Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA KELAS XI DI MAN 1 TUBAN ERNI WULANDARI; SATININGSIH
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v5i3.26455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku prososial pada siswa kelas XI di MAN 1 Tuban. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, dengan jumlah subjek yakni 140 siswa kelas XI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analsis faktor. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat satu faktor yang memengaruhi perilaku prososial, yakni faktor kesadaran sosial. Faktor kesadaran sosial terdiri dari empati, suasana hati, model-model prososial, atribusi menyangkut tanggung jawab korban, menolong orang yang disukai, dan motivasi dan moralitas. Kata Kunci : Perilaku Prososial, Siswa.
POLA ASUH ORANG TUA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN ASD (AUTISTIC SPECTRUM DISORDER) YANG MEMILIKI KEMANDIRIAN ANISIA ANGGUN KHINANTHI; SATININGSIH
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.30552

Abstract

Penelitian psikologis ini bertujuan untuk mengungkap gambaran pola asuh orang tua pada kemandirian anak dengan gangguan ASD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian tersebut dikumpulkan dengan cara teknik wawancara semi terstruktur. Subjek pada penelitian ini ialah dua ibu dari anak ASD. Penelitian ini berhasil mengungkap tiga tema utama, yaitu pengalaman subjek dalam merawat serta mengasuh anak ASD, gambaran pola asuh subjek, dan implikasi dari penerapan pola asuh subjek. Subjek dalam penelitian ini menerapkan pola asuh dua dimensi, yaitu dimensi responsivitas dan dimensi kontrol. Kedua dimensi tersebut dapat memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan anak ASD dalam membentuk kemandirian dan tanggungjawab. Kata kunci: pola asuh orang tua, anak ASD
Karakteristik Hardiness pada Remaja yang Diasuh oleh Single Mother DWI PUSPITANINGRUM; SATININGSIH
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i2.33281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik hardiness pada remaja yang diasuh oleh single mother dan faktor yang mendukung berkembangnya hardiness dalam dirinya. Penelitian ini berpendekatan studi kasus kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Penelitian menghasilkan tiga tema besar yaitu dampak yang dirasakan, gambaran karakteristik hardiness, dan faktor yang mendukung berkembangnya hardiness. Dampak yang dirasakan yaitu adanya masalah pada perekonomian dan kehilangan figur ayah. Gambaran karakteristik hardiness yaitu commitment, control dan challenge. Faktor penyebab munculnya hardiness yaitu dukungan yang diterima dan motivasi dari orang tua. Hasil dari penelitian ini adalah individu dapat menganggulangi keadaan tertekan menggunakan karakteristik hardiness dalam dirinya yang muncul karena adanya pengasuhan dan motivasi dari ibunya.
The Dynamics of Caregiver Burden in Fathers Caring for Children with Autism Spectrum Disorder Tria Fita Mei Linda; Mimbar Oktaviana; Satiningsih
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.21421

Abstract

Autism spectrum disorder is a neurodevelopmental condition that affects an individual's ability to engage in social interactions, communicate effectively, and display repetitive behaviors. Children with this condition require intensive and continuous care, which often leads to burdens for parents in physical, psychological, social, and financial aspects. Although caregiving burdens are commonly associated with mothers, fathers also face complex challenges in daily caregiving roles. This study aims to explore the dynamics of caregiving burden experienced by fathers of children with this condition. A qualitative method with a phenomenological approach was used to understand the subjective experiences of five fathers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and observations, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings revealed that fathers experienced caregiving burdens across physical, psychological, social, and financial domains. Participants also employed coping strategies such as accepting the child’s condition and managing emotions adaptively. Support from spouses and families played an important role in alleviating these burdens. These findings highlight the importance of acknowledging the father’s role in caregiving and the need for comprehensive support for both parents.
Hubungan Persepsi Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional dengan Welas Asih Diri pada Ibu Anak ASD Azizah, Dhanys Sukma Nur; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p859-869

Abstract

Ibu yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) seringkali menghadapi tantangan emosional dan psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan welas asih diri pada ibu yang memiliki anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan total subjek sebanyak 62 orang ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala persepsi dukungan sosial berdasarkan dimensi Zimet, skala kecerdasan emosional berdasarkan dimensi Goleman, dan skala welas asih diri berdasarkan dimensi Neff yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan sosial dan kecerdasan emosional berkontribusi secara signifikan terhadap welas asih diri sebesar 80,3%. Sisanya yaitu 19,7% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian. Abstract Mothers of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) often face complex emotional and psychological challenges. This study aims to examine the relationship between perceived social support and emotional intelligence with self-compassion in mothers of children with ASD. This research used a quantitative correlational approach with a total of 62 mothers selected through purposive sampling. The instruments used were the Perceived Social Support Scale based on Zimet's dimensions (1988), the Emotional Intelligence Scale based on Goleman’s dimensions (1985), and the Self-Compassion Scale based on Neff's dimensions (2003), all of which were tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Pearson correlation and multiple correlation tests. The results showed that perceived social support and emotional intelligence simultaneously contributed significantly to self-compassion, accounting for 80.3% of the variance. The remaining 19.7% is influenced by variables outside the study.
Gambaran Psikologis Pasien dengan Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik Di RSJ X Luthfiah, Aulia; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p302-315

