Algarini Allo, Olgrid
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ANTORIUM RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO K, Hardi; Algarini Allo, Olgrid; Bannepadang, Catherina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapannya. Kepuasan keluarga pasien merupakan konsep yang penting dalam konteks pelayanan kesehatan, yang mengacu pada tingkat kepuasan keluarga terhadap kualitas perawatan yang diberikan kepada pasien mereka di lingkungan rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Komunikasi terapeutik adalah pengalaman berkomunikasi bersama antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk memecahkan masalah klien. Komunikasi terapeutik dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya Hubungan Komunikasi Teraputik Perawat Dengan Kepuasan Keluarga Pasien di Rumah Sakit Elim Rantepao. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien di RS Elim Rantepao dengan jumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengatakan komunikasi perawat perawat yang baik sebanyak 18 responden (56,3%) dan komunikasi teraputik perawat kurang baik sebanyak 14 responden (43,8%). Mayoritas responden yang memilih puas sebanyak 12 responden (37,5%). Responden yang memilih Kepuasan keluarga pasien yang tidak puas sebanyak 20 responden (62,5%). Dengan nilai p=0.006(p<0,005). Berdasarkan Analisa Chi-Square didapatkan Ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan Kepuasan keluarga pasien di ruang Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao dengan nilai P=0,006 < α=0,05. Penelitian ini merekomendasikan perlunya komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit Elim Rantepao. Perawat diharapkan agar dapat mempertahankan komunikasi terapeutik perawat. Penelitian juga menyarankan sebaiknya perawat mengikuti seminar.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA SEMESTER VI PRODI SI KEPERAWATAN INSTITUT TORAJA RAYA INDONESIA TAHUN 2024 Algarini Allo, Olgrid; Palette, Tandi; Arung Tasik, Viviana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan sosial memiliki peranan penting terhadap psychological well-being. Dengan adanya dukungan sosial sehingga individu merasa dicintai, diperhatikan, dihargai dan dihormati serta adanya sumber-sumber bantuan lain yang disediakan orang lain terhadap individu sehingga dapat mencapai kesejahteraan psikologis di dalam diri individu yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa semester VI prodi S1 Keperawatan Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI prodi S1 Keperawatan Institut Toraja Raya Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 64 responden. Instrument dalam penelitian ini mengunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini mengunakan SPPS versi 23 dengan analisa uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 60 responden (93,8%), mayoritas responden dengan kategori remaja akhir (usia 19-21) sebanyak 43 responden (67,2%), mayoritas responden dengan dukungan sosial baik sebanyak 38 responden (59,4%),dan mayoritas responden dengan psychological well-being sejahtera sebanyak 35 responden (54,7%). Berdasarkan analisa uji chi-square diperoleh bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dan psychological well-being, dengan nilai p=0,031 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik dukungan sosial, maka semakin tinggi psychological well-being, sebaliknya semakin kurang baik dukungan sosial maka semakin rendah psychological well-being. Berdasarkan penelitian ini diharapkan agar dapat lebih memahami bahwa pentingnya mendapatkan dukungan sosial yang baik karena dukungan sosial memberikan sumbangsih pengaruh positif terhadap psychological well-being.