Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Abu Tandan Sawit pada Tanah Lempung berdasarkan Nilai Kuat Geser Ningrum, Puspa; Husnah; Husni Mubarak
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 14, No. 01, Januari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v14i1.1104

Abstract

Kondisi tanah yang buruk dapat mengganggu konstruksi bangunan. Salah satu contoh kondisi tanah dengan daya dukung rendah yaitu sering ditemui pada jenis tanah lempung. Tanah ini pada umumnya memiliki kekuatan daya dukung yang rendah. Untuk memperbaiki kondisi tanah lempung, ada beberapa alternatif perbaikan tanah yang sering dilakukan salah satunya dengan menambahkan abu tandan sawit. Abu tandan sawit mengandung zat kapur (CaO) dan senyawa silika (SiO2) yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah. Sehingga perlu adanya penelitian mengenai pengaruh penambahan abu tandan sawit terhadap kuat geser pada tanah lempung, yang diharapkan nantinya mampu meningkatkan nilai kuat geser tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penambahan abu tandan sawit dengan variasi 5%, 7,5%, dan 10% terhadap nilai kuat geser tanah lempung. Penelitian dilakukan di laboratorium, meliputi pengujian sifat fisis tanah lempung kondisi asli tanpa penambahan abu tandan sawit. Selanjutnya dilakukan pengujian sifat mekanis untuk tanah lempung kondisi asli tanpa penambahan abu tandan sawit dan dengan penambahan 5%, 7,5%, 10% abu tandan sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat geser mengalami peningkatan terbesar pada penambahan abu tandan sawit sebesar 10% pada tanah lempung, dan diikuti oleh peningkatan sudut gesernya. Nilai kuat geser terbesar diperoleh pada penambahan abu tandan sawit 10% yaitu 1,886 kg/cm2 dan dengan peningkatan sudut geser sebesar 28,30°
Pengeringan Kerupuk Kemplang Menggunakan Alat Efek Rumah Kaca Di Desa Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Muhrinsyah Fatimura; Muhammad Bakrie; Rully Masriatini; Reno Fitriyanti; Husnah; Aan Sefentry; Nurlela; Agus Wahyudi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i3.1773

Abstract

Kemplang crackers are a traditional food that is very popular with Indonesian people. In the process of making it, it requires proper drying process so that when frying it produces crispy kemplang crackers when eaten. The problem in society is that the drying process is not optimal due to weather factors resulting in a reduced production process or product quality not as desired. For this reason, the Chemical Engineering Study Program held PKM in Jejawi village. By designing a kemplang cracker dryer by utilizing the greenhouse effect it is designed to overcome the existing problems. From the results of direct testing in the field in Jejawi village, the water content can be separated up to 6.95%.
TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: (Studi Kasus di Kecamatan Bengkalis) Husnah; Dewi, Irlina; Fajaruna, Eva
Comparativa: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Perbandingan Mazhab, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/comparativa.v4i1.129

Abstract

This research explains the local wisdom of Malay culture regarding the plain flour pate which is a traditional Malay procession that is encountered at every ceremony carried out by the Malay community which has Islamic meaning and symbols in it. The purpose of this study was to find out the perspective of Islamic law on the plain flour pate tradition and to find out the philosophical meaning contained in the materials used in the plain flour pate tradition. This tradition also has the function of offering prayers. The method used in this research is field research where data can be obtained through interviews and documentation. This tradition also has the function of offering prayers. The method used in this research is field research where data can be obtained through interviews and documentation. The results of the study show that the plain flour patting tradition does not conflict with Islamic law, this is because the activities of the plain flour patting tradition have meaning in giving prayer and gratitude to Allah SWT. The philosophical meaning contained in the traditional material of plain flour pate which is used in all traditional ceremonies is not contrary to the teachings of the Islamic religion, this is because all the materials used have meanings that reflect Islamic values, as is the case with white rice which has the meaning of purity, turmeric rice has the meaning of marwah which is not extinct, perfume which has the meaning of the fragrance of marwah, bertih has the meaning of sharing together, henna leaves symbolize harmony and potpourri which means inner and outer purity.
Pengaruh Karbon Aktif Tempurung Kelapa dan Karbon Aktif Industrial Terhadap Parameter Ammonia Pada Danau Sipin Oktaviansyah, Ikbal; Antonius Yudhis Hindriarsana; Husnah; Agus Wahyudi
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.14541

