Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

suburwidodo Formulasi Krim Anti Acne Ekstrak Etanol Kulit Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes.: Anti Acne Cream Formulation Of Potato Ethanol Extracts (Solanum Tuberosum L.) And Antibacterial Activities On Staphylococcus epidermidis And Propionibacterium acnes. Widodo, Subur; Susanti, Laila; Samsuar; Hartono, Adityo; Safitri, Andika
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 13 No. 1 (2024): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jfl.v13i1.1646

Abstract

Pengobatan jerawat di klinik kulit biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi dan membunuh bakteri. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menimbulkan resistensi antibiotik. Efek samping penggunaan antibiotik dapat dikurangi dengan mengganti bahan aktif obat yang diperoleh dari alam seperti kulit kentang yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak kulit kentang dapat di formulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermidis dan P.acnes. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak berbeda yaitu F1 (15%), F2 (30%) dan F3 (45%) dengan menggunakan asam stearat, paraffin liquidum, adeps lanae sebagai fase minyak dan TEA, aquadest sebagai fase air, dan metil paraben sebagai pengawet. Kemudian diuji sifat fisik sediaan meliputi ,homogenitas, pemeriksaan organoleptis, pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji stabilitas dan uji antibakteri. Hasil evaluasi sediaan memiliki nilai pH berkisar  antara 6,2 - 8,1, viskositas berkisar antara  3120  - 4920 cps, daya sebar antara 5,3 - 6,7 cm, dan daya lekat 4,2 - 5,3 detik. Setiap formula stabil dalam penyimpanan cycling test serta penyimpanan suhu 40ºC ± 2ºC, 28ºC ± 2ºC, 4ºC ± 2ºC dan ketiga formula memiliki sifat antibakteri terhadap S.epidermidis dan P.acnes. Luas zona hambat F1 (7,61 mm), F2 (8,47 mm) dan F3 (9,92 mm) terhadap S.epidermidis dan Luas zona hambat F1 (7,58 mm), F2 (7,86 mm) dan F3 (9,65 mm) terhadap P.acnes. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak kulit kentang dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan memiliki zona hambat terhadap S.epidermidis dan P.acnes.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL 70% DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Komarudin, Dede; Hardiyati, Iin; Hidayat, Febri; Dipta, Eka; Widiyanti, Nada; Fauziah, Siva; Hartono, Adityo
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 1 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.709 KB) | DOI: 10.59969/jfk.v2i1.19

Abstract

Daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga Euphorbiales. Daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) memiliki banyak kegunaan sebagai obat-obatan diantaranya sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, dan menghilangkan rasa gatal. Untuk menilai keamanan daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dalam pemanfaatannya diperlukan pengujian terlebih dahulu yang dirancang untuk mengetahui tingkat keamanan dalam penggunaanya. Uji toksisitas akut oral dilakukan untuk menentukan dosis atau konsentrasi yang diberikan dengan sekali penggunaan (tunggal) atau beberapa kali dalam 24 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai LD50 dan kategori toksisitas ekstrak etanol 70% daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental yaitu dengan penampilan data-data ekstraksi serta pengujian toksisitas terhadap tikus untuk mendapatkan nilai LD50. Berdasarkan metode Thomson dan weil nilai LD50 ekstrak etanol 70% daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) sebesar 1,45 g/KgBB dengan nilai kiasaran LD50 ekstrak etanol daun patikan kebo sebesar 0,62 g/KgBB–3,37 g/KgBB Sehingga dapat dikategorikan memiliki tingkat toksik. Kata kunci: Daun patikan kebo, ekstrak etanol, toksisitas, LD50