Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI LINGKUNGAN TANJUNG REJO MEDAN SUNGGAL Astuti Rofida; Resmi Pangaribuan; Khairunnisa Batubara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2531

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is a viral disease carried by mosquitoes and usually occurs in tropical and subtropical areas. A person infected with this virus for the second time has a much greater risk of severe illness. Symptoms can include fever, rash, and muscles and joints. In severe cases, bleeding and shock can be life-threatening. Handling can be done by giving adequate fluids and pain relievers. Severe cases must be hospitalized. Tanjung Rejo village is one of the dengue endemic villages in Medan Sunggal sub-district. One of the most appropriate efforts in preventing and eradicating mosquitoes is by eradicating mosquito nests. The purpose of this study was to determine the factors that influence the practice of eradicating mosquito nests in the Tanjung Rejo Village, Medan Sunggal District. This type of research is Explantory Research with research population of 451 people and the number of samples is 82 people. This research instrument using a questionnaire with analysis using the chi-sguare statistical test with a degree of significance (α) = 0.01. The results showed that there was a relationship between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000) education (p = 0.275), occupation (p = 0.572), support from health workers (p = 0.000), and family support (p = 0.000), the results of the multivariate show that the p-value is 0.00 <0.01 then there is an influence on the practice of eradicating mosquito nests in the Tanjung Rejo environment, Medan Sunggal. Suggestions for the community to further improve the practice of eradicating dengue mosquito nests, and for health workers to send information continuously and continuously.
Pendidikan Kesehatan tentang Perawatan Luka Episiotomi pada Ibu Post Partum di Klinik Pratama Niar Nurul Syawalia Harianja; Evamona Sinuraya; Astuti Rofida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.016 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i1.8597

Abstract

ABSTRACT Episiotomy is an incision made through the perineum which is used before giving birth and aims to widen the baby's exit so as to facilitate delivery. Perineal care is the fulfillment of needs that nourish the area between the thighs which is limited by the vulva and anus in Post Partum Mothers in the period between the birth of the placenta until the return of the genetic organs as before pregnancy. Episiotomy area or incision wounds take time to heal 6 to 7 days, wounds on the perineum due to Episiotomy, rupture or laceration. The act of cleaning the vulva can provide an opportunity for careful inspection of the perineal area. The author can describe the application of health education to care for episiotomy wounds in post partum mothers. Using health education on Episiotomy care in post partum mothers. The participant is Mrs. L and Mrs. R with Post partum who underwent Episiotomy action. The instrument used is a leaflet about Episiotomy wound care. Shows that after conducting health education about episiotomy wound care for post partum mothers, it is hoped that post partum mothers can apply episiotomy wound care. Conclusion: Episiotomy wound care properly and correctly can accelerate wound healing. Keywords: Post partum, Episiotomy Wound, Health Education ABSTRAK Episiotomi merupakan insisi dibuat melalui perineum yang digunakan sebelum melahirkan dan bertujuan memperluas jalan keluar bayi sehingga mempermudah persalinan. Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan yang menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada Ibu Post Partumdalam masa antara kelahiran plasenta sampai kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum kehamilan. Area Episiotomi atau luka sayatan membutuhkan waktu untuk sembuh 6 sampai 7 hari, luka pada perineum akibat Episiotomi, rupture atau laserasi. Tindakan membersihkan vulva dapat memberi kesempatan untuk melakukan inspeksi secara seksama di daerah perineum. Penulis dapat mendeskripsikan penerapan Pendidikan kesehatan perawatan luka episiotomi pada Ibu Post partum. Menggunakan pendidikan kesehatan perawatan Episiotomi pada ibu Post partum. Partisipan adalah Ny. L dan Ny. R dengan Post partum yang mengalami tindakan Episiotomi. Instrumen yang digunakan yaitu leaflet tentang perawatan luka Episiotomi. Hasil : Menunjukkan bahwa setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang perawatan luka episiotomi terhadap ibu Post partum di harapkan ibu Post partum dapat mengaplikasikan perawatan luka Episiotomi. Perawatan luka Episiotomi secara baik dan benar, dapat mempercepat kesembuhan luka. Kata Kunci : Post partum, Luka Episiotomi, Pendidikan Kesehatan
Broncopneumonia dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan Hernawati Lumban Raja; Evamona Sinuraya; Astuti Rofida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.113 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i1.8567

