Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Meronce pada Pasien Halusinasi Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Tak Terinci di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin Surakarta Feny Nur Baity; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48033

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering ditandai oleh gejala halusinasi, termasuk halusinasi pendengaran. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengurangi gejala tersebut adalah terapi aktivitas kelompok (TAK) meronce manik-manik.Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi aktivitas kelompok meronce terhadap penurunan gejala agitasi pada pasien skizofrenia tak terinci dengan halusinasi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 7 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan kegiatan meronce manik-manik dalam kelompok. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen PANSS-EC sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test.Hasil: Rata-rata skor PANSS-EC pra intervensi sebesar 15,14 menurun menjadi 5,71 pasca intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,371 dan p = 0,018 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan: Terapi aktivitas kelompok meronce terbukti efektif dalam menurunkan tingkat agitasi, permusuhan, ketegangan, dan gangguan kontrol impuls pada pasien skizofrenia dengan halusinasi.
Penerapan Art Therapy Menganyam pada Penderita Halusinasi Skizofrenia Alfi Mardiyah; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53989

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan art therapy dengan menggunakan teknik menganyam sebagai intervensi bagi penderita halusinasi pendengaran pada skizofrenia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai dampak intervensi ini terhadap pengurangan gejala dan peningkatan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Metode analisis deskriptif diterapkan dengan pendekatan studi kasus, melibatkan dua pasien yang didiagnosis mengalami halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Dr. Arif Zainudin. Data dikumpulkan menggunakan Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) dan melalui pengamatan langsung selama sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor AHRS, di mana responden 1 mengalami penurunan dari 18 menjadi 12, dan responden 2 dari 14 menjadi 11. Penurunan ini menandakan efektivitas teknik menganyam dalam mengurangi gejala halusinasi. Selain itu, penelitian ini menyoroti bagaimana art therapy dapat memfasilitasi ekspresi diri dan memberikan saluran aman bagi pasien untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy merupakan alternatif berharga dan efektif dalam pendekatan terapeutik untuk gangguan mental berat. Kata Kunci: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia. Abstract This study aims to explore the application of art therapy utilizing weaving techniques as an intervention for patients experiencing auditory hallucinations in schizophrenia. The research also seeks to assess the impact of this intervention on the reduction of symptoms and the enhancement of the patients' overall quality of life. A descriptive analysis method was employed using a case study approach, involving two patients diagnosed with auditory hallucinations at Dr. Arif Zainudin Mental Hospital. Data were collected using the Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) and through direct observation during therapy sessions. The results revealed a significant reduction in AHRS scores, with respondent 1 experiencing a decrease from 18 to 12, and respondent 2 from 14 to 11. This reduction indicates the effectiveness of the weaving technique in mitigating hallucination symptoms. Furthermore, the study highlights how art therapy can facilitate self-expression and provide a safe avenue for patients to communicate their thoughts and feelings. These findings suggest that art therapy represents a valuable and effective alternative in the therapeutic approach to severe mental disorders. Keywords: Art Therapy, Menganyam, Skizofrenia.
Pengembangan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik (Studi Kualitatif) Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Kholisotun Ni’mah; Ikrima Hilma Zufina Hasandra; Salsabila Fitriana Sholiha; Restu Pambudi; Nablatun Niafah; Brilliant Lucky Finaltianto; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan obat herbal ilegal yang dijual melalui e-commerce pada pasien gagal ginjal kronik serta mengembangkan video edukasi kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan di RSUD Siti Fatimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat herbal ilegal dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, persepsi bahwa herbal aman, promosi digital, dan kemudahan akses e-commerce. Temuan penelitian digunakan sebagai dasar pengembangan video edukasi yang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya obat herbal ilegal.
Efektivitas Latihan Dual Task Terhadap Keseimbangan dan Fungsi Kognitif Lansia dengan Risiko Jatuh di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta dan Wisma Jolotundo Muhammad Farras Al Fatih; Arif Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58560

