Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Elkawnie

Evaluation of Antioxidant Activities From Ethyl Acetate Fraction of Curry Leaf Using DPPH Method Ulil Amna; Halimatussakdiah Halimatussakdiah; Furqan Nur Ihsan; Puji Wahyuningsih
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i1.8059

Abstract

Abstract: Curry Plant (Murraya koenigii (Linn.) Spreng) is one of the plants that thrive in Indonesia. Curry contains secondary metabolites of alkaloids and flavonoids that have the potential as antioxidants. Antioxidants can reduce the activity of free radicals that can cause degenerative diseases such as cancer, coronary heart disease, and premature ageing of body cells by donating the protons to free radical compounds. This study aimed to determine the antioxidant activity and identify the active compound class of ethyl acetate fraction from curry leaves. Separation of secondary metabolites of ethyl acetate extracts was carried out by column chromatography method, which obtained 5 different fractions. The antioxidant activity of fractions A, B, C, D, and E was tested using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method with variations concentrations of 25, 50, 100, 200, and 400 ppm, and ascorbic acid was used as a comparison which measured at a wavelength of 517 nm. The results showed that fractions A and E have weak antioxidant activities, while fractions B, C, and D showed moderate antioxidant activities. The highest antioxidant activity was found in fraction B with an IC50 value of 341.38 ppm, where the fraction showed the presence of secondary metabolites of alkaloids and terpenoids.Abstrak: Tanaman kari ((Murraya koenigii (Linn.) Spreng) merupakan salah satu tanaman yang tersebar di Indonesia. Kari mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid dan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan dapat mengurangi aktivitas radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker, penyakit jantung coroner dan penuaan sel dengan cara menyumbangkan proton pada senyawa radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dan mengidentifikasi kelas senyawa aktif fraksi etil asetat dari daun kari. Pemisahan metabolit sekunder dari ekstrak etil asetat dilakukan menggunakan metode kromatografi kolom dengan menghasilkan 5 fraksi yang berbeda. Aktivitas antioksidan dari fraksi A, B, C ,D ,dan E dilakukan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenil-2-pikrilhydrazil) dengan variasi konsentrasi 25, 50, 100, 200, dan 400 ppm dan asam askorbat digunakan sebagai perbandingan yang diukur pada panjang gelombang 517 nm. Hasil menunjukkan bahwa fraksi A dan E memiliki aktivitas antioksidan yang lemah, sedangkan fraksi B, C, dan D menunjukkan aktivitas antioksidan sedang. Aktivitas antioksidan yang paling tinggi ditemukan pada fraksi B dengan IC50 341,38 ppm. Fraksi tersebut menunjukkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid dan terpenoid. 
Effectiveness Bleaching of Waste Cooking Oil Cleaning Using Nano-Montmorillonite Adsorbent Silvia Ningsih; Puji Wahyuningsih; Tisna Harmawan
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i2.9252

Abstract

Abstract: Waste cooking oil contains carcinogenic compounds which are formed during the frying process. The content change makes it is not worth for reuse cooking oil. One of the damages to cooking oil is caused by heating. The quality of useable oil refers to SNI 01-3741-2013. The sample used in this research is waste cooking oil that is used for 5 times of frying. The quality of the oil can be improved using Nano-Montmorillonite adsorbent. The results of PSA and FTIR characterization show that Nano-Montmorillonite has a nano-scale particle size of 15.3 nm with a percentage of 6%. The rest are particles that have a size> 100 nm with a total percentage of 94% with a respective size of 383.9 nm with a percentage of 59% and 6647.1 nm with a percentage of 35% and have functional groups, namely hydroxyl (-OH), Si-O-Si and Al-Al-OH. Testing of waste cooking oil quality includes organoleptic, acid numbers, peroxide numbers, and saponification numbers using Nano-Montmorillonite. Based on the results, the more Nano-Montmorillonite adsorbent was added, the lower the numbers of acid, peroxide, and saponification in waste cooking oil and the better the quality of flavor and color. Based on this analysis, Nano-Montmorillonite adsorbent can improve the quality of waste cooking oil.Abstrak: Minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang terbentuk selama proses penggorengan. Perubahan sifat ini menjadikan minyak goreng tersebut tidak layak digunakan kembali sebagai bahan makanan. Salah satu kerusakan pada minyak goreng disebabkan oleh pemanasan. Kualitas minyak layak pakai merujuk pada SNI 01-3741-2013. Sampel minyak yang digunakan dalam penelitian ini adalah  minyak jelantah dengan 5 kali penggorengan. Kualitas minyak tersebut dapat ditingkatkan menggunakan adsorben Nano-Montmorillonit. Berdasarkan hasil karakterisasi PSA dan FTIR menunjukkan bahwa Nano-Montmorillonit memiliki ukuran partikel berskala nano yaitu 15,3 nm dengan persentase sebesar 6% dan sisanya merupakan partikel yang memiliki ukuran > 100 nm dengan total persentase 94% dengan ukuran masing-masing sebesar 383,9 nm dengan persentase 59% dan 6647,1 nm dengan persentase 35%serta memiliki gugus-gugus fungsional yaitu hidroksil (-OH), Si-O-Si dan Al-Al-OH. Pengujian kualitas minyak jelantah meliputi organoleptik, bilangan asam, bilangan peroksida dan bilangan penyabunan menggunakan Nano-Montmorillonit. Berdasarkan hasil pengujian maka semakin banyak jumlah adsorben Nano-Montmorilonit yang ditambahkan maka bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan penyabunan mengalami penurunan serta kualitas aroma dan warna pada minyak jelantah menjadi lebih baik. Berdasarkan analisis tersebut adsorben Nano-Montmorillonit dapat meningkatkan kualitas minyak jelantah.