Abstract

ABSTRACTBackground Bronchopneumonia is a disease that attacks the respiratory tract where inflammation occurs in the lungs. which affects the respiratory tract that occurs in the bronchi to the alveoli of the lungs, bronchopneumonia is a disease that attacks the respiratory tract with manifestations varying from coughing, runny nose, fever, accompanied by shortness of breath. So that it will cause ineffective airway clearance in children. One of the nursing actions given to pediatric patients with ineffective airway clearance is a nebulizer and Ventolin. This research method is descriptive research. in the case study framework includes the stages of assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, nursing implementation, and nursing evaluation in both patients with bronchopneumonia at TK II Putri Hijau Medan Hospital. The results after nursing interventions in patient I and patient II were administration of nebulizer therapy. The conclusion of the results of this study is to conduct an assessment of the administration of nebulizer therapy in pediatric patients with bronchopneumonia to find out the changes that occur after the administration of nebulizer therapy, the child's breathing decreases until he reaches normal breathing.Keywords: Bronchopneumonia, Nebulizer, Ineffective Airway Cleaning, Children.ABSTRAKLatar belakang bronchopneumonia adalah  penyaikit yang menyerang saluran pernapasan dimana terjadi peradangan pada paru . yang mengenai pada saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveoli paru, bronchopneumonia salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dengan manifestasi bervariasi mulai dari batuk, pilek, demam, disertai dengan sesak napas. Sehingga akan menimbulkan ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak. salah satu Tindakan keperawatan yang diberikan pada pasien anak dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas ialah  nebulizer dan Ventolin. Metode penelitian ini bersifat penelitian deskriftif. dalam rangka studi kasus meliputi tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan pada kedua pasien penyakit bronchopneumonia di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan pada pasien I dan pasien II adalah pemberian terapi Nebulizer. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah untuk melakukan pengkajian terhadap pemberian terapi nebulizer pada pasien anak bronchopneumonia untuk  mengetahui perubahan yang terjadi setelah pemberian terapi nebulizer pernapasan anak berkurang hingga mencapai pernapasan normal.Kata kunci: Bronchopneumonia, Nebulizer, Ketidakefetifan Bersihan Jalan Napas, Anak
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Pil Kb Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Usia Subur Di Desa Hamparan Perak Kec. Hamparan Perak Kab. Deli Serdang Abdi Santoso; Astuti, Rofida; Br Kaban, Nurhaida
Excellent Midwifery Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Vol. 7 No. 1 (2024) EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular dan banyak ditemukan pada masyarakat salah satunya adalah Hipertensi, faktor penyebab kemungkinan penggunaan kontrasepsi Pil mengandung hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah. dari jumlah kasus hipertensi pada wanita usia subur (WUS) sebanyak 1988 orang (74,6%). Hasil survey awal yang dilakukan pada 10 akseptor Pil KB dan diketahui bahwa terdapat 7 orang atau 70% diantaranya menderita hipertensi dengan lama rata-rata penggunaan Pil KB lebih dari 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Pil KB Dengan Kejadian Hipertensi Pada WUS Di Desa Hamparan Perak Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Populasi penelitian ini adalah seluruh WUS yang menggunakan kontrasepsi Pil KB sebanyak 40 orang.Jenis penelitian kuantitatif. Berdasarkan analisa data bivariat Lama Penggunaan Kontrasepsi Pil Kb dengan Kejadian Hipertensi menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dengan taraf signifikansi 5 % didapatkan hasil bahwa nilai Sig <α 0,000 ≤ 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Lama Penggunaan Kontrasepsi Pil Kb dengan Kejadian Hipertensi. Hasil penelitian, disimpulkan bahwa ada hubungan lama penggunaan kontrasepsi Pil KB dengan kejadian hipertensi pada WUS. Disarankan untuk tenaga kesehatan perlu kiranya dilakukan penyuluhan memberikan informasi kepada aseptor pengguna alat kontrasepsi tentang dampak indikasi penggunaan alat kontrasepsi Pil kb terhadap resiko peningkatan tekanan darah.
ASUHAN KEPERAWATAN MOBILISASI DINI PADA IBU POST OP SECTIO CAESAREA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN Paratami, Ando; Purwaningsih, Purwaningsih; Rofida, Astuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2609

