Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kebijakan Kampus Terkait Kesehatan Jiwa pada Mahasiswa: Literature Review Imam Fajlurrahman; Shanti Wardaningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.3.2021.603-612

Abstract

Sebagai insan akademik, mahasiswa dalam kegiatan akademiknya juga tidak terlepas dari stres. Penyebab stres atau stressor pada mahasiswa dapat terjadi karena kehidupan akademiknya, terlebih dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari harapannya itu sendiri. Pada tuntutan eksternal dapat bermula dari tugas-tugas perkuliahan, beban pelajaran dan tuntutan orang tua untuk berhasil dalam proses akademiknya serta penyesuaian sosial yang ada di lingkungan kampusnya. Tuntutan ini termasuk juga kompetensi perkuliahan dan meningkatnya kompleksitas materi perkuliahan yang semakin lama semakin berkembang. Tujuan utama dari tinjauan literatur ini adalah mengetahui fenomena kebijakan kampus terkait masalah mental pada mahasiswa. Pada proses pencarian artikel dilakukan melalui database Pubmed dan Ebsco dengan kata kunci “mental health”, “wellbeing”, “campus policy”. Kemudian dilakukan telaah sesuai kriteria insklusi dan eksklusi  untuk menentukan kelayakan artikel. Dari telaah 5 artikel, didapatkan hasil yaitu penyebab masalah kesehatan pada mahasiswa yaitu: transisi dari SMA menuju Perguruan Tinggi dan ketidakpuasan terhadap nilai akademik. Pengaruh dari permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa adalah penurunan terhadap prestasi akademik mahasiswa. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada mahasiswa yaitu dengan melakukan skrining, dan untuk pengobatannya bisa diberikan suatu intervensi UVC berbasis online.
Efektivitas Penggunaan Serbuk Cangkang Kerang Laut terhadap Proses Penyembuhan Luka Bakar (Combustion) pada Masyarakat Pinggiran Laut di Desa Karumbu Imam Fajlurrahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8348

Abstract

Luka bakar (combustion) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat pesisir akibat aktivitas domestik dan pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap paparan panas. Penanganan luka bakar yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi. Cangkang kerang laut diketahui mengandung kalsium karbonat dan mineral lain yang berpotensi membantu regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan serbuk cangkang kerang laut terhadap proses penyembuhan luka bakar pada masyarakat pinggiran laut di Desa Karumbu. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang mengalami luka bakar derajat ringan hingga sedang. Intervensi berupa aplikasi serbuk cangkang kerang laut dilakukan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya percepatan proses penyembuhan luka bakar yang ditandai dengan penurunan ukuran luka, berkurangnya nyeri, dan terbentuknya jaringan baru. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa serbuk cangkang kerang laut efektif dalam membantu proses penyembuhan luka bakar dan berpotensi sebagai terapi alternatif berbasis kearifan lokal.
Efektivitas Penggunaan Serbuk Cangkang Kerang Laut terhadap Proses Penyembuhan Luka Bakar (Combustion) pada Masyarakat Pinggiran Laut di Desa Karumbu Imam Fajlurrahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar (combustion) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat pesisir akibat aktivitas domestik dan pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap paparan panas. Penanganan luka bakar yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi. Cangkang kerang laut diketahui mengandung kalsium karbonat dan mineral lain yang berpotensi membantu regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan serbuk cangkang kerang laut terhadap proses penyembuhan luka bakar pada masyarakat pinggiran laut di Desa Karumbu. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang mengalami luka bakar derajat ringan hingga sedang. Intervensi berupa aplikasi serbuk cangkang kerang laut dilakukan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya percepatan proses penyembuhan luka bakar yang ditandai dengan penurunan ukuran luka, berkurangnya nyeri, dan terbentuknya jaringan baru. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa serbuk cangkang kerang laut efektif dalam membantu proses penyembuhan luka bakar dan berpotensi sebagai terapi alternatif berbasis kearifan lokal.
Mengungkap Stroke sebagai ‘Silent Killer’ pada Usia Produktif Supriadin Supriadin; Imam Fajlurrahman; Nurul Jannah; Dian Apri Nelyanti; Sri Yuliana
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5p769z24