Abstract

Gangguan depresi berat merupakan masalah kesehatan mental yang berdampak signifikan terhadap fungsi emosional, kognitif, sosial, dan fisik individu. Depresi berkembang melalui interaksi antara kerentanan psikologis dan stresor kehidupan yang berkepanjangan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika psikologis dan faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan depresi berat tanpa gejala psikotik pada dewasa awal. Penelitian menggunakan desain studi kasus klinis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek adalah perempuan dewasa awal berusia 27 tahun yang menjalani asesmen psikologis di RSJI X. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, autoanamnesis, alloanamnesis, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil asesmen menunjukkan subjek memenuhi kriteria F32.2 Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik, ditandai gejala emosional, kognitif, perilaku, sosial, dan fisik yang signifikan, termasuk ide bunuh diri. Faktor dominan meliputi tekanan peran keluarga, kehilangan ibu, kegagalan hubungan, keterbatasan dukungan sosial, dan distorsi kognitif negatif. Depresi berat pada subjek dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor psikologis dan lingkungan, sehingga memerlukan intervensi komprehensif berbasis kognitif serta dukungan keluarga.  Abstract Severe depressive disorder is a mental health condition that significantly impairs emotional, cognitive, social, and physical functioning. It develops through the interaction between psychological vulnerability and prolonged life stressors. This case study aims to describe the psychological dynamics and contributing factors of severe depressive disorder without psychotic features in early adulthood. A qualitative descriptive clinical case study design was applied. The subject was a 27-year-old early adult female undergoing psychological assessment at RSJ X. Data were collected through clinical observation, auto-anamnesis, allo-anamnesis, and medical record review. The assessment revealed that the subject met the criteria for F32.2 Severe Depressive Disorder without Psychotic Features, characterized by significant emotional, cognitive, behavioral, social, and physical symptoms, including suicidal ideation. Contributing factors included family role pressure, maternal loss, relationship failure, limited social support, and negative cognitive distortions. Severe depression in this case is shaped by the interaction of psychological vulnerability and environmental stressors, indicating the need for comprehensive cognitive-based interventions and family support.
Exploring the Impact of Maternal Rejection on Emerging Adult Women Zahra, Nashwa Afifa; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p440-450

Abstract

An insecure mother–daughter relationship resulting from maternal rejection can have long-term effects on the psychological development of emerging adult women. However, in-depth understanding based on subjective experiences remains limited. This study aims to explore the impact of maternal rejection through the lens of IPARTheory, focusing on how experiences of perceived rejection are interpreted, internalized, and carried into adulthood in this context. A qualitative phenomenological study was conducted with five women aged 20–30 years through semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Maternal rejection was interpreted as an insecure relational experience that affects relational conflict, ongoing internal conflict, physical condition, and parenting patterns, accompanied by the development of adaptive strategies by the participants. These findings underscore the significance of maternal rejection as a relational factor with enduring effects and highlight its importance in the context of psychological development and intervention. Abstrak Hubungan ibu–anak perempuan yang tidak aman akibat penolakan maternal dapat memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan psikologis wanita dewasa muda. Namun, pemahaman mendalam berdasarkan pengalaman subjektif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penolakan maternal melalui lensa Teori IPAR, dengan fokus pada bagaimana pengalaman penolakan yang dirasakan diinterpretasikan, diinternalisasi, dan dibawa hingga dewasa dalam konteks ini. Penelitian fenomenologis kualitatif dilakukan dengan lima wanita berusia 20–30 tahun melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif (IPA). Penolakan maternal diinterpretasikan sebagai pengalaman relasional yang tidak aman yang memengaruhi konflik relasional, konflik internal yang berkelanjutan, kondisi fisik, dan pola pengasuhan, disertai dengan perkembangan strategi adaptif oleh para peserta. Temuan ini menekankan pentingnya penolakan dari ibu sebagai faktor hubungan yang memiliki efek jangka panjang dan menyoroti pentingnya hal ini dalam konteks perkembangan psikologis dan intervensi.
Pelatihan Regulasi Emosi dan Manajemen Konflik untuk Membentuk Pertemanan Sehat Pada Remaja Fitriana, Qurrota Ayuni; Maghfiroh, Fitrania; Azizah, Lely Nur; Budiani, Meita Santi; Satiningsih; Hanif Firdaus G.I.N
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i1.632

Abstract

Adolescence is a transitional phase characterized by high emotional fluctuations due to social dynamics and academic pressures. Problems such as student difficulty managing emotions and poor communication skills, which can lead to conflict, were identified at a partner school, Khadijah High School in Surabaya. This Community Service program aims to equip students with the skills to regulate emotions and resolve peer conflicts to foster healthy friendships. The training program involved 30 students. The training covered two main aspects: healthy emotional regulation and solution-oriented conflict management techniques. Evaluation of the training program was conducted by comparing participants' understanding before and after the program using pre- and post-tests. The results showed an increase in students' understanding of emotional management and adaptive conflict management strategies for applying in friendships. Students are expected to better recognize emotional triggers and choose wise responses when facing differences of opinion with friends. This positive impact is expected to strengthen students' social skills in facing academic and interpersonal challenges, supporting a more harmonious school climate.Keywords: Emotional Regulation, Conflict Management, Friendship, Adolescence