Abstract

Latar belakang : Sectio caesarea merupakan salah satu cara melahirkan janin dengan cara membuat sayatan pada dinding rahim melalui dinding depan perut. Ibu bersalin secara Caesarea, akan merasakan beberapa ketidaknyamanan yaitu rasa nyeri hebat, Proses pemulihan cenderung berlangsung lebih lama dibanding dengan persalinan normal. Salah satu cara yang dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan luka yaitu dengan melakukan mobilisasi untuk mencegah komplikasi seperti emboli paru dan tromboplebitis. Mobilisasi ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari gerakan miring kanan dan kiri, kemudian ibu dapat duduk pada hari kedua, menggerakkan kaki dan berjalan pada hari ketiga, dan mobilisasi ini dapat berguna untuk menormalkan sirkulasi dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini memberikan Asuhan Keperawatan mobilisasi dini pada ibu Post Sectio Caesarea dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui gambaran dari Asuhan Keperawatan mobilisasi dini pada ibu Post Op Sectio Penelitian ini dilakukan pada dua orang pasien yaitu pasien Post Op Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan pendekatan Asuhan Keperawatan meliputi tahapan: Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Intervensi, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Setelah penulis melakukan studi kasus pada klien I dan II dengan diagnosa Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan mobilisasi dini. Selama masing-masing 3 hari Pada kasus I mulai tanggal 06 Juni 2023 sampai 09 Juni 2023 dan Kasus II mulai dari tanggal 13 Juni 2023 sampai 15 Juni 2023. Dengan memberikan Asuhan Keperawatan mobilisasi dini pada ibu Post Op Sectio dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas. Kesimpulan: Setelah penelitian melakukan studi kasus Asuhan Keperawatan mobilisasi dini pada ibu Post Op Sectio dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas teratasi
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN IMUNISASI TT (TETANUS TOKSOID) DI WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS PULO BRAYAN Wulandari, Annisa; Purwaningsih, Purwaningsih; Rofida, Astuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2198

Abstract

Imunisasi tetanus toksoid merupakan suatu cara untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap infeksi Tetanus saat atau pasca persalinan. Tetanus yaitu gangguan neurologis yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme, yang disebabkan oleh Clostridum Tetani. Salah satu pencegahan Tetanus Neonatrum adalah dengan melakukan Imunisasi Tetanus Toksoid pada Ibu Hamil. Tujuan dari penelitian ini adalah memberi gambaran Pendidikan Kesehatan Pada Ibu hamil melalui pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT). Metodeologi : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang difokuskan tentang Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil melalui pemberian imunisasi Tetanus Toksoid. Subyek pada penelitian ini adalah 2 orang pasien dewasa ibu hamil pada trimester I kehamilan I. Hasil : Peneliti melakukan penelitian terhadap dua partisipan yang sama-sama memiliki keluhan tentang defisit pengetahuan di puskesmas pulo brayan dengan lima tahap sesuai dengan proses keperawatan yang dikembangkan oleh Americane Nurse Association (ANNA) yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi. Dengan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya imunisasi tetanus toksoid pada ibu hamil diperoleh hasil yang sama antara kasus I dan II didapatkan data hari ke 3 masalah defisit pengetahuan dapat diatasi. Kesimpulan : Setelah peneliti melakukan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, menetapkan rencana, melakukan implementasi dn evaluasi. Maka peneliti dapat menyimpulkan defisit pengetahuan dapat diatasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL DI KLINIK SUHESTI MABAR Cloudia, Hikma Bungsu; Purwaningsih, Purwaningsih; Rofida, Astuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i3.2410

