Ogotan, Arianti A.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL KEPADA ANAK DI KABUPATEN PULAU TALIABU Masuku, Efiyanti; Ogotan, Arianti A.; Daeng Maroa, Mustating; Rays, Moh. Ikhwan; Fality, Firmansyah
Jurnal Yustisiabel Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/yustisiabel.v8i1.3211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual kepada anak di Wilayah Kepolisian Resor Pulau Taliabu dan faktor yang mempengaruhi penegakan hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual kepada anak di Wilayah Kepolisian Resor Pulau Taliabu dilaksanakan oleh Satuan Reserse dan Kriminal melalui Unit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Adapun langkah-langkah umum yang dilakukan dalam penegakan hukum melalui proses penyidikan tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak adalah adanya laporan atau pengaduan, identifikasi dan perlindungan terhadap korban, pemeriksaan awal, penangkapan, dan penyidikan. Dalam proses penyidikan dilakukan penahanan, penggeledahan dan penyitaan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual kepada anak terdiri atas faktor pendukung yaitu faktor hukum, faktor aparat penegak hukum dan faktor budaya masyarakat. Adapun faktor yang menghambat meliputi faktor ketidakhadiran saksi dan Faktor belum adanya Balai Pemasyarakatan (Bapas).
PENINGKATAN EKONOMI LOKAL MELALUI PRODUKSI MAKANAN BERBAHAN BAKU IKAN Mutalib, Yanti; Sululing, Siswadi; Ayatullah, Maulana Wahyu; Ogotan, Arianti A.; Sangkia, Frederik Dony
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.125

Abstract

Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat (PBM) ini berjudul: Peningkatan Ekonomi Lokal Melalui Produksi Makanan Berbahan Baku Ikan. Sasaran kegiatan ini adalah istri-istri Nelayan kelompok Poklashar Kadompe di Desa Tinangkung Kec. Tinangkung Selatan Kab. BangKep. Masalah yang dihadapi kelompok mitra adalah (1) ikan hanya dijual mentah dengan harga sangat murah maka keuntungan yang didapat kecil, (2) kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan makanan berbahan baku ikan, (3) kurangnya peralatan karena modal usaha yang terbatas, (4) Kurangnya wawasan dan keterampilan dalam membuat kemasan produk yang menarik, (5) Pengetahuan tentang pemasaran produk yang masih minim, (6) Kurangnya pemahaman tentang manajemen usaha. Tujuan Program PBM ini adalah memberdayakan istri-istri nelayan di Desa Tinangkung Kec. Tinangkung Selatan Kab. BangKep, dan melatih mitra menjadi pengusaha produk olahan, bakso dan abon ikan. Metode pelaksanaan adalah metode pelatihan dan penyuluhan/sosialisasi mulai dari teknik produksi dan pengemasan produk, teknik promosi dan pemasaran serta manajemen usaha dan pembukuan keuangan kelompok.
Criminal Sanctions for Domestic Violence: Analysis of Effectiveness and Victim Protection Setiawan, Rahmat; Ogotan, Arianti A.; Mustikowati, Endang
Ipso Jure Vol. 2 No. 9 (2025)
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/ij.v2i9.40

Abstract

This study analyzes the effectiveness of criminal sanctions against perpetrators of domestic violence and the level of legal protection provided to victims based on Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (PKDRT Law). The approach used is a normative juridical method by examining relevant laws and regulations, doctrines, and judicial practices. The results of the study show that although the PKDRT Law has provided a strong legal basis in cracking down on perpetrators, its effectiveness is still weak due to structural constraints, patriarchal culture, and lack of victim perspective among law enforcement officials. Legal protection for victims is still formalistic and has not touched on the aspects of psychological and social recovery. Therefore, it is necessary to reconstruct the criminal law paradigm through a restorative justice approach that prioritizes the restoration of the dignity of victims, social reconciliation, and the prevention of repeated violence. Reformulation of norms and strengthening the capacity of law enforcement agencies is also an urgent need for the law to function as an instrument of substantive justice, not just a tool of punishment. This research emphasizes that justice in domestic violence cases must be realized through a balance between legal certainty, victim protection, and universal human values.