Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Meronce pada Pasien Halusinasi Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Tak Terinci di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin Surakarta Feny Nur Baity; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48033

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering ditandai oleh gejala halusinasi, termasuk halusinasi pendengaran. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengurangi gejala tersebut adalah terapi aktivitas kelompok (TAK) meronce manik-manik.Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi aktivitas kelompok meronce terhadap penurunan gejala agitasi pada pasien skizofrenia tak terinci dengan halusinasi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 7 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan kegiatan meronce manik-manik dalam kelompok. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen PANSS-EC sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test.Hasil: Rata-rata skor PANSS-EC pra intervensi sebesar 15,14 menurun menjadi 5,71 pasca intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,371 dan p = 0,018 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok meronce terbukti efektif dalam menurunkan tingkat agitasi, permusuhan, ketegangan, dan gangguan kontrol impuls pada pasien skizofrenia dengan halusinasi.
Penerapan Art Therapy Menganyam pada Penderita Halusinasi Skizofrenia Alfi Mardiyah; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53989

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan art therapy dengan menggunakan teknik menganyam sebagai intervensi bagi penderita halusinasi pendengaran pada skizofrenia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai dampak intervensi ini terhadap pengurangan gejala dan peningkatan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Metode analisis deskriptif diterapkan dengan pendekatan studi kasus, melibatkan dua pasien yang didiagnosis mengalami halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin. Data dikumpulkan menggunakan Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) dan melalui pengamatan langsung selama sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor AHRS, di mana responden 1 mengalami penurunan dari 18 menjadi 12, dan responden 2 dari 14 menjadi 11. Penurunan ini menandakan efektivitas teknik menganyam dalam mengurangi gejala halusinasi. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana art therapy dapat memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan saluran aman bagi pasien untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy merupakan alternatif berharga dan efektif dalam pendekatan terapeutik untuk gangguan mental berat. Kata Kunci: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia. Abstract This study aims to explore the application of art therapy utilizing weaving techniques as an intervention for patients experiencing auditory hallucinations in schizophrenia. The research also seeks to assess the impact of this intervention on the reduction of symptoms and the enhancement of the patients' overall quality of life. A descriptive analysis method was employed using a case study approach, involving two patients diagnosed with auditory hallucinations at Dr. Arif Zainudin Mental Hospital. Data were collected using the Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) and through direct observation during therapy sessions. The results revealed a significant reduction in AHRS scores, with respondent 1 experiencing a decrease from 18 to 12, and respondent 2 from 14 to 11. This reduction indicates the effectiveness of the weaving technique in mitigating hallucination symptoms. Furthermore, the study highlights how art therapy can facilitate self-expression and provide a safe avenue for patients to communicate their thoughts and feelings. These findings suggest that art therapy represents a valuable and effective alternative in the therapeutic approach to severe mental disorders. Keywords: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia.