Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Usaha Mitra Binaan Melalui Diversifikasi Makanan Jajanan Berbasis Ikan Dewita, Dewita; Suparmi, Suparmi; Irasari, N.; Diharmi, Andarini; Sidauruk, Santhy W.; Siregar, Rizky Febriansyah; Sukendi, Sukendi; Syahada, Melania
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.1.71-77

Abstract

Saat ini produk makanan jajanan berbasis ikan telah diminati berbagai lapisan masyarakat. Hal ini didasarkan bahwa ikan tidak kalah pupuler dengan dagingsapi dan ayam, karena ikan memiliki berbagai keunggulan, seperti kaya protein tinggi, harga relatif terjangkau dan tersedia sepanjang tahun. Maka dari itu membuka usaha makanan jajanan berbasis ikan memiliki prospek seperti halnya mitra binaan UD Kasih Bunda di desa Sungai Paku Kabupaten Kampar, Riau. Mitra binaan telah mulai usahanya sejak tahun 2018 sampai saat ini. yang memproduksi makanan jajanan seperti mi sagu ikan, fish ball (bola ikan), risoles dan kerupuk kulit ikan. Pangsa utama produk tersebut adalah anak sekolah dan masyarakat tempatan. Seiring dengan peningkatan permintaan dan konsumsi ikan di masyarakat serta mendukung program nasional, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Sarapan pagi (makan gratis), maka usaha mitra binaan perlu dikembangkan melalui penambahan varian produk selain peningkatan mutu produk seperti produk din sum dan nuget kaki naga, agar nantinya banyak pilihan bagi anak sekolah dan kalangan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka strategi dan kreativitas sangat diperlukan dalam pengembangan usaha, agar memiliki daya saing dan diversivikasi produk. Dengan demikian diversifikasi makanan olahan ikan harus dilakukan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan di masyarakat dan kemampuan dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien, Setelah dilakukan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan mitra tentang diversivikasi produk olahan berbasis ikan (nuget kaki naga dan din sum) dengan kemasan menarik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan jangkauan daerah pemasaran.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Nurrachmi, Irvina; Galib, Musrifin; Yoswaty, Dessy; Amin, Bintal; Ramadhan, Ragiel; Haura, Sari R. Al; Utami, Rahma I.; Mahmudah, Dewi A.; Hanifa, Zurya; Yurestira, Ilham; Syahada, Melania; Putra, Rajiv R.; Darmawan, Ernanda P.; Hafizh, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jxadzp23