Abstract

Introduction: Older adults are a vulnerable age group that often experiences a decline in cognitive function and balance, which may increase the risk of falls. This decline is associated with physiological changes in the nervous and musculoskeletal systems as part of the aging process. One non-pharmacological intervention that can be implemented is dual task training, which combines motor and cognitive activities performed simultaneously. Objective: To determine the effectiveness of dual task training on cognitive function and balance among older adults at risk of falls at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta and Wisma Jolotundo. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 9 older adults selected using purposive sampling. The intervention in the form of dual task training was conducted for 2 weeks with a frequency of 2–3 sessions per week. Cognitive function was measured using the Mini Mental State Examination (MMSE), while balance was assessed using the Timed Up and Go (TUG) test. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon test. Results: The average MMSE score increased from 22.67 at the first session to 25.44 at the third session. In addition, the average TUG time decreased from 18.33 seconds to 14.33 seconds. Statistical test results showed a significance value of p = 0.008 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the intervention. Conclusion: Dual task training was effective in improving cognitive function, as measured by the MMSE questionnaire, and balance, as measured by the TUG test, as well as reducing the risk of falls among older adults at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta and Wisma Jolotundo.
Penerapan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Dimas Ria Angga Pribadi; Ronggo Adi Sutoyo; Fara Dzulfi Aulia Pratama; Muhammad Putra Ardiansya; Fila Diana Nurhayati; Sukini Sukini; Rosidah Rosidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58665

Abstract

Penggunaan obat herbal ilegal (non-BPOM) yang dijual bebas di e-commerce masih banyak ditemukan pada masyarakat, termasuk pada pasien gagal ginjal kronik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya kandungan bahan kimia obat (BKO) dan efek nefrotoksik terhadap ginjal meningkatkan risiko terjadinya komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan video edukasi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahaya konsumsi obat herbal ilegal pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test and post-test design. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tanjung Lengkayap pada bulan Juni–Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 120 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,25 pada saat pre-test menjadi 12,40 pada saat post-test. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,004 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penggunaan obat herbal ilegal pada pasien gagal ginjal kronik. Kata Kunci: video edukasi, obat herbal ilegal, gagal ginjal kronik, e-commerce.
Pengembangan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik (Studi Kualitatif) Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Kholisotun Ni’mah; Ikrima Hilma Zufina Hasandra; Salsabila Fitriana Sholiha; Restu Pambudi; Nablatun Niafah; Brilliant Lucky Finaltianto; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58666

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan obat herbal ilegal yang dijual melalui e-commerce pada pasien gagal ginjal kronik serta mengembangkan video edukasi kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan di RSUD Siti Fatimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat herbal ilegal dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, persepsi bahwa herbal aman, promosi digital, dan kemudahan akses e-commerce. Temuan penelitian digunakan sebagai dasar pengembangan video edukasi yang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya obat herbal ilegal. Kata Kunci: obat herbal ilegal, gagal ginjal kronik, video edukasi, e-commerce.
The Effect of Progressive Relaxation Techniques on Anxiety Levels in Schizophrenia Patients Aisyah Nurul Fadhillah; Arif Widodo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4941

Abstract

One of the mental disorders that can affect self-perception, emotions, behavior, and social functioning is schizophrenia. Schizophrenia patients may experience anxiety, behavioral disorders, cognitive disorders, speech disorders, and perception disorders. By calming the muscles of the head to the legs, progressive relaxation technique interventions are a nonpharmacological way to reduce anxiety. This study aims to determine the effect of the intervention of progressive relaxation techniques on the anxiety level of schizophrenia patients at RSJD Surakarta. The instrument used in this study was the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) on 30 respondents of schizophrenia patients who were surveyed and treated at RSJD Surakarta. A purposive sampling technique was used to determine the research objectives. The results showed that there was an effect of progressive relaxation technique intervention on the anxiety level of schizophrenia patients, using the Wilcoxon test with a significance result (p-value) = 0.001. In conclusion, the administration of progressive relaxation interventions in schizophrenia patients can have an effect in lowering the level of anxiety felt by patients.
The Relationship between Body Image and Self-Confidence among Health Sciences Students Dheny Sulistyaningrum; Arif Widodo
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1394