Abstract

Air danau merupakan potensi sumber bahan baku air bersih yang harus diolah terlebih dahulu, salah satunya adalah danau sipin. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui karakteristik karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial, (2) untuk mengetahui pengaruh karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial terhadap parameter ammonia pada air danau sipin. Karbon aktif dari tempurung kelapa mendapatkan nilai terbaik pada hasil karakteristik kadar air 2,40% dibanding karbon aktif industrial 2,85%, sedangkan untuk karbon aktif industrial mendapatkan niai terbaik pada karakteristik kadar abu 3,90%, kadar karbon terikat 78,03%, kadar zat terbang 18,70%, daya serap terhadap iodium 800,10 mg/gr dibanding karbon aktif tempurung kelapa yaitu kadar abu 6,36%, kadar karbon terikat 65,70%, kadar zat terbang 20,21%, daya serap terhadap iodium 780,40%. Karbon aktif dari tempurung kelapa dan karbon aktif industrial telah memenuhi SNI-06-3730-1995 untuk karakteristik. Karbon aktif tempurung kelapa memiliki pengaruh penurunan parameter ammonia terhadap air danau sipin sebesar 0,444 mg/l menjadi 0,153 mg/l sedangkan karbon aktif industrial memiliki pengaruh penurunan parameter ammonia pada air danau sipin sebesar 0,444 mg/l menjadi 0,080 mg/l. karbon aktif industrial merupakan karbon aktif terbaik dalam menurunkan kadar ammonia dibandingkan dengan karbon aktif tempurung kelapa. Karbon aktif tempurung kelapa dan karbon aktif industrial berpengaruh terhadap penurunan kadar ammonia pada air danau sipin serta telah memenuhi baku mutu PP No.22 Tahun 2021 (LampiranVI) sebesar maksimal 0,20 mg/l.
Pembuatan yoghurt sederhana sebagai alternatif kewirausahaan bagi siswa SMK Kimia Yanitas Palembang Ully, Rully Masriatini; Muhammad Bakrie; Muhrinsyah Fatimura; Aan Sefentry; Reno Fitriyanti; Nurlela; Husnah; Agus Wahyudi
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v1i1.11651

Abstract

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan merubah tuntutan masyarakat terhadap produk pangan yaitu pangan yang menyehatkan. Pangan tanpa tambahan zat aditif seperti pengawet, pewarna buatan, perasa artificial dan lain-lain adalah keinginan masyarakat. Yoghurt adalah produk susu yang difermentasi dengan bantuan asam laktat (BAL). Bakteri yang terlibat dalam pembuatan yoghurt ini menggunakan kombinasi dua jenis starter bakteri yaituLactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophillus. Selain sebagai pangan sehat, Yogurt juga memiliki peluang untuk dijadikan salah satu wirausaha.  Usaha untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan peluang kewirausahaan dari yogurt salah satunya melalui kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Pangan (Pembuatan Yogurt) sebagai Usaha Pengenalan Kewirausahaan pada Sivitas Akademik   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kimia Yanitas Palembang”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, mengabdikan ilmu dan pengetahuan serta memberikantambahan pengetahuan dan wawasan mengenai Teknologi Pangan kepada masyarakat melalui penyuluhan bagaimana cara membuat yoghurt yang sehat, higienis tanpa pengawet dan tanpa penambahan zat aditif yang berbahaya untuk menjadi peluang berwirausaha bagi sivitas akademik di SMK Kimia Yanitas Palembang
Eco enzym bagi masyarakat dalam penanganan limbah organik rumah tangga Ully, Rully Masriatini; Ian Kurniawan; Muhammad Bakrie; Muhrinsyah FAtimura; Aan Sefentry; Fitriyanti, Reno; Nurlela; Husnah; Wahyudi, Agus; Rochyani, Neny; Fatmasari, Wida
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kemas.v2i1.15527

