Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Generation Z Career Identity Formation Through Guidance and Counselling Services Laila, Arni Nur; Widyaswari, Monica
Bisma The Journal of Counseling Vol 5, No 2 (2021): Bisma The Journal of Counseling
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v5i2.35401

Abstract

This study aims to describe a generation Z career identity formation through guidance and counselling services. This research used a qualitative approach with the phenomenology method. The research subjects are late adult adolescents (18-25 years) with two people. The selection of informants based on their late teens tended to require counselling and guidance services and began to consider future careers. Data collection methods used were in-depth interviews and observation. These research results are forming career identity, determining interests, having confidence in the career to be pursued, and ownership of figures to explore the chosen career field. Generation Z career identity includes the embodiment of self-concept for the chosen job. The digitalization era also influences generation Z's career identity formation. Therefore, the role of guidance and counselling services is crucial in helping individual planning and specialization.
Psikoedukasi Konsep Diri untuk Generasi Alfa di Kota Kendari: Upaya Penguatan Identitas Dalam Era Digital Silondae, Dodi Priyatmo; Nasri, Wa Ode Lili Andriani; Mayangsari, Wa Ode Saktila; Usman, Minarti; Lasaima, Ordiman; Hamdiansah, Hamdiansah; Fadhillah, Muh.; Aspin, Aspin; Laila, Arni Nur
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3805

Abstract

Generasi Alfa, yang rentang usianya ditentukan antara tahun 2010 hingga 2025, merupakan kelompok demografis pertama yang sejak kelahirannya telah terbenam sepenuhnya dalam lingkungan digital. Paparan yang konstan dan intensif terhadap teknologi ini secara alamiah memunculkan pertanyaan mendasar mengenai implikasinya terhadap kematangan psikologis individu, terutama dalam proses konstruksi identitas diri yang sehat. Dalam rangka menguatkan konsep diri pada Generasi Alfa di wilayah Kota Kendari, sebuah program pengabdian masyarakat diselenggarakan dengan fokus pada psikoedukasi yang relevan dengan era digital. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup empat institusi pendidikan menengah pertama yang menjadi mitra, yaitu SMP Negeri 4 Kendari, SMP Negeri 9 Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, dan MTs Negeri 1 Kendari, dengan partisipasi total 100 siswa sebagai peserta. Pendekatan metodologis yang diterapkan meliputi sesi diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta aktivitas refleksi diri. Evaluasi terhadap efektivitas program dilakukan melalui pengisian lembar refleksi dan forum diskusi yang terbatas. Hasil evaluasi secara signifikan menunjukkan adanya peningkatan kapabilitas pemahaman peserta terkait konsep diri, meningkatnya kesadaran mereka mengenai efek dari media digital, serta terbentuknya komitmen kuat untuk membangun citra diri yang positif di ranah virtual.
Resilience of Child Victims of Sexual Violence with PTSD: The Role of Integrated Service Units for Women and Children Protection in Kendari City Hasyim Abdillah; Azizah, Lutfiana Nur; Fahrun, Ghery Safitra; Rosdiana; Laila, Arni Nur
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i1.22932

Abstract

This study investigated the resilience of child victims of sexual violence who developed Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) and analyzed the role of the Integrated Service Units for Women and Children Protection (UPT PPA) in Kendari City in facilitating their recovery. Adopting a qualitative case study methodology, the research utilized in-depth interviews and field observations with 10 child victims, aged 8 to 16 years, and 5 institutional staff members selected through purposive sampling based on victim status and psychological trauma indicators. The findings revealed that resilience in these children was shaped by an interplay of internal factors, such as self-efficacy and emotional regulation, and external factors, including family support and the multifaceted psychosocial interventions provided by UPT PPA. These interventions, which incorporated cultural, spiritual, and social support mechanisms, proved effective in strengthening the children's recovery processes. Ultimately, the results underscore the necessity of a holistic approach involving family, community, and institutional support in fostering resilience, while providing a basis for enhancing existing intervention models for child trauma survivors.
Psikoedukasi Konsep Diri untuk Generasi Alfa di Kota Kendari: Upaya Penguatan Identitas Dalam Era Digital Silondae, Dodi Priyatmo; Nasri, Wa Ode Lili Andriani; Mayangsari, Wa Ode Saktila; Usman, Minarti; Lasaima, Ordiman; Hamdiansah, Hamdiansah; Fadhillah, Muh.; Aspin, Aspin; Laila, Arni Nur
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3805

Abstract

Generasi Alfa, yang rentang usianya ditentukan antara tahun 2010 hingga 2025, merupakan kelompok demografis pertama yang sejak kelahirannya telah terbenam sepenuhnya dalam lingkungan digital. Paparan yang konstan dan intensif terhadap teknologi ini secara alamiah memunculkan pertanyaan mendasar mengenai implikasinya terhadap kematangan psikologis individu, terutama dalam proses konstruksi identitas diri yang sehat. Dalam rangka menguatkan konsep diri pada Generasi Alfa di wilayah Kota Kendari, sebuah program pengabdian masyarakat diselenggarakan dengan fokus pada psikoedukasi yang relevan dengan era digital. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup empat institusi pendidikan menengah pertama yang menjadi mitra, yaitu SMP Negeri 4 Kendari, SMP Negeri 9 Kendari, SMP Negeri 23 Kendari, dan MTs Negeri 1 Kendari, dengan partisipasi total 100 siswa sebagai peserta. Pendekatan metodologis yang diterapkan meliputi sesi diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta aktivitas refleksi diri. Evaluasi terhadap efektivitas program dilakukan melalui pengisian lembar refleksi dan forum diskusi yang terbatas. Hasil evaluasi secara signifikan menunjukkan adanya peningkatan kapabilitas pemahaman peserta terkait konsep diri, meningkatnya kesadaran mereka mengenai efek dari media digital, serta terbentuknya komitmen kuat untuk membangun citra diri yang positif di ranah virtual.