Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS SIMBOLIK PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT PAKPAK (KAJIAN SEMIOTIK) Fitri Sari Berampu; Abdurrahman Adisaputera
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.43 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v6i2.7768

Abstract

ABSTRAK  Fitri Sari Berampu, NIM 2133210011. Analisis Simbolik pada Upacara Pernikahan Adat Pakpak (Kajian Semiotik). Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan adat Pakpak, makna denotasi dan makna konotasi bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan Adat Pakpak dan mitos bentuk simbolik yang terdapat pada upacara pernikahan adat Pakpak.Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik simak dan teknik catat berupa rekaman. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh.Data dari penelitian ini adalah tuturan. Dari hasil penelitian, terdapat 17 bentuk simbolik yang digunakan pada upacara pernikahan adat Pakpak. Bentuk simbolik itu seperti, 1) Mberas Mpihir (beras), 2) Gatap (sirih), 3) Pinggan Pasu (piring Putih), 4) Emas, 5) Kepeng (uang), 6) Kembal , 7) Baka SIlampis, 8) Blagen (Tikar) 9)Oles, 10) Luah (buah tangan), 11) ayam, 12) bagian kepala hewan ternak, 13) Bagian hati hewan ternak, 14) Bagian tulang hewna ternak, 15) Bagian dada hewan ternak, 16) bagian ekor hewan ternak 17) ikan Simundur mundur. Dari bentuk simbolik tersebut memiliki makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Secara umum, pemberian bentuk simbolik tersebut pada upacara adat Pakpak merupakan simbol penghormatan terhadap anggota keluarga dan simbol telah melaksanakan suatu upacara adat yang besar. Kata Kunci: Semiotika, Bentuk Simbolik, Simbol 
UMPASA DALAM ACARA ADAT BATAK TOBA MANILANGI NATUA-TUA DI KECAMATAN PAGARAN TAPANULI UTARA (KAJIAN PRAGMATIK) Rafika Citra Simamora; Abdurrahman Adisaputera
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v5i1.3945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tindak tutur dan jenis yang paling dominan yang digunakan dalam acara adat Manulangi Natua-tua adat Batak Toba.  Umpasa yang dipakai tersebut dikumpulkan dan dikelompokkan atas lima kategori tindak tutur, yaitu refresentatif, komisif, direktif, ekspresif, dan deklartif. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode simak. Metode simak adalah metode yang dilakukan dengan cara  pengumpulan data melalui tehnik analisis atau dokumentasi, yaitu pengumpulan data degan mencari dokumen yang terkait dengan objek penelitian. Baik dari rekaman video maupun catatan-catatan kecil. Instrumen penelitian yang digunakan berupa CD rekaman acara Manulangi Natua-tua. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tindak tutur representative berupa oernyataan yang berjumlah 10 data dengan persentase 62,5%. Tindak tutur komisif, direktif, dan ekspresif berada pad urutan kedua dengan jumlah data yang sama yaitu 2 dan persentase 12,5%. Tindak tutur pada acara adat Batak Manulangi Natua-tua di Kecamatan Pagaran Tapanuli Utara didominasi oleh tindak tutur representatif, dimana tindak tutur representative berupa pernyataan(menyatakan), mengakui, menunjukkan, melaporkan, memberikan kesaksisan, menyebutkan, dan berspekulasi. Kata kunci: tindak tutur, pragmatik, umpasa
KESANTUNAN BAHASA DALAM FILM “KOALA KUMAL” KARYA RADITYA DIKA Feby Dwi Sabrina; Abdurrahman Adisaputera
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.237 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v7i1.10434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan prinsip kesantunan bahasa yang terdapat pada film Koala Kumal karya Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik Menonton, pengumpulan data, mengklasifikasikan data, dan menganalisis data. Teknik analisis data adalah Setelah data terkumpul selanjutnya data dianalisis dengan dua langkah, yaitu dengan menentukan bentuk, berupa pernyataan, kata, klausa, dan kalimat, yang termasuk kedalam bentuk maksim kesantunan bahasa dan yang melanggar prinsip kesantunan bahasa, Kedua, data dianalisis sesuai dengan bentuk maksim kesantunan bahasa dan penyimpangan maksim prinsip kesantunan, berupa tact maxim (maksim kebijaksanaan) dan pelanggarannya, generosity maxim (maksim kedermawanan) dan pelanggarannya, approbation maxim (maksim pujian) dan pelanggarannya, modesty maxim (maksim kerendahan hati) dan pelanggarannya, agreement maxim (maksim kesepakatan) dan pelanggarannya, dan sympathy maxim (maksim kesimpatisan) dan pelanggarannya, dan kemudian melakukan kesimpulan.Hasil penelitian menjelaskan mengenai bentuk dan prinsip kesantunan bahasa yang terdapat pada film Koala Kumal karya Raditya Dika dengan menggunakan teori model Leech serta membandingkan antara bentuk prinsip maksim kesantunan berbahasa dengan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa.
The Influence of Culture on Indonesian language in Elementary Schools in Tanjung Sarang Elang, Panai Hulu Eka Nurbulan; Emi Juwita Saragi; Anwar; Abdurrahman Adisaputera; Khairil Ansari
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.938

