Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Effectiveness of olive oil administration on stretch mark reduction in postpartum women Nurwendah, Siti; Manullang, Riyen Sari; Br Karo, Marni; Santosa, Puji Raharja; Silitonga, Riris Ocktryna
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i3.92

Abstract

Stretch marks manifest as hyperpigmented dermal lesions that commonly occur during pregnancy. These cutaneous changes frequently cause physical discomfort and psychological distress among postpartum women, leading to diminished self-esteem and social withdrawal. Nonpharmacological interventions, particularly olive oil application, are potentially effective management approaches. This study evaluated the efficacy of topical olive oil in reducing stretch mark visibility among postpartum women in the Karang Mulya Community Health Center service area in 2024. This quantitative investigation employed a quasi-experimental design with pre- and posttest assessments. The participants included 45 postpartum women on postpartum day 6 residing within the Karang Mulya Health Center catchment area in March 2024. A total sampling technique was used, and data collection relied on standardized observational assessment tools. Statistical analysis was performed via the Mann‒Whitney test (p<0.05). The baseline assessment revealed a mean stretch mark severity score of 3.87 (SD=1.407) before olive oil application, which decreased significantly to 1.07 (SD=0.799) after the intervention. The experimental group demonstrated a statistically significant improvement compared with the control group (p<0.001), confirming marked differences in the visibility of stretch marks following olive oil treatment. Topical olive oil application significantly reduces stretch mark visibility in postpartum women. These findings support the implementation of this technique as a safe and accessible nonpharmacological intervention in postpartum care protocols for stretch mark management.
Puding Jagung dan Daun Kelor Untuk Perbaikan Status Gizi Sebagai Langkah Antisipasi Penyebab Stunting Sejak Usia Subur Pada Remaja Putri Hajidzah, Santi Nur; Karo, Marni Br; Manullang, Riyen Sari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i3.4898

Abstract

Background: Nutritional well-being is the result of the consumption, absorption, and utilization of nutrients in the body, which can be observed through BMI, MUAC, and hemoglobin levels in adolescents. Reproductive health, which plays a crucial role in producing the next generation, is greatly influenced by nutritional status. Indonesia still faces serious nutritional problems, one of which is stunting due to long-term nutritional deficiencies, especially in the first 1,000 days of life. This condition is exacerbated by unbalanced nutritional intake from adolescence, as a childbearing age group. This can be addressed by consuming nutritious foods, one of which is corn pudding and moringa leaves, which contain nutrients good for the body, especially in adolescence. Purpose of the study: To determine the effectiveness of providing corn pudding and moringa leaves in improving nutritional status as a preventative measure for the causes of stunting from a childbearing age in adolescent girls at Widya Nusantara High School. Method: The study design used a quasi-experimental approach with a One Group Pre and Post Test Design. Adolescent girls were given corn pudding and moringa leaves three times a week for one month. Results: The statistical test results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), so H0 was rejected. This proves that regular consumption of Corn Pudding and Moringa Leaves is effective in improving the nutritional status of adolescent girls at Widya Nusantara High School. Conclusion: There was a significant increase in nutritional status before and after the intervention, so Corn Pudding and Moringa Leaves can be used as an alternative in efforts to anticipate stunting in adolescent girls.
Efektivitas Susu Kedelai Terhadap Gejala Hot Flush Pada Wanita Menopause Di Posyandu Lansia Melati 4 Kp Sepatan Kota Bekasi Tahun 2023 Aisyah, Siti; Manullang, Riyen Sari; Siantar, Rupdi Lumban
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v15i2.2057

