Generasi Alfa, yang rentang usianya ditentukan antara tahun 2010 hingga 2025, merupakan kelompok demografis pertama yang sejak kelahirannya telah terbenam sepenuhnya dalam lingkungan digital. Paparan yang konstan dan intensif terhadap teknologi ini secara alamiah memunculkan pertanyaan mendasar mengenai implikasinya terhadap kematangan psikologis individu, terutama dalam proses konstruksi identitas diri yang sehat. Dalam rangka menguatkan konsep diri pada Generasi Alfa di wilayah Kota Kendari, sebuah program pengabdian masyarakat diselenggarakan dengan fokus pada psikoedukasi yang relevan dengan era digital. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup empat institusi pendidikan menengah pertama yang menjadi mitra, yaitu SMP Negeri 4 Kendari, SMP Negeri 9 Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, dan MTs Negeri 1 Kendari, dengan partisipasi total 100 siswa sebagai peserta. Pendekatan metodologis yang diterapkan meliputi sesi diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta aktivitas refleksi diri. Evaluasi terhadap efektivitas program dilakukan melalui pengisian lembar refleksi dan forum diskusi yang terbatas. Hasil evaluasi secara signifikan menunjukkan adanya peningkatan kapabilitas pemahaman peserta terkait konsep diri, meningkatnya kesadaran mereka mengenai efek dari media digital, serta terbentuknya komitmen kuat untuk membangun citra diri yang positif di ranah virtual.