Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Respon Pemberian Pupuk Kandang Feses Kambing Dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Alium ascalonicum L.) Monika Redda; Marten Umbu Nganji; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6398

Abstract

Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki manfaat sangat tinggi, baik sebagai bumbu masakan maupun digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur penelitian ini dilakukan karena masyarakat petani di kelurahan Lambanapu masih banyak yang belum dapat memanfaatkan pupuk feses kandang kambing pada tanaman bawang merah, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang feses kambing dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lngkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yakni P0 tanpa pemberian pupuk, P1, pemberian pupuk kandang kambing sebanyak 123.75 g/lobang tanam, P2, pemberian pupuk kandang kambing sebanyak 247.5 g/lobang tanam, P3, pemberian pupuk kandang kambing sebanyak 375.25 g/lobang tanam dan P4, pemberian pupuk kandang kambing sebanyak 495 g/lobang tanam. Variabel yang di ukur adalah tinggi Tanaman (cm), jumlah umbi, berat kering umbi (gram), berat kering brangkasan (g). Hasil penelitian menujukan bahwa dosis pupuk kendang kambing 20 ton/ha memberikan pertumbuhan bawang merah terbaik, sedang dosis pupuk kendang kambing 20 ton/ha membemberikan bobot umbi bawang merah terberat
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Frederikus Umbu Luki; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
Jurnal Agro Indragiri Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v8i1.2477

Abstract

Tanaman pepaya termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh mencapai ketinggian 8 m dengan batang tidak berkayu, bulat, berongga, bergetah, dan memiliki sisa-sisa tangkai daun dan dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair buah terhadap bibit tanaman pepaya. (C. papaya L.) pada dosis yang berbeda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kebun Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur pada bulan Mei-Juli 2022. Penelitian ini dilakukan di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan yaitu P0 sebagai kontrol, P1 pemberian dosis POC 100 ml/liter air, P2 pemberian dosis POC 200 ml/liter air, P3 pemberian dosis POC 300 ml/liter air, dan P4 pemberian dosis POC 400 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC atau pupuk organik cair buah (pisang, pepaya, tomat, dan nanas) pada berbagai dosis yang diteliti tidak memberikan pengaruh nyata (tidak signifikan) terhadap pertumbuhan bibit pepaya. Tetapi dari hasil percobaan yang telah dilaksanakan, pemberian dosis POC 400 ml/liter air mendapatkan nilai rataan tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan diameter batang pertumbuhan bibit pepaya (C. papaya L.).
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) TERHADAP APLIKASI BIOCHAR BAMBU DAN PUPUK KANDANG Oktavianus; Yonce; Lusia Danga Lewu
Jurnal Agro Indragiri Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v8i1.2502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dosis biochar bambu dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (A. ascalonicum L.). penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2022 di Kel urahan Wangga, Kecematan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga di peroleh 21 unit percobaan yaitu B0P0= tampa perlakuan, B1P0= biochar bambu 5 ton/ha, B0P1= pupuk kandang kambing 5 ton/ha, B1P1= biochar bambu 2.5 ton/ha + 2.5 ton/ha pupuk kandang kambing, B1P2= 2.5 ton/ha biochar bambu + 5 ton/ha pupuk kandang kambing, B2P1= 5 ton/ha biochar bambu + 2.5 ton/ha pupuk kandang kambing, B2P2= 5 ton/ha biochar bambu + 5 ton/ha pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menujukan bahwa pemberian dosis B2P1 dapat meningkat tinggi tanaman, jumlah daun tanaman, berat kering tanaman dan berat kering umbi.
Pengaruh Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata) Hendro Andreatno Tobias; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol 1 No 1 (2023): Edisi Mei 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jts.v1i1.500

Abstract

Kacang hijau atau yang bisa di sebut dengan Vigna Radiata adalah suatu tanaman yang popular di Indonesia. Bahkan menjadi peringkat ketiga setelah kacang tanah dan kedelai. Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan dengan kandungan gizi yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui interval pemberian air yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan pada tanaman adalah 28 hari dengan interval Z1,Z2 dan Z3 serta pemberian interval air pada tanaman kacang hijau tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter.
Pengaruh Bahan Organik Rumput Laut Cokelat (Sargassum polycystum) Terhadap Karakteristik Fisik Inceptisol Alfius Umbu Yewa; Uska Peku Jawang; Lusia Danga Lewu
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol 1 No 1 (2023): Edisi Mei 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jts.v1i1.479

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan organik rumput laut cokelat (Sargassum polycystum) terhadap perubahan karakteristik fisik inceptisol, dan untuk mengetahui dosis bahan organik rumput laut yang berpengaruh tinggi terhadap perubahan karakteristik fisik inceptisol. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan diulang 4 kali. Perlakuan dengan P0=Kontrol, P1=5 ton/ha, P2=10 ton/ha, dan P3=15 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pupuk bokashi dari rumput laut coklat (Sargassum polycystum) berpengaruh nyata terhadap sifat permeabilitas inceptisol, tetapi tidak berpengaruh nyata pada kadar lengas tanah kering angin, kadar lengas tanah kapasitas lapang, bobot isi, berat jenis, dan porositas tanah. Dosis tertinggi yang dapat meningkatkan perubahan sifat fisik permeabilitas tanah yaitu perlakuan 15 ton/ha.
Analisis Vegetasi dan Indeks Keragaman Gulma pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Kelurahan Kawangu Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur Viktor U. Tara Andung; Yonce M Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i1.7568