Abstract

Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat dua per tiga warga Sumsel atau sekitar 5 juta dari 8 juta warga Sumsel menghasilkan sampah setiap tahunnya. Saat ini dengan adanya pademi covid 19, memungkinkan warga untuk selalu dirumah, sehingga semua kegiatan terpusat di rumah, mulai dari kegiatan dan aktivitas, ini tidak terlepas dari pengunaan komsumsi masyarakat yang semakin tinggi di lihat makin banyaknya sampah rumah tangga semakin memenuhi tempat penampungan sampah,merupkan hasil dari sampah rumah tangga, hampir semua sampah yang di hasilkan adalah sampah organik, ini menjadi sia-sia, terbuang, hanya beberapa gelitir orang yang melakukan pengolahan seperti dengan pembuatan pupuk kompos, maka dari pemikiran tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ingin melakukan kegiatan merubah sampah organik yang selama ini banyak dibuang dan menjadi permasalahan yang besar terkhusus kepada pemerintah setempat, kita akan adakan edukasi dan melatih pengolahan sampah dengan metode yang gampang dan tidak memerlukan banyak biaya, serta ramah lingkungan, yaitu metode Eco Enzym. Eco enzym yang merupakan pengolahan sampah organik dengan cara simpel mudah dilakukan siapa saja dapat melakukanya, dan hasil dari eco enzym banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan manusia. Dengan diadakannya kegiatan ini kepada siswa, maka siswa dapat berbagi ke seluruh keluarga mereka, dan keluarga mereka dapat berbagi ketetangga meraka dan setrusnya, maka ini akan memebrikan dampak postip untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan pemerintah terkhusus untuk pengolahan limbah organik.
Pemanfaatan Limbah Kaleng Bekas Alumunium menjadi Koagulan dan Aplikasinya pada Pengolahan Air Gambut Jumita, Tiara; Masriatini, Rully; Husnah; Fatimura, Muhrinsyah
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v6i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kaleng bekas minuman sebagai bahan dasar pembuatan aluminium sulfat (tawas) dan mengaplikasikannya pada pengolahan air gambut. Dalam  pembuatan aluminium sulfat digunakan pelarut HCl dan NaOH dengan berbagai variasi konsentrasi, serta penambahan H₂SO₄ untuk membentuk kristal aluminium sulfat. Parameter yang diuji meliputi  turbiditas (turbidity), Total dissolved solids (TDS), total suspended solids (TSS) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Hasil terbaik diperoleh dari aluminium sulfat menggunakan pelarut NaOH dengan konsentrasi 20%, yang mampu menurunkan turbiditas hingga 0,3 NTU, TDS hingga 30 mg/L, TSS hingga 18 mg/L dan COD 10 mg/L. Meskipun kadar pencemar dalam air gambut yang diteliti ini tidak terlaltu tinggi namun Aluminium sulfat yang dibuat dari kaleng bekas ini cukup efektif dalam dalam menurunkan parameter pencemar pada air gambut. Penelitian ini memberikan solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah kaleng bekas dan pengolahan air gambut.
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Domestik Rumah Tangga Di SMK PGRITanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Solusi Inovatif Untuk LingkunganBerkelanjutan Nurlela; Muhrinsyah Fatimura; Rully Masriatini; Husnah; Ian Kurniawan; Neny Rochyani; Muhammad Bakrie; Reno Fitriyanti; Aan Sefentry; Wida Fatmasari; Agus wahyudi
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/bqzwtj61

Abstract

 Limbah domestik rumah tangga merupakan salah satu sumber polusi yang signifikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Pemanfaatan limbah ini menjadi solusi yang tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bentuk produk yang berguna. Tulisan ini membahas berbagai jenis limbah rumah tangga, metode pengelolaan dan pemanfaatan, serta manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan limbah domestik secara efektif.. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang akan memberikan edukasi kepada siswa SMK PGRI Tanjung Raja di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2024. Dengan diadakannya kegiatan ini, siswa diharapkan dapat berbagi pengetahuan kepada seluruh keluarga mereka, dan keluarga mereka dapat berbagi dengan tetangga mereka, dan seterusnya. Ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat dan pemerintah, terutama dalam pengelolaan limbah organik dan anorganik.
Bearing Capacity Analysis of Pile Foundation in Reservoir Construction Ningrum, Puspa; Husnah; Saputro, Dimas Andrian
JIM - Journal International Multidisciplinary Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Rumah Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jim.v1i2.502

Abstract

The foundation was an important part of the structure. In foundation design, it was necessary to considered the foundation condition to be built must be able to support the load up to the allowable capacity. To determine a safe foundation requires analysis using several of static methods. This research was conducted to obtain a critical bearing capacity so that it can be used to determine a very safe foundation. In this study, analysis of the bearing capacity of pile foundations was calculate using the method of Briaud et al. (1985), Meyerhof (1956), Decourt (1982), Shioi & Fukui (1982) based on SPT N-value obtained from the field at borehole 1 (BH-01) and borehole 2 (BH-02). Based on the analytical result of the bearing capacity calculation of a pile foundation with a diameter of 0.35m on depth of 24m, The lowest of bearing capacity (critical value) used to determine the number of piles is the method of Briaud et al. (1985) was 90.55 tons at borehole 1 and 87.06 tons at borehole 2. This value was use as a guideline for determining the number of pile foundations used in reservoir construction design.
The Relation Between Upper Respiratory Tract Infection (URTI) and Allergic Rhinitis with Acute Otitis Media in THT-KL Polyclinic RSUDZA Banda Aceh Azzahra, Irchi Amanda; Kurnia, Benny; Alia, Dina; Husnah; Nurjannah
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Volume 11 No.2 November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v11i2.25369

Abstract

Acute otitis media (AOM) is an inflammation of part or all of the middle ear mucosa, including the eustachian tube, mastoid antrum, and mastoid cells, occurring within less than three weeks, accompanied by local symptoms such as fever, pain, reduced hearing, and discharge. Several diseases that are risk factors for AOM include a history of upper respiratory tract infections (URTI) and allergic rhinitis. This study aims to determine the relationship between URTI and allergic rhinitis with AOM at the ENT-KL Polyclinic of RSUDZA Banda Aceh from January 2022 to December 2023. This observational analytical research employs a cross-sectional design. The study utilized medical record data with total sampling techniques, resulting in a sample size of 2.178 people. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results indicated that 227 people (10,4%) experienced AOM, 448 people (20,6%) had URTI and 225 people (10,3%) had allergic rhinitis. The age characteristics of patients with the most ear disorders was 55-64 years, namely 409 people (18.8%), and the dominant gender was female, namely 1175 people (32.9%). The Chi-square test results for URTI and AOM showed a p-value of 0.033 (PR=1.35, 95% CI 1.02-1.79), indicating that there is a relationship between URTI and AOM. Similarly, the Chi-results for allergic rhinitis with AOM yielded a p-value of <0.001 (PR=2.26, 95% CI 1.69-3.02), suggesting a relationship between allergic rhinitis and AOM. It can be concluded that patients with URTI are approximately 1,35 times more likely to suffer from AOM, while patients with allergic rhinitis are about 2,26 times more likely to develop AOM.