the operating rooms of Bima City Hospital in 2025. Methods: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 36 nurses, with data collection using a validated questionnaire and data analysis using the Spearman Rho test (α = 0.05). Results: The results showed that most respondents had sufficient knowledge about patient safety (41.7%), while the implementation of patient safety after surgery was in the good category (66.7%). The Spearman correlation coefficient showed a value of 0.49 with a p-value of 0.002, indicating a moderate positive relationship between nurses' knowledge and the implementation of patient safety after surgery. Conclusion: There is a significant relationship between nurses' knowledge and the implementation of patient safety, indicating that the higher the nurses' knowledge, the better the implementation of patient safety. It is recommended that hospitals improve training and socialization of patient safety to strengthen nurses' competencies.
Inovasi Program Kesehatan Jiwa *Pojok Healing* Berbasis Terapi Psikoreligius untuk Menurunkan Kecemasan Orang dengan Gangguan Jiwa di Desa Tambe Wilayah Kerja Puskesmas Bolo Kabupaten Bima Munandar, Arif; Budiwibowo, Arif; Fajlurrahman, Imam
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.424

Abstract

Latar Belakang: Program pojok healing merupakan inovasi layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang mengintegrasikan terapi psikoreligius untuk menurunakn tingkat kecemasan pada orang dengan gangguan jiwa, poin kunci dari riset ini berupa model layanan mobile dan integrasi komunitas, implementasi terapi psikoreligius, hasil riset dan dampak signifikan serta strategi pelaksanaan. Tujuan: untuk mengetahui sejauhmana penerapan program pojok healing berbasis terapi psikoreligius dapat menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, Populasi dalam riset ini adalah Semua ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Bolo yang memiliki riwayat kecemasan.  Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 5 partisipan. Sementara yang Menjadi Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil: Tema yang ditemukan dari riset ini berupa perubahan emosi, perubahan kognitif, mekanisme koping, perubahan fungsi keluarga dan perubahan hubungan sosail. Kesimpulan: Program Pojok Healing berbasis Terapi psikoreligius dzikir sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada orang dengan gangguan jiwa, terlebih khusus dengan masalah halusinasi dan isolasi sosial.