Abstract

Menopause dapat terjadi karena penurunan kadar estrogen darah dan berkurangnya fungsi ovarium. Penurunan hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya hot flush pada wanita menopause. Hot flush merupakan salah satu gejala vasomotor (VMS). Hot flush ditandai dengan perasaan panas pada bagian atas tubuh wanita yang meliputi, wajah, leher, dan bagian atas dada. Hot flush tidak berbahaya bagi tubuh tetapi akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Hot flush dapat menyerang 74% wanita menopause. Sebanyak 50% mengeluhkan nyeri hot flush selama lebih dari 2 tahun dan 36% selama lebih dari 5 tahun. Salah satu terapi gizi untuk meningkatkan hormon estrogen adalah susu kedelai. Susu kedelai adalah susu berbahan kedelai. Kedelai memiliki kandungan isoflavon didalamnya. Studi pendahuluan didapatkan bahwa di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi terdapat 15 wanita menopause yang mengalami nyeri hot flush. Untuk mengetahui efektivitas pemberian susu kedelai terhadap hot flush pada wanita menopause di Posyandu Lansia Melati 4 Kp. Sepatan Kota Bekasi tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental dengan pre dan post-experimental design tipe one group pre test post test. Hasil analisa menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil signifikasi sebesar 0.001 (p<0.05). Hasil ini menunjukan adanya efektivitas pengurangan gejala hot flush pada Responden setelah diberikan susu kedelai selama 7 hari. Adanya efektivitas penurunan gejala hot flush setelah pemberian susu kedelai terhadap wanita menopause.Kata Kunci : Susu kedelai, hot flush, menopause
Efektivitas Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Sri Martani Puji Rahayu; Manullang, Riyen Sari; Tetty Rina Aritonang; Astrid Farmawati Sianipar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2512

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia. Anemia pada kehamilan bisa berdampak terhadap terganggunya proses kehamilan dan persalinan. Salah satu intervensi yang bisa mengatasi anemia yaitu dengan cara terapi nutrisi berupa konsumsi buah kurma.Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas buah kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian : Rancangan penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan one group pretest-postest with control. Populasi sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 15 orang kelompok buah kurma dan 15 orang kelompok kontrol. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu hamil pada kelompok buah kurma paling banyak usia 20-35 tahun (86,6%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (60%) dan paritas multipara (86,6%). Sedangkan ibu hamil pada kelonmpok kontrol paling banyak usia 20-35 tahun (80%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (46,6%) dan paritas multipara (73,3%). Kadar hemoglobin sebelum pemberian buah kurma dengan mean 9,75 dan setelah pemberian buah kurma dengan mean 11,08. Kadar hemoglobin sebelum pemberian kelompok kontrol dengan mean 9,81 dan setelah kelompok kontrol dengan mean 9,89. Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dengan p-value 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
Multifactorial determinants of adolescent stunting in West Java, Indonesia: A cross-sectional analysis among students aged 13–15 years Farera, Gita; Karo, Marni Br; Manullang, Riyen Sari
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 1 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v1i3.17

Abstract

Stunting in adolescents remains a significant public health concern, with far-reaching implications for physical and cognitive development that extend into adulthood. This condition, characterized by a height below minus two standard deviations (-2 SD) from the WHO median growth standard, stems from chronic malnutrition and inadequate growth during critical developmental periods. This study aimed to identify factors influencing the incidence of stunting among adolescents aged 13–15 years at SMP Negeri 2 Cikarang Barat in 2022. A descriptive analytical study using a cross-sectional approach was conducted from March to June 2022. This study employed total sampling and recruited 34 adolescents who met the inclusion criteria. Data were collected via validated questionnaires and standardized anthropometric measurements. Statistical analysis included univariate descriptive statistics and bivariate analysis via the chi-square test (α = 0.05). The analysis revealed significant associations between the incidence of stunting and several factors, including nutritional patterns (P = 0.027), birth weight (P = 0.046), birth length (P = 0.048), breastfeeding history (P = 0.048), immunization status (P = 0.050), and family income (P = 0.027). The predominant characteristics of the study population were female sex (67.6%), unfulfilled nutritional patterns (70.6%), low birth weight (64.7%), and short birth length (67.6%). Additionally, 67.6% reported a nonexclusive breastfeeding history, and 70.6% came from low-income families. This study identified multiple significant factors associated with adolescent stunting, emphasizing the complex interplay between early-life factors, nutritional patterns, and socioeconomic conditions. Maternal age at delivery, height, education, and employment status were not significantly associated. These findings suggest a need for comprehensive interventions targeting both nutritional and socioeconomic factors to address adolescent stunting effectively.
OPTIMALISASI SUMBER DAYA LOKAL DALAM PENANGANAN HIPERTENSI DENGAN PUHAT LASIBUGA (PUDING SEHAT LABU SIAM BUAH NAGA) Manullang, Riyen Sari; Amir, Nurhidayah; Karo*, Marni Br; Pranata, Andi; Rostianingsih, Dewi; Oktima, Winda; D, Gita fricilya; L, Ikrimah Aurora; Annisa, Aan; A, Hazel Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25794