Abstract

Buah pedada merupakan buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Bengkalis yaitu di Kecamatan Bandar Laksamana Desa Sepahat. Bagian dasar buah pedada dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Desa Sepahat jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya yang asam sehingga banyak terbuang sia-sia. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Selain dapat dikonsumsi secara langsung Buah Pedada dapat juga diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi seperti selai, sirup, dan permen karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi olahan pangan buah Pedada sebagai olahan bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari hasil teknologi produk pangan , sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Desa Sepahat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk olahan buah pedada berupa sirup, selai, dan permen serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis untuk membuat industri rumah tangga produk pangan.
Pengembangan Usaha Mitra Binaan Melalui Diversifikasi Makanan Jajanan Berbasis Ikan Dewita, Dewita; Suparmi, Suparmi; Irasari, N.; Diharmi, Andarini; Sidauruk, Santhy W.; Siregar, Rizky Febriansyah; Sukendi, Sukendi; Syahada, Melania
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Saat ini produk makanan jajanan berbasis ikan telah diminati berbagai lapisan masyarakat. Hal ini didasarkan bahwa ikan tidak kalah pupuler dengan dagingsapi dan ayam, karena ikan memiliki berbagai keunggulan, seperti kaya protein tinggi, harga relatif terjangkau dan tersedia sepanjang tahun. Maka dari itu membuka usaha makanan jajanan berbasis ikan memiliki prospek seperti halnya mitra binaan UD Kasih Bunda di desa Sungai Paku Kabupaten Kampar, Riau. Mitra binaan telah mulai usahanya sejak tahun 2018 sampai saat ini. yang memproduksi makanan jajanan seperti mi sagu ikan, fish ball (bola ikan), risoles dan kerupuk kulit ikan. Pangsa utama produk tersebut adalah anak sekolah dan masyarakat tempatan. Seiring dengan peningkatan permintaan dan konsumsi ikan di masyarakat serta mendukung program nasional, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Sarapan pagi (makan gratis), maka usaha mitra binaan perlu dikembangkan melalui penambahan varian produk selain peningkatan mutu produk seperti produk din sum dan nuget kaki naga, agar nantinya banyak pilihan bagi anak sekolah dan kalangan masyarakat yang membutuhkan dengan tujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka strategi dan kreativitas sangat diperlukan dalam pengembangan usaha, agar memiliki daya saing dan diversivikasi produk. Dengan demikian diversifikasi makanan olahan ikan harus dilakukan secara terus menerus sesuai dengan perkembangan di masyarakat dan kemampuan dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien, Setelah dilakukan kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan mitra tentang diversivikasi produk olahan berbasis ikan (nuget kaki naga dan din sum) dengan kemasan menarik, sehingga dapat meningkatkan daya jual dan jangkauan daerah pemasaran.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Nurrachmi, Irvina; Galib, Musrifin; Yoswaty, Dessy; Amin, Bintal; Nursyirwani, Nursyirwani; Ramadhan, Ragiel; Haura, Sari R. Al; Utami, Rahma I.; Mahmudah, Dewi A.; Hanifa, Zurya; Yurestira, Ilham; Syahada, Melania; Putra, Rajiv R.; Darmawan, Ernanda P.; Hafizh, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 1 No. 1 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Buah pedada merupakan buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Bengkalis yaitu di Kecamatan Bandar Laksamana Desa Sepahat. Bagian dasar buah pedada dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Desa Sepahat jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya yang asam sehingga banyak terbuang sia-sia. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Selain dapat dikonsumsi secara langsung Buah Pedada dapat juga diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi seperti selai, sirup, dan permen karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi olahan pangan buah Pedada sebagai olahan bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari hasil teknologi produk pangan , sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Desa Sepahat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk olahan buah pedada berupa sirup, selai, dan permen serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis untuk membuat industri rumah tangga produk pangan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DI DESA SEPAHAT, KECAMATAN BANDAR LAKSAMANA, KABUPATEN BENGKALIS Nurrachmi, Irvina; Galib, Musrifin; Yoswaty, Dessy; Amin, Bintal; Nursyirwani, Nursyirwani; Ramadhan, Ragiel; Haura, Sari R. Al; Utami, Rahma I.; Mahmudah, Dewi A.; Hanifa, Zurya; Yurestira, Ilham; Syahada, Melania; Putra, Rajiv R.; Darmawan, Ernanda P.; Hafizh, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 2 No. 1 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Buah pedada merupakan buah mangrove yang hidup di perairan payau yang banyak tumbuh di daerah pesisir, khususnya di Kabupaten Bengkalis yaitu di Kecamatan Bandar Laksamana Desa Sepahat. Bagian dasar buah pedada dibungkus oleh kelopak bunga, dan tidak beracun. Masyarakat Desa Sepahat jarang mengkonsumsi langsung buah Pedada karena rasanya yang asam sehingga banyak terbuang sia-sia. Buah tersebut memiliki kandungan gizi yang belum dimanfaatkan. Selain dapat dikonsumsi secara langsung Buah Pedada dapat juga diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi seperti selai, sirup, dan permen karena kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi olahan pangan buah Pedada sebagai olahan bernilai jual tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan nilai tambah yang besar ditinjau dari hasil teknologi produk pangan, sehingga menambah nilai ekonomis dan penghasilan bagi Masyarakat Desa Sepahat, serta meningkatkan pengetahuan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan manfaat dan pengolahan buah Pedada. Kegiatan ini menghasilkan produk olahan buah pedada berupa sirup, selai, dan permen serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis untuk membuat industri rumah tangga produk pangan.