Abstract

This study aims to identify and analyze various risk factors contributing to stroke among productive-age individuals and examine relevant preventive measures for this age group. This study employed a systematic literature review method, examining 70 scientific journals obtained through Google Scholar and PubMed databases. The search was conducted from December 1-3, 2025. Selected articles were evaluated The results indicate that the main risk factors for stroke among productive-age individuals include hypertension, diabetes mellitus, dyslipidemia, an unhealthy lifestyle (smoking, lack of exercise, alcohol consumption), stress, and family history. The majority of stroke cases among productive-age individuals are ischemic. Educational interventions such as counseling, stroke awareness communities, and youth empowerment have proven effective in increasing knowledge and encouraging healthy lifestyle changes. In conclusion, stroke among productive-age individuals is an urgent global health problem that requires urgent attention. A more intensive promotive and preventive approach is needed, including the active role of healthcare workers, especially nurses, as community educators. Early awareness and behavioral change are key to reducing the incidence of stroke among productive-age individuals.   Keywords: Risk Factors, Stroke Patients, Silent Killer Stroke, Young Stroke
Peningkatan Penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Berbasis Masyarakat Arif Rahman; Nurul Jannah; Imam Fajlurrahman; Anas kiki Anugrah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3915

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan strategi komprehensif yang dikembangkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian balita melalui penilaian terpadu, klasifikasi kasus, serta tata laksana awal yang tepat. Namun, penerapannya di tingkat komunitas masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kapasitas kader dan rendahnya pemahaman ibu balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat di Desa Penapali melalui pelatihan kader, edukasi ibu balita, simulasi penilaian balita sakit, dan pendampingan posyandu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat dengan tahapan persiapan, pelatihan, edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 dengan melibatkan 15 kader posyandu dan 30 ibu balita. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader, ditandai dengan peningkatan nilai pengetahuan dari rata-rata 56 menjadi 87 serta kemampuan penilaian balita sakit yang mencapai 90% ketepatan. Pengetahuan ibu balita juga meningkat dari 48% menjadi 82%, khususnya terkait pengenalan tanda bahaya dan perawatan awal di rumah. Pendampingan posyandu berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, cakupan kunjungan balita, dan ketepatan rujukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan Manajemen Terpadu Balita Sakit Berbasis Masyarakat secara terstruktur mampu memperkuat kapasitas kader dan ibu balita serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di tingkat komunitas.
Inovasi Program Kesehatan Jiwa *Pojok Healing* Berbasis Terapi Psikoreligius untuk Menurunkan Kecemasan Orang dengan Gangguan Jiwa di Desa Tambe Wilayah Kerja Puskesmas Bolo Kabupaten Bima Arif Munandar; Arif Budiwibowo; Imam Fajlurrahman
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.424

Abstract

Latar Belakang: Program pojok healing merupakan inovasi layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas yang mengintegrasikan terapi psikoreligius untuk menurunakn tingkat kecemasan pada orang dengan gangguan jiwa, poin kunci dari riset ini berupa model layanan mobile dan integrasi komunitas, implementasi terapi psikoreligius, hasil riset dan dampak signifikan serta strategi pelaksanaan. Tujuan: untuk mengetahui sejauhmana penerapan program pojok healing berbasis terapi psikoreligius dapat menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi, Populasi dalam riset ini adalah Semua ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Bolo yang memiliki riwayat kecemasan.  Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 5 partisipan. Sementara yang Menjadi Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil: Tema yang ditemukan dari riset ini berupa perubahan emosi, perubahan kognitif, mekanisme koping, perubahan fungsi keluarga dan perubahan hubungan sosail. Kesimpulan: Program Pojok Healing berbasis Terapi psikoreligius dzikir sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada orang dengan gangguan jiwa, terlebih khusus dengan masalah halusinasi dan isolasi sosial. 
Hubungan Pola Konsumsi Garam Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Supriadin; Imam Fajlurrahman; Arif Rahman; Anas Kiki Anugrah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1476

