Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI INDEKS MITOSIS BAWANG UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN PREPARAT MITOSIS ACHMAD ZAINAL ABIDIN
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbatasnya referensi tentang Indeks Mitosis (IM) tanaman menjadi kendala utama dalam pembuatan media pembelajaran preparat mitosis sehingga diperlukan studi IM. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kelayakan media preparat mitosis tentang IM Allium sebagai media pembelajaran. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada metode Research and Development (R&D) yang hanya dilakukan sampai tahap telaah. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan telaah. Hasil penelitian yaitu IM tertinggi A. sativum, A. cepa dan A. fistulosum berturut-turut terjadi pada jam 09.00 WIB, 06.00 WIB dan 06.00 WIB. Media preparat mitosis tentang IM Allium layak digunakan sebagai media pengamatan pembelahan mitosis sel. Kata Kunci: Indeks mitosis bawang, media pembelajaran, preparat mitosis.
Hydrolytic Enzyme Producing Bacteria From The Gut Of Oryctes rhinoceros Larvae Inhabiting Household Waste Composer Ana Mariatul Khiftiyah; Ni'matuzahroh; Mochammad Affandi; Salamun; Silvia Kurnia Sari; Miftahul Jannah; Nastiti Trikurniadewi; Achmad Zainal Abidin; Nurul Wahyuni; Rizki Amaliah Zain; Dela Dwi Alawiyah; Brigita Nur Diyan Agustiana
Journal of Bio-Molecule Research and Engineering Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbiome.v2i2.67564

Abstract

relatively shorter adult phase than the larval stage. The larval stage of this organism lives in piles of organic matter, including in piles of household waste. The ability of larvae to utilize organic matter in their environment is inseparable from the role of potential microbes that produce enzymes associated with their gut. This study aims to isolate, screen, and identify the potential bacteria in producing hydrolytic enzymes from gut of O. rhinoceros larvae. The third instar larvae were dissected aseptically to obtain gut bacterial isolates. The isolates were tested for their ability to produce amylase, cellulose, lipase, and protease using agar plate containing specific substrates. There were eight different isolates, and three of them had the ability to produce all four enzymes. The three isolates were identified as Bacillus. These results can be used as a reference for handling household organic waste.
Evaluasi Tata Kelola Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan pada Tingkat Kelurahan di Bontang Lestari Kota Bontang Achmad Zainal Abidin
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Menulis - April
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i4.1100

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi persoalan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan karena ketepatan kebijakan penanggulangan kemiskinan sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola verifikasi dan validasi data kemiskinan pada tingkat Kelurahan Bontang Lestari serta mengidentifikasi kendala dan upaya perbaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola verifikasi dan validasi data kemiskinan telah berjalan cukup sistematis melalui pendataan awal, pemeriksaan administrasi, verifikasi lapangan, penghapusan data yang tidak sesuai, dan usulan data baru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh dinamika sosial ekonomi warga, keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis wilayah, ketidaksesuaian data awal, perbedaan persepsi masyarakat, serta belum optimalnya integrasi data antarinstansi. Temuan lain memperlihatkan bahwa keterlibatan RT dan masyarakat cukup membantu proses identifikasi warga, tetapi transparansi prosedur dan pemahaman publik terhadap hasil verifikasi masih perlu diperkuat. Oleh karena itu, disarankan pembaruan data dilakukan secara berkala, peningkatan kapasitas petugas diperkuat, pemanfaatan teknologi dioptimalkan, sosialisasi kepada masyarakat ditingkatkan, dan koordinasi lintas instansi diperbaiki secara berkelanjutan.