Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Info Kripto

Analisis Aplikasi Cryptowallet Tiruan Terhadap Indikasi Android Malware Adenta Rubian Qiyas Syahwidi; Setiyo Cahyono; Ray Novita Yasa
Info Kripto Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v17i1.61

Abstract

Pemanfaatan teknologi smartphone dalam hal ini Android penggunaannya semakin tahun semakin meningkat. Begitu juga dengan perkembangan teknologi padang bidang ekonomi yang dalam hal ini adalah aset kripto. Semakin tahun semakin banyak pemilik aset kripto yang menyimpan aset kriptonya sebagai mata uang digital. Aset tersebut disimpan pada suatu wadah dompet kripto yang salah satunya berbentuk aplikasi android. Meningkatnya penggunaan smartphone tersebut tentunya menimbulkan kecemasan lain bagi pengguna karena adanya pihak yang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Software developer dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk mengambil keuntungan dengan membuat aplikasi atau software yang berbahaya bagi pengguna. Adanya tiruan aplikasi yang hampir mirip dengan aplikasi aslinya tentunya meresahkan bagi pengguna awam yang kurang tahu mengenai perbedaannya. Bisa saja aplikasi tersebut disisipi oleh suatu code yang berbahaya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap aplikasi tiruan cryptowallet milik perusahaan MetaMask dengan menggunakan analisis statis dan analisis dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan dampak perilaku bagi pengguna android khususnya pemiliki aset kripto. Dengan adanya penelitian ini dimaksudkan agar menambah informasi dan pengetahuan bagi pengguna khususnya penulis terkait adanya aplikasi tiruan yang beredar di lingkungan umum.
Perbandingan Keamanan Aplikasi Pesan Instan Android Menggunakan MobSF (Mobile Security Framework) Berdasarkan Beberapa Standar yasa, ray novita; Nugraha, Aldi Cahya Fajar
Info Kripto Vol 18 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v18i1.88

Abstract

Pesan instan berbasis Android secara real-time dengan menggunakan jaringan internet pada smartphone Android untuk berkomunikasi sudah menjadi hal yang lumrah. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran akan keamanan informasi oleh pengguna pesan instan untuk meminimalkan potensi pelanggaran privasi dan peretasan akun. Saat ini, rendahnya tingkat kesadaran terhadap keamanan informasi warga dan minimnya informasi terkait tingkat keamanan aplikasi pesan instan berbasis Android di pasaran menjadi tantangan yang harus ditutupi oleh celah tersebut. Untuk menutup permasalahan tersebut, dilakukan analisis perbandingan keamanan aplikasi berbasis Android berdasarkan Standar Verifikasi Keamanan Aplikasi Mobile, NIST SP 800-163 Rev 1 dan Profil Perlindungan NIAP untuk Perangkat Lunak Aplikasi. Analisis yang dilakukan adalah analisis statis terhadap source code aplikasi pesan instan menggunakan MobSF (Mobile Security Framework) terhadap sebelas aplikasi pesan instan berbasis Android yaitu Element, Line, Mesibo, Rocket.Chat, Signal, Skype, Snapchat, Speek!, Telegram, Viber dan WhatsApp. Hasil analisis menunjukkan Speek! mendapatkan skor keamanan tertinggi dibandingkan sepuluh aplikasi lainnya dengan sembilan temuan kerentanan pada Speek!, sedangkan aplikasi pesan instan paling tidak aman adalah Viber dengan 32 kerentanan
Cyber-Risk Management Menggunakan NIST Cyber Security Framework (CSF) dan Cobit 2019 pada Instansi XYZ Julianto, Andhika Sigit; Hikmah, Ira Rosianal; Yasa, Ray Novita
Info Kripto Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v18i2.99

Abstract

Current technological developments trigger companies or organizations to use Information Technology (IT) as a service base and optimize business processes. IT can provide opportunities in the government sector to develop state apparatus through implementing the Electronic-Based Government System (SPBE). Central and Local Government Agencies have implemented SPBE and contributed to the efficiency and effectiveness of government administration. Ensuring the sustainability of SPBE and reducing the impact of risk is the goal of risk management, with a process of identification, analysis, control, monitoring, and evaluation of risks based on risk management determined by the government. XYZ Agency is an agency that operates in the fields of communication and information, coding and statistics. XYZ Agency also implemented an Electronic Based Government System (SPBE). In this study, Cyber-risk management was designed using NIST CSF and COBIT 2019. In designing cyber-risk management, using 6 stages, namely Prioritized and Scope, Orient, Create a Current Profile, Conduct Risk Assessment, Create a Target Profile, and Determine, Analyze, and Prioritize Gaps. In this study, there are 28 assets, 17 threats, 13 vulnerabilities, and 12 controls implemented. With these results obtained 111 risks, there are 35 risks in the high category, 63 risks in the medium category, and 13 risks in the low category. The final result of this research is the preparation preparation of a cyber-risk management design by grouping the recommended actions based on Work Products (WP) and Generic Work Products (GWP) which become a work program for XYZ Agency.
Spaticrypt : Platform Edukasi Kriptografi Berbasis Web dengan Konsep Gamifikasi Capture-the-Flag dan Integrasi Chatbot Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Virtual Sugiyarto, Muhammad Faturrohman; Yasa, Ray Novita; Girinoto, Girinoto; Setiawan, Hermawan; Wicaksono, Herlambang Rafli
Info Kripto Vol 19 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v19i1.120

Abstract

Kriptografi merupakan salah satu implementasi penting ilmu komputer dan matematika yang menjamin keamanan dan privasi data. Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran kriptografi, diperlukan media edukasi yang efektif dan relevan. Aplikasi berbasis web menawarkan kemudahan akses dan penggunaan, serta dapat memberikan representasi autentik dari kasus dunia nyata. Penelitian ini mengusulkan sebuah platform pembelajaran kriptografi berbasis web yang disebut Spaticrypt , yang menggabungkan konsep gamifikasi Capture the Flag (CTF) dan integrasi chatbot berbasis Kecerdasan Buatan (AI) sebagai asisten virtual. Dengan menggunakan Design Research Methodology (DRM), Spaticrypt dirancang untuk membantu pengguna memahami dan mengimplementasikan algoritma kriptografi melalui tantangan interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Spaticrypt secara signifikan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengguna dalam kriptografi, dengan hasil uji T berpasangan menunjukkan yang lebih besar dari nilai (selisih 3,09909874). Selain itu, chatbot terintegrasi memiliki akurasi 0,814, yang dianggap baik oleh uji Cosine Similarity. Ini berarti bahwa chatbot Spaticrypt dapat memberikan jawaban yang relevan terhadap pertanyaan pengguna yang terkait dengan aplikasi.