Sri Ita Tarigan
Universitas Kristen Wira Wacana Sumb

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Perangkap Kuning dan Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama Tanaman Kubis di Desa Kiritana, Kabupaten Sumba Timur Sri Ita Tarigan; Linda Rambu Kuba Yowi; Diana Andayani Djoh; Sifrah Varah Veronika Lena; Raynesta Mea Indri Malo
Jurnal Abdidas Vol. 1 No. 6 (2020): Vol 1 No 6 December 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v1i6.137

Abstract

Tanaman kubis merupakan tanaman utama petani di Desa Kiritana. Produktivitas tanaman kubis selama 2 tahun terakhir mengalami penurunan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan perangkap kuning, cara aplikasi, dan metode monitoring hama pada tanaman kubis di lapangan. Metode kegiatan yaitu dengan kegiatan workshop selanjutnya diadakan kegiatan pendampingan cara pembuatan perangkap kuning, cara aplikasi serta metode monitoring hama di pertanaman kubis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan, memahami pengetahuan tentang perangkap kuning, cara pembuatan dan aplikasi perangkap kuning serta metode monitoring penggunaan perangkap kuning di pertanaman kubis. Hasil monitoring menunjukkan bahwa penggunaan perangkap kuning dapat menurunkan intensitas serangan hama lalat buah (Bactrocera sp.) sebesar 55% sedangkan Plutella xylostella sebesar 40%. Stadia yang ditemukan di pertanaman kubis untuk hama P. xylostella adalah telur, larva, pupa dan imago sedangkan pada hama Bactrocera sp. ditemukan stadia imago saja. Aplikasi pestisida nabati dan perangkap kuning di pertanaman kubis menghasilkan produksi kubis sebesar 5 ton/ha jika dibandingkan dengan tanpa perangkap kuning dan pestisida nabati (kontrol).
Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Minuman Herbal Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Covid-19 Marten Umbu Nganji; Lusia Danga Lewu; Uska Peku Jawang; Yonce Melyanus Killa; Sri Ita Tarigan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v4i2.1072

Abstract

Abstract: Moringa leaves can be processed in various food and beverage products such as clear vegetables, juice, omelette, chips, nastar, donuts, bakwan and Moringa leaf noodles. In addition, Moringa leaves can be processed as herbal drinks. Currently, with the covid-19 pandemic conditions around the world, many alternative herbal ingredients are consumed by the public to increase body nutrition in order to prevent transmission of the virus, one of which is Moringa leaves. Moringa plants are high in nutrients, such as vitamin C, calcium, vitamin A, potassium, and protein. The purpose of implementing this PkM activity is to provide information and, to provide assistance to the community in utilizing Moringa plants to prevent Covid-19, as well as to improve community skills in making Moringa herbal drink to prevent Covid-19. This PkM was held at the Ori Angu Farmers Group in Pambotanjara Village, with a series of activities including the socialization of the importance of Moringa leaves, the preparation of raw materials for making herbal moringa drinks, and the practice of manufacturing Moringa leaf herbal drink products. The results of this activity were the socialization of the use of Moringa leaves as a way to increase immunity in order to prevent viruses and the practice of making Moringa leaf tea with members of farmer groups, students and lecturers at the Ori Angu Farmer Group, Pambotanjara Village.Keywords: herbal drink; moringa leaves; prevents covid-19Abstrak: Daun kelor dapat diolah dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti sayur bening, juice, omelet, keripik, nastar, donat, bakwan dan mie daun kelor. Selain itu, daun kelor dapat diolah sebagai minuman herbal. Saat ini, dengan adanya kondisi pandemik covid-19 di seluruh dunia, banyak alternatif bahan herbal yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk menambah nutrisi tubuh agar dapat mencegah terjadinya penularan virus tersebut, salah satunya adalah daun kelor. Tanaman kelor memiliki nutrisi tinggi, seperti vitamin C, kandungan kalsium, vitamin A, kandungan potasium, dan protein. Tujuan pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah untuk memberikan informasi dan, melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor untuk mencegah covid-19, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan minuman herbal daun kelor dalam mencegah covid-19. PkM ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara dengan runtutan kegiatan adalah sosialisasi pentingnya daun kelor, persiapan bahan baku pembuatan minuman herbal daun kelor, dan praktik pembuatan produk minuman herbal daun kelor. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya sosialisasi pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara menambah imunitas tubuh dalam rangka mencegah virus dan dilaksanakannya praktik pembuatan teh daun kelor bersama anggota kelompok tani, mahasiswa dan dosen di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara.Kata kunci: daun kelor; mencegah covid-19; minuman herbal
Knowledge Related to Hygiene Food Management Sites Edza Aria Wikurendra; Halimatus Sanila; Agus Aan Adriansyah; Sri Ita Tarigan
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1104

Abstract

Hygiene and food sanitation issues at the Port of Tanjung Perak Surabaya are essential issues. At Tanjung Perak Port, Surabaya, there is a place where food management is not feasible. This study aimed to determine the relationship between knowledge with food management hygiene in the Port of Tanjung Perak, Surabaya. The type of research used in this study is an analytic survey with a cross-sectional approach. This study's population was all food handlers in the buffer area, and in the perimeter area of Tanjung Perak Surabaya, there were 216 people. The research sample was taken by random cluster sampling with a sample size of 141 people. The data analysis used is a chi-square analysis. The results showed that almost all (89.4%) knowledge of food handlers was lacking, and the food management area's hygiene was almost entirely (92.9%) not feasible. Experience related to food hygiene management with a significance of 0.001 (<0.05). Knowledge related to hygiene in food management in Tanjung Perak Port, Surabaya. Suggestions that can be given are conducting training and increased supervision/inspection of food management sites.