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, stroke, serta penyakit ginjal. Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang tidak dapat dimodifikasi maupun faktor gaya hidup. Pola konsumsi garam yang berlebihan dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pola konsumsi yang beragam, termasuk kebiasaan mengonsumsi makanan yang diawetkan atau diolah dengan kandungan garam tinggi. Oleh karena itu, identifikasi hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi penting dilakukan sebagai dasar upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi di masyarakat pesisir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat pesisir di salah satu wilayah pesisir Indonesia. Populasi penelitian adalah masyarakat dewasa yang tinggal di wilayah pesisir. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pola konsumsi garam dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi makanan tinggi garam dan kebiasaan penambahan garam atau penyedap. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Tekanan darah diukur menggunakan tensimeter sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 67 responden (55,8%) memiliki pola konsumsi garam tinggi dan 53 responden (44,2%) memiliki pola konsumsi garam rendah. Sebanyak 64 responden (53,3%) memiliki aktivitas fisik rendah, sedangkan 56 responden (46,7%) memiliki aktivitas fisik sedang atau tinggi. Sebanyak 54 responden (45,0%) mengalami hipertensi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p = 0,012). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi garam dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir. Upaya pencegahan hipertensi perlu diarahkan pada pengurangan konsumsi garam dan peningkatan aktivitas fisik secara teratur melalui edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Supriadin; Imam Fajlurrahman; Zulkarnain Zulkarnain; Amirul Kadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1477

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke dan juga dapat menjadi masalah yang berkelanjutan setelah pasien mengalami stroke. Pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan, pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan dukungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku kesehatan. Dukungan keluarga yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien stroke yang menjalani rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengendalian tekanan darah dinilai berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan status tekanan darah pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 62 responden (62,0%) memperoleh dukungan keluarga baik dan 38 responden (38,0%) memperoleh dukungan keluarga kurang. Sebanyak 57 responden (57,0%) memiliki tekanan darah terkendali dan 43 responden (43,0%) memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga baik lebih banyak memiliki tekanan darah terkendali dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga kurang. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Dukungan keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari intervensi keperawatan dan program pengelolaan pasien stroke untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian faktor risiko.
Associations Among Dietary Patterns, Perceived Stress, and Hypertension: A Community-Based Path Analysis Study Supriadin, Supriadin; Fajlurrahman, Imam; Jumiati, Linda Putri
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 12, No 1 (2026): Volume 12, Nomor 1, Juni 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v12i1.101267

Abstract

Introduction: Hypertension is a leading modifiable contributor to cardiovascular morbidity and mortality. Dietary patterns and psychosocial stress are interrelated determinants of hypertension, yet they are rarely examined simultaneously within community settings. Objective: To examine direct and indirect pathways linking dietary patterns and perceived stress with hypertension among community-dwelling adults using path analysis. Methods: A cross-sectional study was conducted among adults aged 30–65 years selected through multistage cluster sampling from community health center areas. Dietary intake was assessed using a validated 95-item Food Frequency Questionnaire to identify Prudent, Western, and Traditional dietary patterns. Perceived stress was measured with the PSS-10. Blood pressure was measured using standardized procedures; hypertension was defined as SBP ≥140 mmHg and/or DBP ≥90 mmHg or antihypertensive use. Associations were examined using bivariate analysis and structural equation modeling. Results: Among 250 participants (mean age 49.6±8.7 years; 57.2% female), hypertension prevalence was 38.8%. The Prudent pattern was inversely associated with blood pressure and stress, whereas the Western pattern showed positive associations (all p≤0.01). Path analysis showed that the Western pattern was positively associated with perceived stress (β=0.24, p=0.002) and hypertension status (β=0.29, p0.001), while the Prudent pattern was inversely associated with hypertension status (β=−0.18, p=0.004). Conclusion: Western dietary patterns were associated with higher hypertension risk both directly and indirectly through perceived stress, while Prudent patterns showed protective associations.