Abstract

University students are individuals who are in a transitional phase from late adolescence to early adulthood, characterized by various physical, psychological, and social changes. Body image is one psychological aspect related to how individuals perceive and evaluate their bodies. Body image can play a role in the development of self-confidence, which is needed to engage in academic and social activities. Self-confidence is a positive attitude that reflects an individual’s belief in their abilities, objective self-assessment, and the ability to act rationally and responsibly. Adequate self-confidence plays an important role in supporting learning processes, environmental adaptation, and students’ psychological well-being. Therefore, understanding the relationship between body image and self-confidence among university students is important. This study aimed to determine the relationship between body image and self-confidence among students of the Faculty of Health Sciences at Universitas Muhammadiyah Surakarta. This study employed a quantitative correlational design with a sample of 96 students selected using purposive sampling. Data were collected using body image and self-confidence questionnaires that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Spearman correlation analysis. The results showed that most respondents had a moderate level of body image (74%) and a moderate level of self-confidence (54.2%). Spearman correlation analysis showed a p-value of 0.001 (p < 0.05) with a correlation coefficient of r = 0.557, indicating a positive relationship with moderate strength between body image and self-confidence. It can be concluded that there is a significant and positive relationship between body image and self-confidence among students of the Faculty of Health Sciences at Universitas Muhammadiyah Surakarta. The more positive an individual’s perception of their body, the higher their level of self-confidence.
Effectiveness of a Health Belief Model–Based “Smart Social Media” Module in Reducing Social Media Addiction Among Indonesian Adolescents: A Quasi-Experimental Study Ana Sofyana; Arif Widodo
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i1.959

Abstract

Background: Adolescent social media addiction has become a growing public health concern in Indonesia, particularly in semi-urban areas, and is linked to negative mental health and academic outcomes. Previous intervention studies often lacked rigorous control designs and contextual relevance, limiting their generalizability. Objective: This study evaluated the effectiveness of a structured Health Belief Model (HBM)–based “Smart Social Media” module in reducing social media addiction and improving knowledge among Indonesian adolescents. Methods: A quasi-experimental non-equivalent control group design was conducted among 70 senior high school students in Sukoharjo, Indonesia. Participants were assigned to an intervention group (n = 35) or control group (n = 35). The intervention consisted of a single 45-minute session including an educational presentation, interactive HBM-based discussion with a Kahoot quiz, and completion of a social media diary worksheet. Social media addiction and knowledge were measured using a validated 20-item questionnaire (Cronbach’s α = 0.927). Data were analyzed using Wilcoxon signed-rank and Mann–Whitney U tests (α < 0.05). Results: The intervention group showed a significant increase in knowledge (median change +16.0, p < 0.001) and a significant reduction in social media addiction scores (median change −4.0, p < 0.001), with large effect sizes. The control group showed minimal changes. Between-group post-test differences were statistically significant for both outcomes. Conclusion: The HBM-based “Smart Social Media” module was effective in reducing social media addiction and improving knowledge among adolescents. Larger multi-site and longitudinal studies are recommended to assess sustained behavioral effects
HIV/AIDS AWARNESS PROJECT 2025 : PENDEKATAN EXPERIENTIAL LEARNING BERBASIS FILM EDUKATIF PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Sugiharto Sh; Sulastri Sulastri; Faizah Betty Rahayuningsih; Irdawati Irdawati; Arif Widodo
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, tidak hanya dari aspek medis, tetapi juga sosial dan psikologis, terutama akibat stigma dan rendahnya literasi kesehatan. Mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat, merupakan kelompok strategis yang perlu dibekali pengetahuan, sikap empatik, dan kompetensi profesional dalam menghadapi isu HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi HIV/AIDS Awareness Project 2025 dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, serta memperkuat kompetensi profesional mahasiswa keperawatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan pendekatan experiential learning melalui pemutaran film edukatif “Nusa untuk Asa” yang dikombinasikan dengan diskusi pakar dan refleksi kelompok terarah. Analisis hasil difokuskan pada tiga aspek, yaitu peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS, perubahan sikap dan empati terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta penguatan peran mahasiswa sebagai edukator, komunikator, dan advokat kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis audio-visual dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pemahaman komprehensif mahasiswa mengenai konsep dasar HIV/AIDS, pencegahan, dan kepatuhan terapi antiretroviral, serta membentuk sikap profesional yang empatik dan non-diskriminatif. Selain itu, kegiatan ini mendukung pengembangan kompetensi profesional mahasiswa keperawatan sesuai capaian pembelajaran lulusan. Edukasi HIV/AIDS berbasis film edukatif dan diskusi pakar merupakan metode yang efektif dan relevan dalam pendidikan keperawatan untuk meningkatkan literasi HIV/AIDS dan mengurangi stigma terhadap ODHA.