Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Mentoring Local Tour Guides to Improve English Language Skills in Sade Hamlet, Nusa Tenggara Barat Endang Sri Wahyuni; Siti Latifah; Ainul Yakin; Satria Rusdy Wijaya; Lalu Ahmad Zaki
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i1.4460

Abstract

The Community Service Program (PKM) in Sade Hamlet, Rembitan Village, NTB, was implemented to mitigate the negative impact of the "Scamming Village" phenomenon that went viral on social media. This issue has tarnished both local and national tourism images, while also undermining the confidence of local tour guides in the destination. The primary goal of this PKM was to enhance English language skills and restore the motivation of local tour guides. Over a period of two years, from 2023 to 2024, 53 local tour guides were mentored using the Before-After method and a flexible mingling technique, allowing training schedules to adapt to participants' work hours. The program was further strengthened by introducing the work motto: "Sade Tourist Local Guide, SMART AND RELIABLE," aimed at fostering confidence and professionalism. The results showed a significant increase in learning motivation, reflected in participants' enthusiasm and attendance during the mentoring sessions, as well as improved English language proficiency in serving tourists. However, challenges such as limited English vocabulary, ineffective communication strategies, inadequate facilities, and time constraints remain. For future PKM activities, it is recommended to focus on enriching vocabulary and enhancing communication strategies, along with providing adequate facilities and more flexible learning schedules, including informal mentoring programs outside of working hours.
Implementation of the Arts Center Approach in Increasing Early Childhood Creativity in Integrative Holistic Early Childhood Education Rita Nofianti; Siti Latifah; Rabiatul Adawiyah
International Journal of Studies in International Education Vol. 2 No. 4 (2025): November : International Journal of Studies in International Education
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsie.v2i4.435

Abstract

This study aims to describe the implementation of the art center approach in increasing early childhood creativity in Integrative Holistic Early Childhood Education. The art center approach is one of the child-centered learning strategies, by providing freedom of expression through art activities such as drawing, painting, dancing, and playing music. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consist of teachers and children aged 4–6 years in Integrative Holistic Early Childhood Education. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of the art center approach in Integrative Holistic PAUD is able to foster aspects of children's creativity, including the ability to imagine, experiment with art media, and express ideas originally. In addition, the role of teachers as facilitators is very important in providing stimulation, a supportive environment, and appreciation of children's work. In conclusion, the art center approach is effective in developing early childhood creativity if applied consistently, with the support of facilities, media, and mentoring that are appropriate to the stage of child development.
ANALISIS IMPLEMENTASI ANSAMBEL MUSIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Arbi Julta; Siti Latifah
Renjana Pendidikan Dasar Vol 6 No 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan ansambel musik dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV sekolah dasar. Pendidikan seni musik tidak hanya berfungsi sebagai pengembang kreativitas, melainkan sebagai media internalisasi nilai karakter, seperti karakter disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru seni dan 28 siswa kelas IV sekolah dasar. Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif selama kegiatan ansambel, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, dan dokumentasi pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ansambel musik dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan latihan rutin, dan evaluasi penampilan. Kegiatan ansambel mendorong munculnya indikator karakter disiplin, seperti ketepatan waktu hadir, kepatuhan terhadap instruksi dan tempo, konsistensi latihan, serta tanggung jawab terhadap alat musik. Faktor pendukung pembentukan disiplin meliputi keteladanan guru dan aturan latihan yang jelas, sedangkan faktor penghambat berupa kurang konsentrasi dan motivasi sebagian siswa. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian implementasi ansambel musik sebagai media pembelajaran yang berperan membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling di MTs Al-Istiqlal Karawang Suci Rahmayany; Alysa Nirmala Cita; Hana Fauziyah; Siti Latifah; Zakiyahtuz Zahra
At-Tathbīq: Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): At-Tathbīq: Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Kayaswara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/jel.v1i2.65

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana layanan Bimbingan dan Konseling (BK) diterapkan di MTs Al-Istiqlal Karawang dan menemukan masalah, dukungan, dan harapan untuk peningkatan. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan, dengan wawancara dan observasi terhadap guru BK dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK dilaksanakan melalui layanan klasik, konseling individu, dan kelompok yang mencakup empat bidang utama: pribadi, sosial, belajar, dan karir. Program disesuaikan dengan kebutuhan siswa melalui angket. Dalam pelatihan karakter, wali kelas, guru mata pelajaran, OSIS, dan guru PAI menawarkan dukungan. Keterbatasan jumlah guru BK, yang menangani sekitar 160 siswa, merupakan masalah utama. Rasio antara guru dan siswa lebih besar dari yang ideal. Secara keseluruhan, layanan BK di MTs Al-Istiqlal Karawang berjalan baik; Namun, untuk menjadi lebih optimal, sumber daya harus ditingkatkan, metode interaktif harus ditambah, dan teknologi harus diinovasi.