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di antara tanaman budidaya padi sawah yang tidak dikehendaki keberadaannya karena dapat merugikan tanaman budidaya dalam persaingan kebutuhan unsur hara yang dapat menimbulkan penurunan hasil panen petani. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan nilai penting gulma pada lahan tanaman padi sawah di Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi yang berbeda yang di tentukan dengan metode purposive sampling dengan ukuran 1x1 meter. Hasil identifikasi jenis gulma secara umum terdapat 6 jenis gulma yaitu Isolepis satacea, Juncus effusus,Imperata cylindrica, Echinochloa crus-galli, Cyprus rotundus, Eichornia crassipes. Berdasarkan perhitungan nilai penting yang di peroleh 3 Jenis gulma dengan nilai tertinggi yaitu Echinochloa crus-galli (27.93%) dan gulma Cyperus rotundus (18.62%) sedangkan gulma dengan presentase kerapatan relatif terendah adalah Isolepis setacea (1.40%).
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Pemberian Jenis Dan Dosis Pupuk Kandang Berbeda: - Andreas Peka Banda; Marten Umbu Nganji; Lusia Danga Lewu
AgroSainT Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/wbq58508

Abstract

This study aims to determine the growth response and yield of mungbean (Vigna radiata L.) on the application of cow and goat manure. This research was conducted from October to December 2021 in Mbatapuhu Village, Haharu District, East Sumba Regency. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) which was repeated three times. The treatments studied were 5 doses of cow manure (S0= 0 t/ha, S5=5 t/ha, S10=10 t/ha, S15=15 t/ha and S20=20 t/ha) and 5 doses of manure. goats (K0=0 t/ha, K5=5 t/ha, K10=10 t/ha, K15=15 t/ha and K20=20 t/ha), so that each treatment of manure contained 15 treatment units. The results showed that the use of cow or goat manure was very influential on the growth and yield of mungbeans. The best dose of cow manure was obtained in the S20 treatment (20 tons/ha), while the goat manure was in the K15 treatment (15 tons/ha). The use of cow manure at a dose of 20 t/ha gave the best results in the number of pods/plant, number of seeds/plant, weight of seeds/plant and weight of 100 seeds, respectively 86.67 pods, 941.00 grains, 90.00 gr/ plants and 11.67 g/100 seeds, while for goat manure the best dose of 15 tons/ha, each gave yields of 95.34 pods, 956.67 grains, 79.99 g/plant and 17.22 g/ 100 seeds. Cow and goat manure has the potential to be used as a source of plant nutrients in an effort to increase yields. Keywords: Cow and goat manure, nutrient sources, mungbeans, increased yield.
Efektivitas Ekstrak Alala (Euphorbia neriifolia L) Terhadap Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) Asmiardo Kahapa Lowang; Yonce M. Killa; Lusia Danga Lewu
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama baru pada pertanaman jagung di Indonesia. Insektisida nabati berbasis ekstrak batang alala (Euphorbia neriifolia L) berpotensi untuk mengendalikan ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat toksisitas ekstrak batang alala (Euphorbia neriifolia L) pada 50% mortalitas hama (LC50), larva instar III diuji pada setiap ekstrak dengan metode celup daun jagung. Mortalitas larva (Spodoptera frugiperda) dengan semua ekstrak sangat meningkat antara 24 dan 48 jam sejak perlakuan (JSP). Analis Duncan pada uji lanjut DMRT taraf 5% 48 JSA, ekstrak batang alala (Euphorbia neriifolia L) masing-masing sekitar 70%-99% mortalitas larva hal ini beracun terhadap larva (Spodoptera frugiperda), pada taraf LC50, ekstrak batang Alala (E. neriifolia) 40% sekitar 3.29 kali lebih beracun terhadap larva (S.frugiperda) dari pada ekstrak batang Alala (E. neriifolia) 10%. Berdasarkan indeks kombinasi pada pengamatan 12, 24, 48 JSA, ekstrak batang Alala (E. neriifolia) pada taraf LC50 atau pada mortalitas 50% hama uji 0,25 dengan konsetrasi ekstrak 23.170 dari hasil analisis LC50. Sementara ekstrak batang Alala (E. neriifolia) mengakibatkan kematian ulat grayak (S.frugiperda), semua perlakuan konsentrasi uji dapat menghambat perkembangan ulat grayak (S. frugiperda) pada instar III. Dengan demikian, ekstrak batang alala (Euphorbia neriifolia L) berpotensi untuk digunakan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama ulat grayak (S.frugiperda).