Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulation of Watermelon Rind (Citrullus vulgaris schard) and Secang (Caesalpinia sappan L.) Jam as Functional Food Rich in Antioxidants Aziz, Rahmawati; Jumrah, Elfira; Agustina, Ayu Safitri; Abubakar, Andi Nur Fitriani; Zulkarnain, A. Mutiara
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 11 No 2 (2023): Edition for September 2023
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598//ijcr.2023.11-rah

Abstract

The body's immune system is one of the natural defenses in the human body, functioning to ward off various diseases, including those that emerged after the Covid-19 pandemic. One plant with potential as an antioxidant and easily found in the environment is watermelon. Jam made from watermelon rind and secang wood, with various formulations, namely 100% watermelon rind: 0% secang (F1), 90% watermelon rind: 10% secang (F2), 80% watermelon rind: 2% secang (F3), and 70% watermelon rind: 3% secang (F4), is expected to possess good antioxidant properties. A promising antioxidant formulation for watermelon rind jam and secang is the one with 70% watermelon rind and 30% secang (F4), having an IC50 value of 144.27 g/mL, which is classified as a moderate antioxidant. Among the four jam formulations, panelists preferred the jam formulation (F4) without the addition of sweetened condensed milk in terms of color and texture. However, for the jam formulation (F4) with the addition of sweetened condensed milk, panelists favored it in terms of aroma and taste. The jam formulation (F4) meets the quality standards for fruit jam based on INS 3746:2008, including total plate count, arsenic, and tin categories.
Faktor Risiko Kejadian Hepatitis B Pada Ibu Hamil di Kabupaten Luwu Timur: Risk Factors for Hepatitis B Incidence in Pregnant Women in East Luwu District Pither, Margaretha; Yusuf, Andi; Aziz, Rahmawati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.404 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1629

Abstract

Latar Belakang: Infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah menjadi perhatian dunia karena penularan yang paling sering terjadi di seluruh dunia, terutama pada daerah-daerah endemis, yaitu penularan dari ibu ke anak pada masa prepartum atau perinatal dengan risiko tertular infeksi hepatitis B (HBV) pada anak lebih dari 90%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik observasional dengan desain case control study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil yang mengikuti layanan Antenatal Care selama periode Januari – Maret 2021 di fasilitas kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Penentuan besar sampel dengan cara “Total Sampling” untuk kelompok kasus yaitu sebanyak 50 responden dengan perbandingan kelompok kasus dan kelompok kontrol yaitu 1 : 1. Pemeriksaan HbsAg menggunakan alat Rapid Diagnostic Test (RDT). Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik menggunakan Aplikasi SPSS. Hasil: Uji statistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p-value = 0,027; OR = 2,705; IK 95%: 1,197-6,113), paritas (p-value = 0,023; OR = 2,846; IK 95%: 1,228-6,697), dan pasangan seksual (p-value = 0,031; OR = 9,333; IK 95%: 1,121-77,704) merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Sedangkan kelompok umur (p-value = 0,177) dan jenis pekerjaan (p-value = 0,059) tidak menjadi faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Kesimpulan: Tingkat pendidikan, paritas, dan pasangan seksual merupakan faktor risiko kejadian hepatitis B pada ibu hamil. Diantara semua faktor risiko yang ditemukan, pasangan seksual merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian hepatitis B pada ibu hamil di Kabupaten Luwu Timur tahun 2021 (p-value = 0,022; OR: 12,920; IK 95%: 1,440-115,894)