Abstract

Pendidikan kesehatan suatu proses pemberian informasi kesehatan dan praktek kesehatan, yang memotivasi seseorang untuk memperoleh informasi dan menghendaki seseorang melakukan kebiasaan pada kesehatan. Nutrisi merupakan sejumlah kandungan gizi atau zat yang umumnya diperoleh dari berbagai jenis seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, serat, serta air. Pemantauan status gizi ibu hamil dapat dilihat dari pertambahan berat badan selama kehamilan yang didukung oleh faktor pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang zat gizi dalam makanan, kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran. Tujuan: Untuk memberikan pendidikan kesehatan pemenuhan nutrisi pada ibu hamil. Metodologi: Yang digunakan adalah studi kasus. Desain pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Data di peroleh melalui wawancara, studi rekam medik dan proses asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian pada kedua klien memiliki keluhan mudah lelah, pusing, mual dan muntah dan setelah diberikan pendidikan kesehatan kepada kedua klien bahwasannya nafsu makan bertambah, pusing berkurang, masalah sebagian teratasi, mudah lelah berkurang dan tidurpun nyenyak. Kesimpulan dan Saran: Pemberian pendidikan kesehatan pemenuhan nutrisi pada ibu hamil kurang pengetahuan teratasi. Klien dan keluarga di harapkan saling kerja sama umtuk meningkatkan kesehatan ibu hamil terutama suami klien untuk membantu klien dalam pemberian pememenuhan nutrisi ibu hamil agar seimbang.
PENGARUH EDUKASI POLA MAKAN TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU GIZI IBU PADA BALITA STUNTING DI KLINIK PRATAMA KHADIJAH Anita Yasmin; Yulia Safitri; Pratiwi Syah Putri; Astuti Rofida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5658

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah masalah gizi yang bersifat kronis karena menjadi salah satu keadaan malnutrisi yang memiliki hubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi dimasa lalu. Pengukuran stunting sendiri dilakukan dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur dan jenis kelamin balita. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting di Klinik Pratama Khadijah. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen yaitu one group pretest-postest dimana rancangan ini hanya menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) perlakuan. Penelitian berlokasi di Klinik Pratama Khadijah. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berjumlah 76 orang. Besar sampel sebanyak 43 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting di Klinik Pratama Khadijah. Hasil uji statistik diperoleh p < 0,05. Kesimpulan : ada pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting. Saran : Disarankan agar ibu lebih sadar dan dapat meningkatkan perilaku pola asuh makan agar anak terhindar dari stunting.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PERNAPASAN MENGGUNAKAN AROMATERAPI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RB HADIJAH Astuti Rofida; Yulia Safitri; Nurhaida Br Kaban; Nopita Yanti Str; Desi Handayani Lbs
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 12 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : LPPM STIKes BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v12i1.300

Abstract

Background: Health promotion comprises a series of systematically designed efforts—spanning input, implementation, and outcome stages—aimed at fostering changes in health-related behavior. The success of these activities depends on various components, including delivery methods, educational materials, personnel competence, and the media employed. The synergy among these components is crucial for enhancing the effectiveness of conveying health information to the public. This study employed a pre-experimental design using a one-class pretest-posttest approach. All respondents' knowledge levels were assessed prior to receiving an intervention—specifically, health promotion regarding nutrition during pregnancy—and reassessed afterward to determine the changes that occurred. The results showed that the mean knowledge score of pregnant women was 7.34 before receiving nutrition education, rising to 10.75 after the health promotion session. The mean score increase was 3.0, with a confidence interval ranging from -lima.824 to -4.425. Analysis using a paired t-test yielded a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating that the nutrition-focused health promotion had a significant impact on increasing the knowledge of pregnant women at RB Khadijah. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Nutrition
PENGARUH EDUKASI POLA MAKAN TERHADAP PENINGKATAN PERILAKU GIZI IBU PADA BALITA STUNTING DI KLINIK PRATAMA KHADIJAH Anita Yasmin; Yulia Safitri; Pratiwi Syah Putri; Astuti Rofida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5658

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah masalah gizi yang bersifat kronis karena menjadi salah satu keadaan malnutrisi yang memiliki hubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi dimasa lalu. Pengukuran stunting sendiri dilakukan dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur dan jenis kelamin balita. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting di Klinik Pratama Khadijah. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen yaitu one group pretest-postest dimana rancangan ini hanya menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum (pre test) dan sesudah (post test) perlakuan. Penelitian berlokasi di Klinik Pratama Khadijah. Populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berjumlah 76 orang. Besar sampel sebanyak 43 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting di Klinik Pratama Khadijah. Hasil uji statistik diperoleh p < 0,05. Kesimpulan : ada pengaruh edukasi pola makan terhadap peningkatan perilaku gizi ibu pada balita stunting. Saran : Disarankan agar ibu lebih sadar dan dapat meningkatkan perilaku pola asuh makan agar anak terhindar dari stunting.