Abstract

Indonesian is experiencing a period of accelerated development and modernization. This is evidenced by the growing vocabulary and stability of its structural elements. It is important to note that, alongside this process, the language is also facing challenges in terms of its continued development and usage. It is likely that many young people and the general public are still unaware of Indonesian's position and function in the context of the country's identity. They fail to recognize the role of Indonesian as a symbol of national pride, national identity, a means of communication between citizens, between regions, and between cultures, as well as a tool for unifying various ethnic groups with their respective socio-cultural and linguistic backgrounds into the unity of Indonesian nationality. Therefore, it is essential to continually develop the Indonesian language in order to advance the nation and state.
ANALISIS PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI DI KELAS 4 DI UPT SPF SDN 105345 SIDODADI RAMUNIA Aisyah Khairina; Maysaroh; Siti Nurhayati; Abdurrahman Adisaputera
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34473

Abstract

This study aims to analyze the learning process and outcomes of descriptive text instruction among fourth-grade students at UPT SPF SDN 105345 Sidodadi Ramunia. The research employed a qualitative descriptive method involving observation, interviews, and documentation. The findings revealed that the descriptive text learning process was conducted interactively through appropriate teaching methods that enhanced students’ writing abilities. However, some challenges were identified, including limited use of varied learning media and differences in student motivation. Overall, descriptive text learning in Grade 4 produced satisfactory outcomes, marked by significant improvement in students’ descriptive writing skills.
Model Development Integrated Thematic Learning Based On Creative Thinking Stages On Elementary School Education Faqih Hakim Hasibuan; Sri Minda Murni; Abdurrahman Adisaputera
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2021): August 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i4.112

Abstract

This research aims to describe the level of student activity in the learning process an integrated thematic learning model based on the stages of creative thinking in elementary school education. Learning carried out with separate subjects will cause less development of children to think holistically and make it difficult for students to relate concepts to their real life everyday. This research was carried out in Elementary School Patumbak sub-district, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. Implementation of this research conducted in even semester academic year 2020/2021. As for the location this research is focused at public elementary school 101788 Marindal I and public elementary school 101789 Marindal I. Besides students who are research subjects, then teacher too involved as research subjects subjek especially to see the implementation learning model in the implementation of learning and ability to manage learning. This type of research is development research. The resulting product is validated by design experts, linguist, and model expert, Then proceed with individual test, small group and field group test. Model implementation test carried out and then continued with the effectiveness test. This research findings: (1) thematic learning model products integrated based on the stages of creative thinking the result is valid based on expert validation, have a level of practicality and effectiveness on students' creative thinking stage, (2) creative thinking stage students increase with the N-Gain score is 0.50, (3) teacher's ability to manage learning very good with an average score of 3.62, (4) student learning activities during the learning process has increased, (5) student response to the learning process is good.