Abstract

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi dengan sistolik (TDS) ? 140 mmHg dan tekanan darah diastolik TDS) ? 90 mmHg. Hipertensi di Indonesia merupakan ”silent killer”, banyak orang tak merasakan gejala. Penting periksa tekanan darah rutin. 1 dari 3 orang di Indonesia mengidap hipertensi, angka terus meningkat, termasuk wilayah Bekasi, tepatnya di RT 04/RW.01 Kel. Sepanjang Jaya, Bekasi Timur terdapat 70% masyarkat dengan hipertensi. Tujuan penelitian: unntuk mengkaji lebih dalam tentang pengoptimalkan sumber daya local dalam penanganan hipertensi dengan PUHAT LASIBUGA (Puding Sehat Labu Siam Buah Naga). Metode penelitian: penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pre Test Design. Dengan teknik Accidental Sampling terdiri dari 30 masyarakat setempat. Hasil penelitian: pengumpulan data dilakukan selama 4 hari, dengan hasil menunjukan, hasil pre test 2,80 dan post test 4,77 dengan sig:0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terajdi peningkatan optimalnya sumber daya lokal di masyarakat.
INOVASI PEMBERIAN MINUMAN HERBAL JASELAM TERHADAP LANSIA YANG MENDERITA PENYAKIT HIPERTENSI, DM, ASAM URAT DAN JANTUNG KORONER DI RW 003/ RT 002 SEPANJANG JAYA, KOTA BEKASI Pranata, Andi; Amir, Nurhidayah; Manullang, Riyen Sari; Karo, Marni Br; Yanti, Dharma; Gustina, Putri Sry; Khoirunisa, Sabrina; Dea, Dea; Esa, Maria Paras Wathy; Rahmawati, Alvia; Haliza, Spica Susan; Mala, Lulu Khoerul; Sandriyani, Fenny; Yusria, Fida; Fatmawati, Safira; Rohanah, Pipit; Octaviani, Inka; Adawiyah, Robi’ah; Ayu, Amalia Ana Antika; Hasanah, Nur; Tashya, Tashya; Jesica, Tia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33048

Abstract

Minimnya pengetahuan masyarakat RW 03/RT 02 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat di tahun 2024 mengenai beberapa problem kesehatan utama seperti Hipertensi, Diabetes Melitus, Jantung Koroner, dan Asam Urat. persoalan Kesehatan sangat penting untuk memutuskan prioritas serta merancang program-program intervensi yang efektif selama KKN dengan dilakukan pemberian minuman herbal. Tujuan asal pemberian minuman herbal menaikkan derajat kesehatan penderita hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner, asam urat, meningkatkan pengetahuan masyarakat, manyadarkan masyarakat yang terdiagnosa penyakit. Metode pendekatan yang digunakan pada aktivitas pengabdian di masyarakat yaitu pemberian minuman herbal dan memberikan edukasi mengenai tanaman obat yang terkandung pada minuman herbal.
PERBANDINGAN METODA PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT LAKTASI TERHADAP PRODUKSI (KECUKUPAN) ASI Aritonang, Tetty Rina; Sari , Fetty Indah; Simanjuntak, Farida Mentalina; Intarti , Wiwit Desi; Manullang, Riyen Sari
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.297

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, karena mengandung semua zat gizi dengan jumlah dan komposisi ideal yang dibutuhkan oleh bayi. Salah satu kendala utamanya pemberian ASI pada bayi adalah produksi ASI yang tidak lancar pada hari pertama melahirkan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pijat laktasi dan pijat oksitosin terhadap Produksi (Kecukupan) ASI. Metoda: Penelitian ini adalah penelitian Quasi-eksperimen (eksperimen semu) dengan desain two group pretest-posttest design. Menggunakan dua kelompok perlakuan (pijat oksitosin dan pijat laktasi) dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Jumlah sample 32 orang ibu post partum dengan tehnik sampling purposive sampling, menggunakan alat ukur lembar observasi dan lembar checklist, tempat penelitian di PMB Filda Fairuza Banten. Analisis data dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian Metoda pijat oksitosin menunjukkan ada kenaikan produksi ASI dengan nilai sebesar 2,32 dan produksi ASI (kecukupan) setelah dilakukan pijat laktasi mempunyai nilai kenaikan sebesar 3,56. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan 0,001 (< 0,05) pada pijat oksitosin dan nilai signifikan 0,000 (< 0,05) pada pijat laktasi. Metoda Pijat laktasi sangat baik di sarankan kepada ibu menyusui agar produksi ASInya mencukupi untuk bayi.